| Kebijakan akuntansi signifikan |
Significant accounting policies |
|
|
|
Berikut ini adalah ikhtisar informasi kebijakan akuntansi yang material yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian.
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu, disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini, dibulatkan menjadi dan disajikan dalam jutaan Rupiah (), kecuali dinyatakan lain.
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area di mana asumsi dan estimasi dapat berdampak material terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan di Catatan 23.
Perubahan pada pernyataan standar akuntansi keuangan ()
Standar akuntansi revisian berikut yang telah diterbitkan dan berlaku efektif mulai 1 Januari 2026 dan belum diterapkan secara dini oleh Grup:
- Amendemen PSAK 109, Keuangan dan PSAK 107, Keuangan: Pengungkapan Perubahan Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan dan Kontrak yang Mengacu pada Listrik Bergantung Alam
Penerapan dari standar baru berikut berlaku efektif mulai 1 Januari 2027 dan belum diterapkan secara dini oleh Grup. Penerapan retrospektif diwajibkan, sehingga informasi komparatif untuk tahun keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2026 akan disajikan ulang sesuai dengan standar ini.
- PSAK 118, dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan
Pada tanggal 30 Juni 2026, Grup masih menilai dampak dari standar akuntansi baru dan revisi tersebut. |
|
anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas terstruktur) di mana Perusahaan memiliki pengendalian. Perusahaan mengendalikan entitas lain ketika Perusahaan terekspos atas, atau memiliki hak untuk pengembalian yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas entitas tersebut.
Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal pengendalian dialihkan kepada Perusahaan. Entitas anak tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal Perusahaan kehilangan pengendalian.
Perusahaan menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan untuk akuisisi suatu entitas anak adalah sebesar nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diakui terhadap pemilik pihak yang diakusisi sebelumnya dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan. Imbalan yang dialihkan termasuk nilai wajar aset atau liabilitas yang timbul dari kesepakatan imbalan kontinjensi. Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas serta liabilitas kontinjensi yang diambil alih dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada awalnya sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi.
Transaksi, saldo dan keuntungan dan kerugian antar entitas Perusahaan dalam Grup yang belum direalisasi telah dieliminasi. Jika diperlukan, nilai yang dilaporkan oleh entitas anak telah diubah untuk menyesuaikan dengan kebijakan akuntansi yang diadopsi oleh Grup.
Perusahaan mengakui kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi sebesar nilai wajar atau sebesar bagian proporsional kepentingan nonpengendali atas aset bersih pihak yang diakuisisi. Kepentingan nonpengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk. |
|
dan setara kas mencakup kas, simpanan di bank yang sewaktu-waktu bisa dicairkan dan investasi likuid jangka pendek lainnya dengan jangka waktu jatuh tempo tiga bulan atau kurang.
Kas dan deposito berjangka yang
dibatasi penggunaannya diklasifikasikan dan disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai aset lancar yaitu yang dibatasi penggunaannya. |
|
usaha merupakan jumlah yang terutang dari pelanggan atas penjualan barang dagangan atau jasa dalam kegiatan usaha normal. Jika piutang diperkirakan dapat ditagih dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi normal jika lebih panjang), piutang diklasifikasikan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang disajikan sebagai aset tidak lancar.
Piutang lain-lain terutama merupakan saldo piutang yang terkait dengan pinjaman yang diberikan kepada karyawan Grup.
Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, kecuali jika dampak diskontonya tidak material, setelah dikurangi provisi atas penurunan kerugian nilai piutang usaha. Lihat Catatan 2d untuk kebijakan akuntansi penurunan kerugian nilai piutang. |
|
dinyatakan berdasarkan harga terendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih. Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata rata tertimbang. Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi biaya penjualan.
Grup menetapkan provisi penurunan nilai persediaan berdasarkan hasil penelaahan atas kondisi persediaan pada akhir tahun atau estimasi penjualan masing-masing jenis persediaan di masa mendatang.
Pada saat pembelian, mesin multifungsi dan komputer dicatat dalam akun persediaan. Pada saat aset tersebut disewakan ke pelanggan sebagai sewa operasi, nilai perolehannya dipindahbukukan ke dalam akun aset tetap dan mulai disusutkan. |
|
|
|
tetap diakui sebesar harga perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan, kecuali untuk tanah yang tidak disusutkan.
Penyusutan aset tetap dihitung dengan menggunakan metode garis lurus, berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:
Bangunan dan prasarana bangunan: 3 20
Peralatan bangunan: 3 5
Mesin multifungsi dan komputer: 2 5
Peralatan pengangkutan: 4 5
Perabot dan peralatan kantor: 3 5
Mesin, perkakas dan peralatan: 3 8
Perbaikan prasarana: 2 5
Biaya-biaya setelah perolehan awal diakui sebagai bagian dari nilai tercatat aset atau sebagai aset yang terpisah hanya apabila kemungkinan besar Grup akan mendapatkan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut dan biaya perolehan aset dapat diukur dengan andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti tidak lagi diakui. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi selama periode di mana biaya-biaya tersebut terjadi.
Hak atas tanah dicatat berdasarkan substansi dari hak tersebut. Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomis yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 116, . Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan PSAK 216, Tetap yaitu hak atas tanah diakui sebesar harga perolehan dan tidak disusutkan.
Nilai residu dan umur manfaat aset ditelaah, dan disesuaikan bila perlu, pada setiap tanggal pelaporan.
Aset dalam penyelesaian disajikan dalam nilai perolehan. Aset tersebut akan direklasifikasi ke dalam aset tetap pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan tujuan yang diinginkan manajemen. |
|
|
|
|
|
|
|
Aset tetap dan aset tidak lancar lainnya, termasuk aset tak berwujud, ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi penurunan nilai bilamana terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak terpulihkan. Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai terpulihkannya, yaitu nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai aset. Dalam menentukan penurunan nilai, aset dikelompokkan pada tingkat yang paling rendah di mana terdapat arus kas yang dapat diidentifikasi. Aset nonkeuangan selain goodwill yang mengalami penurunan nilai diuji setiap tanggal pelaporan untuk menentukan apakah terdapat kemungkinan pemulihan penurunan nilai. |
|
|
|
Utang usaha adalah kewajiban membayar barang atau jasa yang telah diterima dalam kegiatan usaha normal dari pemasok. Utang usaha diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek jika pembayarannya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi normal, jika lebih lama). Jika tidak, utang tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka panjang. |
|
mengakui pendapatan berdasarkan 5 langkah penilaian berikut ini:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam kontrak untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.
3. Penentuan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak entitas sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan. Jika pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Grup memperkirakan jumlah imbalan yang diharapkan berhak sebagai imbalan atas pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dikurangi perkiraan jumlah jaminan tingkat layanan yang akan dibayarkan selama masa kontrak.
4. Pengalokasian harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi berdasarkan biaya ekspektasian ditambah marjin.
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:
a. Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
b. Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan layanan pada pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran kemajuan yang sesuai untuk menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi.
Pendapatan dari penjualan barang diakui ketika pengendalian produk telah dialihkan kepada pelanggan. Pendapatan dari pemberian jasa diakui pada periode saat jasa tersebut diberikan.
Pendapatan dari proyek berasal dari penjualan barang dan penyediaan jasa sebagai layanan terintegrasi dan diakui sebagai penyelesaian kewajiban pelaksanaan gabungan. Pendapatan dari proyek diakui sepanjang periode kontrak, dengan mengacu pada kemajuan terhadap pemenuhan dan penyelesaian kewajiban pelaksanaan. Kemajuan diukur berdasarkan proporsi biaya yang timbul hingga saat ini untuk pekerjaan yang telah dilakukan sampai dengan tanggal 30 Juni 2026 terhadap estimasi total biaya untuk setiap kontrak.
Beberapa kontrak mencakup beberapa pekerjaan yang perlu dilaksanakan, seperti instalasi perangkat keras dan perangkat lunak. Dalam beberapa kasus, instalasi tersebut bersifat sederhana, tidak termasuk servis integrasi dan dapat dilakukan oleh pihak lain. Oleh karena itu, beberapa servis tersebut diperhitungkan sebagai kewajiban pelaksanaan yang terpisah. Dalam hal ini, harga transaksi akan dialokasikan untuk setiap kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual yang berdiri sendiri. Jika hal ini tidak dapat diamati secara langsung, mereka diestimasi berdasarkan biaya yang diperkirakan ditambah margin. Jika kontrak mencakup instalasi perangkat keras, pendapatan perangkat keras diakui ketika perangkat keras dikirim, hak milik resmi telah beralih dan pelanggan telah menerima perangkat keras tersebut.
Grup mengestimasi jumlah pendapatan kontrak dan biaya kontrak pada awal setiap proyek. Estimasi pendapatan, biaya atau tingkat perkembangan menuju penyelesaian direvisi jika keadaan berubah seperti variasi-variasi pada pekerjaan dalam kontrak dan biaya-biaya pemenuhan kewajiban pelaksanaan Grup.
Estimasi pendapatan, biaya atau tingkat perkembangan menuju penyelesaian direvisi jika keadaan berubah. Setiap kenaikan atau penurunan estimasi pendapatan atau biaya tercermin dalam laporan laba rugi pada periode di mana keadaan yang menyebabkan revisi tersebut diketahui oleh manajemen.
Penagihan harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika penagihan kepada pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Liabilitas kontrak diakui ketika penagihan kepada pelanggan lebih besar daripada saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Beban diakui pada saat terjadinya dengan menggunakan dasar akrual. |
|
|
|
|
|
pajak terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui dalam laporan laba rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang diakui di pendapatan komprehensif lain atau langsung diakui ke ekuitas.
Beban pajak kini dihitung berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atau secara substantif telah diberlakukan pada tanggal pelaporan.
Pajak penghasilan tangguhan diakui, dengan menggunakan metode balance sheet liability untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya. Pajak penghasilan tangguhan ditentukan dengan menggunakan tarif pajak yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan dan diharapkan berlaku ketika aset pajak penghasilan tangguhan direalisasi atau liabilitas pajak penghasilan tangguhan diselesaikan.
Aset pajak tangguhan diakui apabila besar kemungkinan jumlah penghasilan kena pajak di masa depan akan memadai untuk dikompensasi dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan.
Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan () sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak. |
|
|
|
Provisi diakui apabila Grup mempunyai kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu dan besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya dan kewajiban tersebut dapat diestimasi dengan andal. Termasuk di dalamnya cadangan atas kontrak yang memberatkan, yang diukur sebesar selisih antara biaya untuk memenuhi kontrak dan imbalan yang diharapkan diterima, termasuk estimasi imbalan variabel dan potensi penalti keterlambatan, yang dapat berubah berdasarkan persetujuan nilai kontrak tambahan atau perubahan estimasi biaya penyelesaian. Provisi tidak diakui atas kerugian operasi masa depan. |
|
kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan.
Imbalan pensiun dan imbalan pascakerja lainnya
Grup memiliki program pensiun iuran pasti dan imbalan pasti.
Program pensiun imbalan pasti adalah program pensiun yang menetapkan jumlah imbalan pensiun yang akan diterima oleh karyawan pada saat pensiun, yang biasanya tergantung pada satu faktor atau lebih, seperti umur, masa kerja dan jumlah kompensasi (Dana Pensiun Astra 1).
Program pensiun iuran pasti adalah program pensiun di mana Perusahaan akan membayar iuran tetap kepada sebuah entitas yang terpisah (Dana Pensiun Astra 2). Namun karena Undang-Undang dan peraturan yang berlaku mengharuskan entitas membayar jumlah tertentu kepada para pekerja yang telah memasuki usia pensiun yang ditentukan berdasarkan masa kerja, Perusahaan rentan terhadap kemungkinan untuk membayar kekurangan apabila iuran kumulatif kurang dari jumlah tertentu tersebut. Sebagai akibatnya untuk tujuan pelaporan keuangan, program iuran pasti secara efektif diberlakukan seolah- olah sebagai program imbalan pasti.
Kewajiban imbalan pensiun tersebut merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal pelaporan dikurangi dengan nilai wajar aset program yang berasal dari program pensiun yang ada. Kewajiban imbalan pasti dihitung setiap tahun oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.
Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas di masa depan dengan menggunakan imbal hasil obligasi pemerintah jangka panjang pada tanggal pelaporan dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan dibayarkan dan yang memiliki jangka waktu yang sama dengan kewajiban imbalan pensiun yang bersangkutan.
Keuntungan dan kerugian yang timbul dari penyesuaian pengalaman dan perubahan asumsi aktuarial dibebankan atau dikreditkan pada laba komprehensif lain dan dilaporkan dalam saldo laba.
Biaya jasa lalu diakui secara langsung di laporan laba rugi.
Keuntungan dan kerugian dari kurtailmen atau penyelesaian program manfaat pasti diakui di laba rugi ketika kurtailmen atau penyelesaian tersebut terjadi.
Grup memberikan imbalan pascakerja lainnya, seperti uang pisah dan uang penghargaan. Imbalan berupa uang pisah, dibayarkan kepada karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela, setelah memenuhi masa kerja minimal tertentu. Imbalan berupa uang penghargaan diberikan apabila karyawan bekerja hingga mencapai usia pensiun. Imbalan ini dihitung dengan menggunakan metode yang sama dengan metode yang digunakan dalam perhitungan program pension imbalan pasti, kecuali untuk pengukuran kembali yang diakui pada laba rugi.
Imbalan kerja jangka panjang lainnya seperti cuti berimbalan jangka panjang dihitung dengan menggunakan metode projected unit credit dan didiskontokan ke nilai kini.
Pesangon pemutusan kontrak kerja terutang ketika Grup memberhentikan hubungan kerja sebelum usia pensiun normal, atau ketika seorang pekerja menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela dengan kompensasi imbalan pesangon. Grup mengakui pesangon pemutusan kontrak kerja pada tanggal yang lebih awal antara (i) ketika Grup tidak dapat lagi menarik tawaran atas imbalan tersebut dan (ii) ketika Grup mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup PSAK 237 dan melibatkan pembayaran pesangon. Dalam hal menyediakan pesangon sebagai penawaran untuk mengundurkan diri secara sukarela, pesangon pemutusan kontrak kerja diukur berdasarkan jumlah karyawan yang diharapkan menerima penawaran tersebut. Imbalan yang jatuh tempo lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan didiskontokan menjadi nilai kininya. |
|
per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar dalam tahun yang bersangkutan.
Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba dengan rata-rata tertimbang saham yang beredar ditambah dengan rata-rata tertimbang saham yang akan diterbitkan atas konversi efek berpotensi saham yang bersifat dilutif. |
|
Pembagian dividen final diakui sebagai liabilitas ketika dividen tersebut disetujui Rapat Umum Pemegang Saham. Pembagian dividen interim diakui sebagai liabilitas ketika dividen disetujui berdasarkan keputusan rapat Direksi dan disetujui oleh Dewan Komisaris serta sudah diumumkan kepada publik. |
|
Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan kepada pengambil keputusan operasional. Pengambil keputusan operasional bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya, menilai kinerja segmen operasi dan membuat keputusan strategis. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
(a) Mata uang fungsional dan penyajian
Transaksi-transaksi yang disertakan dalam laporan keuangan Perusahaan dan masing-masing entitas anak diukur menggunakan mata uang yang sesuai dengan lingkungan ekonomi utama di mana entitas beroperasi ( uang fungsional).
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang fungsional dan penyajian Perusahaan dan masing-masing entitas anak.
(b) Transaksi dan saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada setiap tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing menggunakan nilai tukar yang berlaku pada akhir periode diakui dalam laporan laba rugi.
Kurs utama yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian, berdasarkan kurs tengah dari kurs jual dan beli yang diterbitkan Bank Indonesia adalah sebagai berikut (Rupiah penuh): |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan dari suatu entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain.
(a). Aset keuangan
Klasifikasi
Grup mengklasifikasikan aset keuangan dalam kategori pengukuran berikut:
- Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar (baik melalui penghasilan komprehensif lain, atau melalui laba rugi), dan
- Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Klasifikasi tersebut tergantung pada model bisnis entitas untuk mengelola aset keuangan dan persyaratan kontraktual arus kas.
Pengukuran
Pada pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset keuangan. Biaya transaksi dari aset keuangan yang dicatat pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dibebankan pada laporan laba rugi.
Pada tanggal 30 Juni 2026, Grup hanya memiliki aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi yang terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang sewa pembiayaan, aset kontrak, dan piutang lain-lain yang dimiliki untuk mengumpulkan arus kas kontraktual di mana arus kas tersebut hanya mewakili pembayaran pokok dan bunga.
Penghentian pengakuan
Aset keuangan dihentikan pengakuannya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan berakhir atau Grup mengalihkan hak kontraktualnya untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau mempertahankan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan namun memiliki kewajiban kontraktual untuk membayar arus kas tersebut kepada satu atau lebih pihak penerima.
Keuntungan atau kerugian pada penghentian aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui pada laba rugi. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laba rugi. Pendapatan bunga dari aset keuangan tersebut dimasukkan ke dalam pendapatan keuangan dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Penurunan nilai
Grup menilai dengan basis forward-looking kerugian kredit ekspektasian terkait dengan instrumen utangnya yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Metodologi penurunan nilai yang diterapkan tergantung pada apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan. Catatan 22 merinci bagaimana Perusahaan menentukan apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan.
Untuk piutang usaha di mana pelanggan yang mengalami kesulitan keuangan, Grup menghitung kerugian kredit ekspektasian secara individual dengan mengestimasi arus kas ekspektasian yang akan diperoleh. Untuk piutang usaha atas kelompok-kelompok pelanggan yang memiliki profil dan risiko yang serupa, Grup menghitung Kerugian Kredit Ekspektasian () secara kolektif menggunakan pendekatan model parameter risiko yang menggabungkan asumsi-asumsi seperti probability of default, loss given default, dan exposure at default setelah memperhitungkan faktor masa depan dan informasi eksternal lainnya. Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat gagal bayar historis yang dapat diobservasi diperbaharui dan perubahan informasi forward-looking dianalisis.
(b) Liabilitas keuangan
Klasifikasi
Grup mengklasifikasi liabilitas keuangan dalam kategori pengukuran berikut:
- Liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar pada laporan laba rugi, dan
- Liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Pengukuran
Pada tanggal 30 Juni 2026, Grup hanya memiliki liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi yang terdiri atas utang usaha, utang lain-lain, liabilitas kontrak, akrual, dan liabilitas sewa. Setelah saat awal pengakuan yang diakui sebesar nilai wajarnya ditambah biaya transaksi, Grup mengukur seluruh liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Penghentian pengakuan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika, dan hanya jika, liabilitas Grup telah dilepaskan, dibatalkan atau kedaluwarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan terutang diakui dalam laba rugi konsolidasian. |
|
|
|
|
|
akuntansi revisian berikut yang telah diterbitkan dan berlaku efektif mulai 1 Januari 2026 dan belum diterapkan secara dini oleh Grup:
- Amendemen PSAK 109, Keuangan dan PSAK 107, Keuangan: Pengungkapan Perubahan Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan dan Kontrak yang Mengacu pada Listrik Bergantung Alam |
|
dari standar baru berikut berlaku efektif mulai 1 Januari 2027 dan belum diterapkan secara dini oleh Grup. Penerapan retrospektif diwajibkan, sehingga informasi komparatif untuk tahun keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2026 akan disajikan ulang sesuai dengan standar ini.
- PSAK 118, dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan
Pada tanggal 30 Juni 2026, Grup masih menilai dampak dari standar akuntansi baru dan revisi tersebut. |
|
|