| Kebijakan akuntansi signifikan |
Significant accounting policies |
|
|
|
Laporan keuangan konsolidasian PT Acset
Indonusa Tbk dan entitas anak disusun
berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia. Laporan keuangan konsolidasian, kecuali
laporan arus kas konsolidasian, telah disusun
dengan konsep harga perolehan dan basis
akrual, kecuali disebutkan lain dalam catatan
atas laporan keuangan konsolidasian yang
relevan. Laporan arus kas konsolidasian disusun
menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan
konsolidasian dibulatkan dan dinyatakan dalam
jutaan Rupiah (), kecuali dinyatakan lain. Kecuali dinyatakan lain, kebijakan akuntansi
telah diterapkan secara konsisten dengan
laporan keuangan konsolidasian untuk tahun
yang berakhir 31 Desember 2022 yang telah
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia. Untuk memberikan pemahaman yang lebih
baik atas kinerja keuangan Grup, karena sifat
atau jumlahnya yang signifikan, beberapa pos
pendapatan dan beban telah disajikan secara
terpisah. Penyusunan laporan keuangan konsolidasian
sesuai dengan Standar Akuntasi Keuangan di
Indonesia mengharuskan penggunaan
estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga
mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan dalam proses penerapan
kebijakan akuntansi Grup. Area yang kompleks
atau memerlukan tingkat pertimbangan yang
lebih tinggi, atau area dimana asumsi dan
estimasi dapat berdampak signifikan terhadap
laporan keuangan konsolidasian diungkapkan
di Catatan 3.
Penerapan dari standar revisi berikut, yang
relevan dengan operasi Grup dan berlaku
efektif sejak tanggal 1 Januari 2023, tidak
berdampak signifikan terhadap laporan
keuangan konsolidasian:
- Amendemen PSAK 1 Laporan
Keuangan tentang pengungkapan
kebijakan akuntansi
-Amendemen PSAK 16 Tetap
tentang hasil sebelum penggunaan yang
diintensikan
-Amendemen PSAK 25
Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi
dan Kesalahan tentang definisi estimasi
akuntansi
-Amendemen PSAK 46
Penghasilan tentang pajak tangguhan
terkait aset dan liabilitas yang timbul dari
transaksi tunggal
Efektif pada tanggal 1 Januari 2024 dan
penerapan dini diperkenankan
-Amendemen PSAK 1 Laporan
Keuangan tentang liabilitas jangka
panjang dengan kovenan
-Amendemen PSAK 1 Laporan
Keuangan tentang klasifikasi liabilitas
lancar atau tidak lancar
-Amendemen PSAK 73 tentang
sewa pada transaksi jual dan sewa-balik
-Amendemen PSAK 46 Penghasilan
tentang reformasi pajak internasional
ketentuan model pilar dua
-Amendemen PSAK 2 Arus Kas
dan amendemen PSAK 60
Keuangan: Pengungkapan tentang
pengaturan pembiayaan pemasok
-Amendemen PSAK 10
Perubahan Kurs Valuta Asing tentang
kekurangan ketertukaran
Pada saat laporan keuangan konsolidasian
diotorisasi, Grup masih mempelajari dampak
yang mungkin timbul dari penerapan standar
amendemen yang telah diterbitkan namun
belum berlaku efektif di atas serta pengaruhnya
pada laporan keuangan konsolidasian Grup. |
|
(1) Entitas anak
Laporan keuangan konsolidasian meliputi
laporan keuangan Perseroan dan entitas
anak. Entitas anak adalah seluruh entitas
(termasuk entitas terstruktur) dimana Grup
memiliki pengendalian. Grup
mengendalikan entitas lain ketika Grup
terekspos atas, atau memiliki hak untuk,
pengembalian yang bervariasi dari
keterlibatannya dengan entitas dan
memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
pengembalian tersebut melalui
kekuasaannya atas entitas tersebut.Entitas anak dikonsolidasikan secara
penuh sejak tanggal dimana pengendalian
dialihkan kepada Grup. Entitas anak tidak
dikonsolidasikan lagi sejak tanggal dimana
Grup kehilangan pengendalian.Grup menerapkan metode akuisisi untuk
mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang
dialihkan untuk akuisisi suatu entitas anak
adalah sebesar nilai wajar aset yang
dialihkan, liabilitas yang diakui terhadap
pemilik pihak yang diakusisi sebelumnya
dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan
oleh Grup. Imbalan yang dialihkan
termasuk nilai wajar aset atau liabilitas
yang timbul dari kesepakatan imbalan
kontinjensi. Aset teridentifikasi yang
diperoleh dan liabilitas serta liabilitas
kontinjensi yang diambil alih dalam suatu
kombinasi bisnis diukur pada awalnya
sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi.Untuk setiap kombinasi bisnis, Grup
mengakui kepentingan nonpengendali
pada pihak yang diakuisisi sebesar nilai
wajar atau sebesar bagian proporsional
kepentingan nonpengendali atas aset
bersih pihak yang diakuisisi. Kepentingan
nonpengendali disajikan di ekuitas dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian,
terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.Biaya yang terkait dengan akuisisi
dibebankan pada saat terjadinya. Jika kombinasi bisnis diperoleh secara
bertahap, nilai wajar pada tanggal akuisisi
dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya
dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak
yang diakuisisi diukur kembali ke nilai
wajar tanggal akuisisi melalui laba rugi.
Pihak pengakuisisi mungkin telah
mengakui perubahan nilai wajar atas
kepentingan ekuitasnya dalam
penghasilan komprehensif lain. Jika
demikian, jumlah yang telah diakui dalam
penghasilan komprehensif lain diakui
dengan dasar yang sama sebagaimana
dipersyaratkan jika pihak pengakuisisi
telah melepas secara langsung
kepentingan ekuitas yang dimiliki
sebelumnya. Imbalan kontinjensi yang masih harus
dialihkan oleh Grup diakui sebesar nilai
wajar pada tanggal akuisisi. Perubahan
selanjutnya atas nilai wajar imbalan
kontinjensi yang diakui sebagai aset atau
liabilitas dicatat dalam laba rugi. Imbalan
kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai
ekuitas tidak diukur kembali dan
penyelesaian selanjutnya diperhitungkan
dalam ekuitas.Selisih lebih imbalan yang dialihkan,
jumlah setiap kepentingan nonpengendali
pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada
tanggal akuisisi kepentingan ekuitas
sebelumnya dimiliki oleh pihak
pengakuisisi pada pihak diakuisisi
dibandingkan dengan nilai wajar aset
bersih teridentifikasi yang diperoleh dicatat
sebagai goodwill. Jika jumlah tersebut
lebih rendah dari nilai wajar aset bersih
teridentifikasi atas bisnis yang diakuisisi
dalam kasus pembelian dengan diskon,
selisihnya diakui dalam laba rugi.Transaksi, saldo dan keuntungan
antar entitas Grup yang belum direalisasi
telah dieliminasi. Kerugian yang
belum direalisasi juga dieliminasi. Jika
diperlukan, nilai yang dilaporkan oleh
entitas anak telah diubah untuk
menyesuaikan dengan kebijakan akuntansi
Grup.
(2) Pengaturan bersama
Menurut PSAK No. 66,
Bersama diklasifikasikan sebagai operasi
bersama atau ventura bersama bergantung
pada hak dan kewajiban kontraktual para
investor, bukan struktur hukum dari
pengaturan bersama. Grup memiliki
operasi bersama.Untuk operasi bersama, Grup mengakui
hak langsungnya atas aset, liabilitas,
pendapatan dan beban operasi bersama
dan bagian Grup atas aset, liabilitas,
pendapatan dan beban yang dimiliki atau
dihasilkan bersama.
(3) Perubahan kepemilikan
Grup memperlakukan transaksi dengan
kepentingan nonpengendali yang tidak
mengakibatkan hilangnya kontrol sebagai
transaksi dengan pemilik ekuitas
Grup. Perubahan dalam kepemilikan
menghasilkan penyesuaian antara nilai
tercatat dari kepentingan pengendali
dan nonpengendali untuk mencerminkan
kepentingan relatifnya di entitas anak.
Selisih antara jumlah penyesuaian untuk
kepentingan nonpengendali dan imbalan
yang dibayarkan atau diterima diakui pada
cadangan terpisah dalam ekuitas yang
diatribusikan kepada pemilik entitas induk.Ketika Grup tidak lagi mengonsolidasikan
atau mencatat menggunakan metode
ekuitas untuk investasi karena hilangnya
pengendalian, pengendalian bersama atau
pengaruh signifikan, maka kepentingan
yang masih tersisa atas entitas diukur
kembali berdasarkan nilai wajar pada saat
pengendalian, pengendalian bersama atau
pengaruh signifikan tersebut hilang dan
perubahan nilai tercatat diakui dalam laba
rugi. Nilai tercatat awal adalah sebesar
nilai wajar untuk kepentingan pengukuran
kembali kepentingan yang tersisa sebagai
entitas asosiasi, ventura bersama atau
aset keuangan.Di samping itu, jumlah yang sebelumnya
diakui pada penghasilan komprehensif lain
sehubungan dengan entitas tersebut
dicatat seolah-olah Grup telah melepas
aset atau liabilitas terkait. Hal ini dapat
berarti bahwa jumlah yang sebelumnya
diakui pada penghasilan komprehensif lain
direklasifikasi ke laba rugi.Jika kepemilikan saham pada ventura
bersama atau perusahaan asosiasi
berkurang namun pengendalian bersama
atau pengaruh signifikan dipertahankan,
hanya sebagian proporsional dari jumlah
yang telah diakui sebelumnya dalam
penghasilan komprehensif lain yang
direklasifikasi ke laba rugi jika diperlukan. |
|
Kas dan setara kas terdiri dari kas, simpanan
pada bank yang sewaktu-waktu bisa dicairkan,
kas pada bank dan investasi likuid jangka
pendek lain-lain dengan jangka waktu jatuh
tempo tiga bulan atau kurang, yang tidak
dibatasi penggunaannya. |
|
Piutang usaha adalah jumlah yang terutang dari
pelanggan untuk pengakuan pendapatan pada
penjualan barang dan jasa, termasuk jasa
konstruksi, dalam kegiatan usaha biasa. Piutang non-usaha adalah piutang yang
dihasilkan dari transaksi selain penjualan
barang dan jasa dalam kegiatan usaha biasa.Jika piutang diperkirakan dapat ditagih dalam
waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus
operasi normal jika lebih panjang), piutang
diklasifikasikan sebagai aset lancar. Jika tidak,
piutang disajikan sebagai aset tidak lancar.Piutang usaha dan piutang non-usaha pada
awalnya diakui sebesar nilai wajar dan
selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode
bunga efektif, dikurangi penyisihan atas
penurunan nilai piutang. |
|
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih
rendah antara harga perolehan dan nilai
realisasi bersih. Harga perolehan persediaan
ditentukan dengan menggunakan metode
pertama, keluar pertama (FIFO).Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga
penjualan dalam kegiatan usaha biasa,
dikurangi taksiran biaya penyelesaian, jika ada
dan beban penjualan.Provisi atas penurunan nilai persediaan
ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan
atau penjualan masing-masing jenis persediaan
pada masa mendatang. |
|
|
|
Aset tetap diakui sebesar harga perolehan,
dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan
akumulasi kerugian penurunan nilai, jika ada.
Harga perolehan termasuk pengeluaran yang
dapat diatribusikan secara langsung atas
perolehan aset tersebut.Aset tetap, kecuali tanah, disusutkan sampai
dengan nilai sisanya dengan menggunakan
metode garis lurus selama estimasi masa
manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:
Bangunan 20 tahun
Alat berat dan mesin 4 - 20 tahun
Kendaraan 4 - 8 tahun
Peralatan kantor 4 tahun
Perabot dan perlengkapan 4 tahun |
|
|
|
|
|
|
|
Aset tetap dan aset tidak lancar lain-lain
ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi
penurunan nilai bilamana terdapat kejadian
atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset
tersebut tidak dapat diperoleh kembali.
Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar
selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai
terpulihkan dari aset tersebut. Nilai terpulihkan adalah nilai yang lebih tinggi
antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan
dan nilai pakai aset.Dalam menentukan penurunan nilai, aset
dikelompokkan pada tingkat yang paling rendah
dimana terdapat arus kas masuk yang dapat
diidentifikasi, yang sebagian besar tidak
tergantung pada arus masuk kas dari aset lain
atau kelompok aset (unit penghasil kas).Pada setiap tanggal pelaporan, aset nonkeuangan,
selain goodwill, yang telah
mengalami penurunan nilai ditelaah untuk
menentukan apakah terdapat kemungkinan
pemulihan penurunan nilai.Pemulihan rugi penurunan nilai, untuk aset
selain goodwill, diakui jika dan hanya jika,
terdapat perubahan estimasi yang digunakan
dalam menentukan jumlah terpulihkan aset
sejak pengujian penurunan nilai terakhir kali.
Jika terjadi pemulihan nilai, maka langsung
diakui dalam laba rugi, tetapi tidak boleh
melebihi akumulasi rugi penurunan nilai yang
telah diakui sebelumnya. |
|
|
|
Utang usaha adalah kewajiban membayar
barang atau jasa yang telah diterima dalam
kegiatan usaha biasa dari pemasok.Utang non-usaha adalah kewajiban membayar
barang atau jasa yang telah diterima dalam
transaksi diluar kegiatan usaha biasa.Utang usaha dan non-usaha pada awalnya
diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya
diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga
efektif. Utang usaha dan non-usaha
diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek
jika pembayaran jatuh tempo dalam satu tahun
atau kurang (atau dalam siklus operasi normal
bisnis jika lebih lama). Jika tidak, utang tersebut
disajikan sebagai liabilitas jangka panjang. |
|
Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, dengan kriteria sebagai berikut: - Kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak terkait dalam kontrak
- Grup bisa mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu pembayaran dari barang atau jasa yang akan dialihkan
- Kontrak memiliki substansi komersial
- Besar kemungkinan entitas akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang dialihkan
2. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak, untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik yang berbeda ke pelanggan.
3. Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan, pajak pertambahan nilai dan pungutan ekspor, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan.
4. Mengalokasikan harga transaksi kepada setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual dari setiap barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (sepanjang waktu atau pada suatu waktu tertentu).
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui apabila kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi melebihi pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan. Liabilitas kontrak diakui ketika pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan melebihi kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Pendapatan yang berhubungan dengan kontrak konstruksi dicatat dengan menggunakan metode persentase penyelesaian. Dengan metode ini, pendapatan yang diakui setara dengan estimasi terbaru dari total nilai kontrak dikalikan dengan tingkat penyelesaian sebenarnya yang ditentukan dengan mengacu pada keadaan fisik kemajuan pekerjaan (metode output).
Pendapatan kontrak terdiri dari jumlah pendapatan semula yang disetujui dalam kontrak dan penyimpangan dalam pekerjaan kontrak, klaim dan pembayaran insentif sepanjang hal ini memungkinkan untuk menghasilkan pendapatan dan dapat diukur dengan andal.
Jika adanya kemungkinan bahwa kontrak akan menghasilkan kerugian pada saat penyelesaian kontrak, penyisihan atas kerugian yang diperkirakan hingga penyelesaian kontrak diakui sebagai penyisihan kini pada laporan keuangan konsolidasian. Kerugian diakui secara penuh ketika dapat diukur secara andal, terlepas dari tingkat penyelesaian.
Dalam menentukan harga transaksi, Grup menyesuaikan jumlah imbalan yang dijanjikan terhadap dampak nilai waktu uang jika waktu pembayaran yang disepakati oleh para pihak dalam kontrak (baik secara eksplisit atau implisit) memberikan pelanggan atau Grup manfaat signifikan berupa pendanaan atas pengalihan barang atau jasa kepada pelanggan. Tujuan ketika menyesuaikan komponen pendanaan signifikan dalam jumlah imbalan yang dijanjikan adalah agar Grup mengakui pendapatan pada jumlah yang mencerminkan harga yang akan dibayar oleh pelanggan atas barang atau jasa yang dijanjikan jika pelanggan telah membayar secara kas barang atau jasa tersebut ketika entitas mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan (yaitu harga jual kas). Grup menyajikan dampak pendanaan (pendapatan bunga atau beban bunga) secara terpisah dari pendapatan dari kontrak dengan pelanggan dalam laporan penghasilan komprehensif konsolidasian.
Biaya kontrak yang tidak mungkin dipulihkan diakui segera sebagai beban periode berjalan pada laba rugi.
Grup mengakui aset kontrak dan liabilitas kontrak sehubungan dengan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan. Aset kontrak disajikan sebagai piutang retensi dan jumlah tagihan bruto pemberi kerja. Liabilitas kontrak disajikan sebagai jumlah utang bruto pemberi kerja dan pendapatan diterima dimuka.
Beban langsung dan beban tidak langsung proyek yang dapat dialokasikan ke suatu proyek tertentu, diakui sebagai beban pada proyek yang bersangkutan, sedangkan beban yang tidak dapat didistribusikan atau tidak dapat dialokasikan ke aktivitas proyek menjadi beban non-proyek (beban usaha).
Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat pengendalian barang telah dialihkan kepada pelanggan. Pendapatan dari jasa diakui pada periode akuntansi saat jasa tersebut diberikan.
Beban diakui pada saat terjadinya (metode akrual), kecuali merupakan aset yang terkait dengan aktivitas kontrak masa depan. |
|
(1) Mata uang fungsional dan penyajian
Pos-pos yang disertakan dalam laporan
keuangan setiap entitas anggota Grup
diukur menggunakan mata uang yang
sesuai dengan lingkungan ekonomi utama
dimana entitas beroperasi ( uang
fungsional).Laporan keuangan konsolidasian disajikan
dalam Rupiah () yang merupakan mata
uang fungsional dan penyajian
Perusahaan.
(2) Transaksi dan saldo
Transaksi dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam mata uang fungsional
dengan menggunakan kurs yang berlaku
pada tanggal transaksi. Pada setiap tanggal
pelaporan, aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing dijabarkan ke
dalam mata uang fungsional dengan
menggunakan kurs penutup. Kurs yang
digunakan sebagai acuan adalah kurs yang
dikeluarkan oleh Bank Indonesia.Keuntungan dan kerugian selisih kurs
yang timbul dari penyelesaian transaksi
dalam mata uang asing dan dari
penjabaran aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing diakui di dalam
laba rugi, kecuali jika ditangguhkan di
dalam ekuitas sebagai lindung nilai arus
kas dan lindung nilai investasi bersih yang
memenuhi syarat.Kurs utama yang digunakan, berdasarkan
kurs tengah yang diterbitkan Bank
Indonesia, adalah sebagai berikut (dalam
nilai penuh):
2023 1 Dolar Amerika Serikat () 15,416
2022 1 Dolar Amerika Serikat () 15,731 |
|
Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak
berelasi sebagaimana didefinisikan dalam
PSAK 7, Pihak Berelasi.
Seluruh transaksi dan saldo material dengan
pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan konsolidasian. |
|
Pajak penghasilan final
Pajak penghasilan Perseroan dan entitas anak
dari aktivitas jasa konstruksi dihitung
berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP)
No. 40 tahun 2009 mengenai perubahan atas
PP No. 51 tahun 2008 tentang pajak
penghasilan atas penghasilan dari usaha jasa
konstruksi yang berlaku efektif mulai tanggal
1 Agustus 2008, dimana pajak final sebesar 3%
dikenakan pada kontrak-kontrak yang
ditandatangani sejak tanggal 1 Agustus 2008.Pada tanggal 21 Februari 2022, Pemerintah
telah mengesahkan Peraturan Pemerintah
() Nomor 9 Tahun 2022 tentang
Perubahan Kedua atas Peraturan pemerintah
Nomor 51 Tahun 2008 tentang Pajak
Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha Jasa
Konstruksi. Peraturan ini mengubah klasifikasi
dan cakupan jasa konstruksi beserta besaran
tarif pajak penghasilan final yang dikenakan.
Bagi Grup, pemberlakuan peraturan ini
menyebabkan penurunan tarif pajak final atas
jasa konstruksi dari sebelumnya sebesar 3%
turun menjadi 2,65%.Pajak penghasilan final disajikan diluar beban
pajak penghasilan pada laba rugi.Perbedaan nilai tercatat aset dan liabilitas yang
berhubungan dengan pajak penghasilan final
dengan dasar pengenaan pajaknya tidak diakui
sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan.
Pajak penghasilan diluar pajak final
Beban pajak penghasilan entitas anak dari
aktivitas selain jasa konstruksi terdiri dari pajak
kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam
laba rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait
dengan transaksi atau kejadian yang diakui ke
penghasilan komprehensif lain-lain atau
langsung ke ekuitas. Dalam hal ini, pajak
tersebut masing-masing diakui dalam
penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.Beban pajak penghasilan kini dihitung
berdasarkan peraturan perpajakan yang
berlaku pada akhir periode pelaporan.Manajemen secara berkala mengevaluasi
ketentuan yang diambil dalam Surat
Pemberitahuan Pajak sehubungan dengan
situasi dimana peraturan pajak yang berlaku
membutuhkan penafsiran. Hal ini menentukan
jumlah provisi diperlukan yang sesuai dengan
jumlah yang diharapkan akan dibayarkan
kepada otoritas pajak.Pajak penghasilan tangguhan diakui dengan
menggunakan balance sheet liability method,
pada perbedaan temporer antara dasar
pengenaan pajak atas aset dan liabilitas
dengan nilai tercatatnya.Pajak penghasilan tangguhan ditentukan
menggunakan tarif pajak yang telah berlaku
atau secara substansial berlaku pada akhir
periode pelaporan dan yang akan diterapkan
pada saat aset pajak tangguhan yang
bersangkutan direalisasi atau pada saat
liabilitas pajak tangguhan diselesaikan.Aset pajak tangguhan diakui apabila besar
kemungkinan jumlah penghasilan kena pajak
di masa mendatang akan memadai untuk
dikompensasi dengan perbedaan temporer
yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang
masih dapat dimanfaatkan.Pajak penghasilan tangguhan dihitung atas
perbedaan temporer yang timbul dari investasi
pada entitas anak dan entitas asosiasi, kecuali
untuk liabilitas pajak penghasilan tangguhan
dimana saat pembalikan perbedaan temporer
dikendalikan oleh Grup dan besar
kemungkinan bahwa perbedaan temporer
tersebut tidak akan dibalik di masa
mendatang.Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan
dapat saling hapus apabila terdapat hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling
hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas
pajak kini dan apabila aset dan liabilitas pajak
penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama, baik atas entitas kena
pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya
niat untuk melakukan penyelesaian saldo-saldo
tersebut secara neto. |
|
Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui
sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biayabiaya
transaksi yang terjadi. Selanjutnya,
pinjaman diukur sebesar biaya perolehan
diamortisasi; selisih antara penerimaan kas
(dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasan
dicatat pada laba rugi selama periode pinjaman
dengan menggunakan metode bunga efektif.Biaya yang dibayar untuk memperoleh fasilitas
pinjaman diakui sebagai biaya transaksi
pinjaman sepanjang besar kemungkinan
sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik.
Dalam hal ini, biaya memperoleh pinjaman
ditangguhkan sampai penarikan pinjaman
terjadi. Sepanjang tidak terdapat bukti bahwa
besar kemungkinan sebagian atau seluruh
fasilitas akan ditarik, biaya memperoleh
pinjaman dikapitalisasi sebagai biaya dibayar
dimuka untuk jasa likuiditas dan diamortisasi
selama periode fasilitas yang terkait.Biaya pinjaman yang terjadi untuk konstruksi
aset kualifikasian dikapitalisasi selama periode
waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
konstruksi aset dan mempersiapkannya sampai
dapat digunakan sesuai tujuan yang
dimaksudkan atau untuk dijual (lihat Catatan
2k). Biaya pinjaman lainnya dibebankan pada
laba rugi.Pinjaman diklasifikasikan sebagai liabilitas
jangka pendek kecuali Grup memiliki hak tanpa
syarat untuk menunda pembayaran liabilitas
selama paling tidak 12 bulan setelah tanggal
pelaporan. |
|
Provisi diakui apabila Grup memiliki kewajiban
hukum atau konstruktif masa kini sebagai akibat
peristiwa masa lalu dan terdapat kemungkinan
besar penyelesaian kewajiban tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya dan
jumlah kewajiban tersebut dapat diestimasi
secara andal. Provisi tidak diakui untuk
kerugian operasi masa depan.Ketika terdapat beberapa kewajiban yang
serupa, kemungkinan penyelesaian
mengakibatkan arus keluar ditentukan dengan
mempertimbangkan kelas kewajiban secara
keseluruhan. Provisi diakui walaupun kecil
kemungkinan adanya arus keluar sehubungan
dengan item manapun yang termasuk dalam
kelas kewajiban yang sama.Provisi diukur sebesar nilai kini dari estimasi
terbaik manajemen atas pengeluaran yang
diharapkan diperlukan untuk menyelesaikan
kewajiban kini pada akhir tahun pelaporan.
Tingkat diskonto yang digunakan untuk
menentukan nilai kini adalah tingkat diskonto
sebelum pajak yang mencerminkan penilaian
pasar atas nilai waktu uang dan risiko yang
terkait dengan kewajiban. Peningkatan provisi
karena berjalannya waktu diakui sebagai beban
bunga. |
|
Imbalan kerja jangka pendek Short-term
Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat
terutang kepada karyawan.
Imbalan pensiun
Sesuai dengan Undang-Undang
Ketenagakerjaan No. 13/2003 ( 13/2003)
sebagaimana diubah melalui Undang-Undang
Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
( 11/2020), Grup disyaratkan untuk
memberikan imbalan pensiun sekurangkurangnya
seperti imbalan pensiun yang diatur
dalam UU 11/2020, yang pada dasarnya adalah
program imbalan pasti. UU 11/2020
menentukan rumus tertentu untuk menghitung
jumlah minimal imbalan pensiun.Program imbalan pasti adalah program pensiun
yang menentukan jumlah imbalan pensiun yang
akan diterima seorang pekerja pada saat
pensiun, biasanya tergantung oleh satu faktor
atau lebih, misalnya usia, masa bekerja dan
kompensasi.Kewajiban program pensiun imbalan pasti
merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti
pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai
wajar aset program. Kewajiban imbalan pasti
dihitung setiap tahun oleh aktuaris independen
dengan menggunakan metode projected unit
credit.Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan
dengan mendiskontokan estimasi arus kas
masa depan dengan menggunakan tingkat
bunga obligasi pemerintah (dikarenakan saat ini
tidak ada pasar aktif untuk obligasi perusahaan
yang berkualitas tinggi) dalam mata uang
dimana imbalan tersebut akan dibayarkan dan
yang memiliki jangka waktu jatuh tempo
mendekati jangka waktu kewajiban pensiun.Biaya bunga bersih dihitung dengan
menerapkan tingkat diskonto terhadap saldo
bersih kewajiban imbalan pasti dan nilai wajar
aset program. Biaya ini termasuk dalam beban
imbalan kerja dalam laba rugi.Keuntungan dan kerugian atas pengukuran
kembali yang timbul dari penyesuaian
pengalaman dan perubahan dalam asumsiasumsi
aktuarial langsung diakui seluruhnya
pada ekuitas melalui pendapatan komprehensif
lainnya pada saat terjadinya. Keuntungan dan
kerugian ini termasuk didalam saldo laba pada
laporan perubahan ekuitas konsolidasian dan
pada laporan posisi keuangan konsolidasian.Perubahan nilai kini atas kewajiban imbalan
pasti yang timbul dari amendemen rencana
atau kurtailmen langsung diakui dalam laba rugi
sebagai biaya jasa lalu.
Imbalan jangka panjang lain-lain
Imbalan kerja jangka panjang lainnya seperti
cuti berimbalan jangka panjang dan
penghargaan jubilee dihitung dengan
menggunakan metode projected unit credit dan
didiskontokan ke nilai kini. Imbalan ini dihitung
dengan menggunakan metode yang sama
dengan metode yang digunakan dalam
perhitungan program pensiun imbalan pasti,
kecuali untuk pengukuran kembali yang diakui
pada laba rugi. |
|
Laba per saham dasar dihitung dengan
membagi laba bersih yang tersedia bagi
pemegang saham Perseroan dengan jumlah
rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar
pada tahun berjalan.Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022,
tidak ada efek yang berpotensi menjadi saham
biasa. Oleh karena itu, laba per saham dilusian
sama dengan laba per saham dasar. |
|
|
|
Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang
konsisten dengan pelaporan internal yang
diberikan kepada pengambil keputusan
operasional utama. Pengambil keputusan
operasional utama bertanggung jawab untuk
mengalokasikan sumber daya, menilai kinerja
segmen operasi dan membuat keputusan
strategis. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Grup menyewa aset tetap tertentu dengan
mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa.
Aset hak-guna diakui sebesar biaya perolehan,
dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai. Aset hak-guna disusutkan
selama jangka waktu yang lebih pendek antara
umur manfaat aset hak-guna atau masa sewa.
Jika Grup cukup yakin untuk melaksanakan opsi
pembelian, aset hak guna disusutkan selama
masa manfaat aset yang mendasarinya. Aset
hak-guna disajikan sebagai bagian dari
tetap.Liabilitas sewa diukur pada nilai kini
pembayaran sewa yang belum dibayar. Setiap
pembayaran sewa dialokasikan antara porsi
pelunasan liabilitas dan biaya keuangan.
Liabilitas sewa, disajikan sebagai liabilitas
jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh
tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang yang
disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur
bunga dalam biaya keuangan dibebankan ke
laba rugi selama masa sewa yang menghasilkan
tingkat suku bunga konstan atas saldo liabilitas.Grup tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas
sewa untuk:
- sewa jangka-pendek yang memiliki masa
sewa 12 bulan atau kurang; atau
- sewa yang asetnya bernilai rendah.
Pembayaran yang dilakukan untuk sewa
tersebut dibebankan ke laba rugi dengan dasar
garis lurus selama masa sewa. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|