[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry

Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
2026-06-30
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian Grup telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Indonesia yang mencaukup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntasi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan No. VIII.G.7 tentang dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Basis of preparation of consolidated financial statements
Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan dan entitas anak (termasuk entitas terstruktur). Pengendalian tercapai jika Grup memiliki kekuasaan atas investee; eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor. Perusahaan menilai kembali apakah entitas tersebut adalah investee jika fakta dan keadaan yang mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian yang disebutkan di atas. Ketika Perusahaan memiliki hak suara kurang dari mayoritas di-investee, ia memiliki kekuasaan atas investee ketika hak suara investor cukup untuk memberinya kemampuan praktis untuk mengarahkan aktivitas relevan secara sepihak. Perusahaan mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah hak suara Perusahaan cukup untuk memberikan Perusahaan kekuasaan, termasuk (i) ukuran kepemilikan hak suara Perusahaan relatif terhadap ukuran dan penyebaran kepemilikan pemilik hak suara lain; (ii) hak suara potensial yang dimiliki oleh Perusahaan, pemegang suara lain atau pihak lain; (iii) hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain; dan (iv) setiap fakta dan keadaan tambahan apapun mengindikasikan bahwa Perusahaan memiliki, atau tidak memiliki, kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas yang relevan pada saat keputusan perlu dibuat, termasuk pola suara pemilikan dalam RUPS sebelumnya. Konsolidasi entitas anak dimulai ketika Perusahaan memperoleh pengendalian atas entitas anak dan akan dihentikan ketika Perusahaan kehilangan pengendalian pada entitas anak. Secara khusus, pendapatan dan beban entitas anak diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain dari tanggal diperolehnya pengendalian Perusahaan sampai tanggal ketika Perusahaan berhenti mengendalikan entitas anak. Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepada kepentingan nonpengendali. Grup juga mengatribusikan total penghasilan komprehensif entitas anak kepada pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan nonpengendali memiliki saldo defisit. Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansi sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup. Seluruh aset dan liabilitas dalam intra Grup, ekuitas, pendapatan, beban dan arus kas yang berkaitan dengan transaksi dalam Grup dieliminasi secara penuh pada saat konsolidasi. Kepentingan nonpengendali pada entitas anak diidentifikasi secara terpisah dari ekuitas Grup di dalamnya. Kepentingan para pemegang saham nonpengendali yang memiliki kepentingan kepemilikan saat ini memberikan hak kepada pemegang sahamnya atas bagian proporsional dari aset bersih pada saat likuidasi yang awalnya dapat diukur pada nilai wajar atau pada bagian proporsional kepentingan nonpengendali dari nilai wajar aset bersih yang dapat diidentifikasi dari pihak yang diakuisisi yang dapat diidentifikasi. Pilihan pengukuran dilakukan atas per masing-masing akuisisi. Kepentingan nonpengendali lainnya pada awalnya diukur pada nilai wajar. Setelah akuisisi, jumlah tercatat bersih kepentingan nonpengendali adalah jumlah kepentingan tersebut pada pengakuan awal ditambah bagian kepentingan nonpengendali dari perubahan selanjutnya dalam ekuitas. Perubahan kepemilikan Grup pada entitas anak yang tidak mengakibatkan kehilangan pengendalian Grup atas entitas anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Jumlah tercatat bersih dari kepemilikan Grup dan kepentingan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan kepentingan relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah tercatat bersih kepentingan nonpengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Ketika Grup kehilangan pengendalian pada entitas anak, keuntungan atau kerugian diakui dalam laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i) agregat nilai wajar pembayaran yang diterima dan nilai wajar sisa kepemilikan (retained interest) dan (ii) jumlah tercatat bersih sebelumnya dari aset (termasuk goodwill), dan liabilitas dari entitas anak dan setiap kepentingan nonpengendali. Seluruh jumlah yang diakui sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan entitas anak dicatat seolah-olah Grup telah melepaskan secara langsung aset atau liabilitas terkait entitas anak (yaitu direklasifikasi ke laba rugi atau ditransfer ke kategori lain dari ekuitas sebagaimana ditentukan/diizinkan oleh standar akuntansi yang berlaku). Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk perlakuan akuntansi berikutnya dalam PSAK 109, Instrumen Keuangan, atau, ketika berlaku, biaya perolehan pada saat pengakuan awal dari investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Principles of consolidation
Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunannya dan mudah dikonversi menjadi kas yang dapat diketahui serta memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan Cash and cash equivalents
Piutang usaha dan piutang lain-lain Trade and other receivables
Persediaan Inventories
Tanaman produktif Bearer plants
Aset tetap Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian biaya perolehan tanah dan tidak didepresiasi Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah diakui sebagai asset takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atas tanah. Aset tetap lainnya Aset tetap diukur sebesar biaya perolehan, yang terdiri dari harga perolehannya dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan manajemen, serta termasuk estimasi awal atas biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi dimana aset tersebut berada. Biaya-biaya setelah perolehan awal seperti penggantian komponen dan inspeksi yang signifikan diakui dalam jumlah tercatat bersih aset tetap jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan akan mengalir ke Grup dan biaya tersebut dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat bersih atas komponen yang diganti tersebut atau sisa jumlah tercatat bersih biaya inspeksi terdahulu dihentikan pengakuannya. Biaya perawatan sehari-hari suatu aset tetap diakui sebagai biaya pada periode dimana biaya tersebut terjadi. Aset tetap menggunakan metode garis lurus selama estimasi masa manfaatnya sebagai berikut: Kendaraan 5-15 Peralatan Gudang 4-15 Gedung 20 Prasarana bangunan 4-10 Jumlah tercatat bersih aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah bersih hasil pelepasan dan nilai tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya. Pada setiap akhir tahun buku, umur manfaat dan metode penyusutan ditelaah, jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif. Estimasi nilai sisa yang material dan perkiraan masa manfaat dan metode penyusutan diperbarui sesuai kebutuhan, tapi setidaknya setiap tahun dengan efek yang diperhitungkan atas dasar prospektif. Umur manfaat kendaraan untuk tipe tertentu mengalami perubahan dan berlaku prospektif. Aset dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. Fixed assets
Tanah belum dikembangkan Undeveloped land
Aset biologis Biological assets
Perkebunan plasma Plasma plantations
Penurunan nilai aset nonkeuangan Untuk tujuan penilaian penurunan nilai, aset dikelompokkan pada tingkat terendah dimana sebagian besar terdapat arus kas masuk independen (unit penghasil kas). Akibatnya, beberapa aset diuji secara individual untuk penurunan nilai dan beberapa diuji pada tingkat unit penghasil kas. Kerugian penurunan nilai diakui sebesar jumlah tercatat bersih aset (atau unit yang menghasilkan arus kas melebihi jumlah terpulihkan), dimana nilai wajarnya lebih tinggi dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakai. Untuk menentukan nilai pakai, manajemen memperkirakan arus kas masa depan yang diharapkan dari masing-masing unit penghasil kas dan menentukan tingkat diskonto yang sesuai untuk menghitung nilai kini dari arus kas tersebut. Data yang digunakan untuk prosedur pengujian penurunan nilai secara langsung terkait dengan anggaran terakhir yang disetujui oleh Grup, disesuaikan jika diperlukan untuk mengecualikan dampak reorganisasi dan peningkatan aset di masa depan. Faktor diskon ditentukan secara individual untuk masing-masing unit penghasil kas dan mencerminkan penilaian pasar saat ini terhadap nilai waktu uang dan faktor risiko spesifik aset. Semua aset dinilai kembali untuk indikasi bahwa kerugian penurunan nilai yang sebelumnya telah diakui mungkin tidak ada lagi. Pembalikan kerugian penurunan nilai dilakukan jika jumlah yang dapat dipulihkan dari aset atau unit kas tersebut melebihi jumlah tercatat bersihnya. Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset keuangan dijelaskan dalam Catatan 3d. Impairment of non-financial assets
Beban tangguhan Deferred charges
Utang usaha dan liabilitas lain-lain Trade payables and other liabilities
Pengakuan pendapatan dan beban Untuk menentukan apakah akan mengakui pendapatan, Grup mengikuti proses 5 langkah: 1. Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan 2. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan 3. Menentukan harga transaksi 4.Mengalokasikan harga transaksi terhadap kewajiban pelaksanaan 5. Mengakui pendapatan ketika/pada saat kewajiban pelaksanaan diselesaikan. Pendapatan diakui baik pada suatu waktu tertentu atau sepanjang waktu, ketika (atau saat) Grup memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan mengalihkan jasa yang dijanjikan kepada pelanggannya. Pendapatan dari jasa logistik timbul dari penanganan pengiriman barang. Pendapatan dari jasa ini diakui pada suatu waktu tertentu, saat jasa telah diberikan dan pengendalian atas jasa tersebut telah dialihkan kepada pelanggan. Pendapatan dari jasa logistik timbul dari penanganan pengiriman barang. Pendapatan dari jasa ini diakui pada suatu waktu tertentu, saat jasa telah diberikan dan pengendalian atas jasa tersebut telah dialihkan kepada pelanggan. Jasa penyimpanan dan jasa handling barang diakui pada suatu waktu tertentu Beban diakui pada saat terjadinya berdasarkan metode akrual. Revenue and expense recognition
Penjabaran mata uang asing Mata uang fungsional dan penyajian Laporan keuangan masing-masing entitas Grup diukur dan disajikan dalam mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan konsolidasian dari Grup disajikan dalam mata uang Rupiah yang merupakan mata uang fungsional dan mata uang penyajian untuk laporan keuangan konsolidasian. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Dalam menyusun laporan keuangan masing-masing perusahaan, transaksi dalam mata uang selain mata uang fungsional entitas (mata uang asing) diakui pada nilai tukar yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada setiap tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ulang dengan menggunakan kurs pada tanggal tersebut. Pos non-moneter yang dicatat pada nilai wajar yang didenominasikan dalam mata uang asing dijabarkan dengan kurs yang berlaku pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos-pos non-moneter yang diukur berdasarkan biaya historis dalam mata uang asing tidak dijabarkan kembali. Perbedaan nilai tukar diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya. Tidak terdapat transaksi dalam mata uang selain Rupiah. Foreign currency translation
Transaksi dengan pihak berelasi a. Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: i.Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; ii. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau iii. Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor. b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya). ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya). iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a). vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas) viii. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor. Transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan konsolidasian. Transactions with related parties
Pajak penghasilan Beban pajak yang diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian terdiri dari jumlah pajak tangguhan dan pajak kini yang tidak diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau langsung dalam ekuitas.Penghitungan pajak kini dan pajak tangguhan didasarkan pada tarif pajak dan peraturan perpajakan yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Pajak penghasilan tangguhan dihitung dengan menggunakan metode liabilitas. Nilai tercatat pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan berdasarkan jumlah yang paling mungkin terjadi dan disesuaikan jika diperlukan. Menilai jumlah pajak kini dan pajak tangguhan yang paling mungkin terjadi jika terjadi ketidakpastian (misalnya karena kebutuhan untuk menafsirkan persyaratan undang-undang perpajakan yang berlaku), mengharuskan Grup untuk menerapkan pertimbangan dalam mempertimbangkan apakah kemungkinan besar otoritas perpajakan akan menerima perlakuan pajak yang ditahan. Aset pajak tangguhan diakui sepanjang besar kemungkinan bahwa rugi fiskal atau perbedaan temporer yang dapat dikurangkan akan diutilisasi terhadap penghasilan kena pajak di masa depan. Ini dinilai berdasarkan perkiraan Grup atas hasil operasi di masa depan, disesuaikan dengan pendapatan dan pengeluaran tidak kena pajak yang signifikan dan batas spesifik pada penggunaan kerugian atau kredit pajak yang belum digunakan.Liabilitas pajak tangguhan secara umum diakui secara penuh, meskipun PSAK 212, Pajak Penghasilan, secara spesifik menentukan pengecualian terbatas. Sebagai akibat dari pengecualian ini, Grup tidak mengakui pajak tangguhan atas perbedaan temporer yang berkaitan dengan goodwill, atau investasi pada entitas anak (hanya sepanjang Grup mengendalikan waktu pembalikan perbedaan temporer kena pajak dan pembalikan tersebut tidak dilakukan). mungkin terjadi di masa mendatang). Grup tidak melakukan saling hapus aset dan liabilitas pajak tangguhan kecuali Grup mempunyai hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan hal tersebut dan bermaksud untuk menyelesaikannya secara bersih Income taxes
Pinjaman Borrowings
Provisi Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban sekarang (hukum dan konstruktif) dimana, sebagai akibat dari peristiwa masa lalu, besar kemungkinan bahwa terdapat arus keluar sumber daya yang menyebabkan manfaat ekonomi akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban dan estimasi dari jumlah kewajiban yang dapat diandalkan dapat dilakukan. Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan perkiraan terbaik saat ini. Jika tidak mungkin bahwa terdapat arus keluar sumber daya untuk mewujudkan manfaat ekonomi akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban, ketentuan tersebut dibatalkan. Provisions
Imbalan kerja karyawan Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam suatu periode akuntasi, sebesar jumlah tidak terdikonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan akan dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut. Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah, gaji dan bonus. Imbalan Pasca-Kerja Imbalan Pasti Grup memberikan imbalan pasca-kerja imbalan pasti untuk para karyawannya sesuai dengan Peraturan Perusahaan dan Undang-Undang Cipta Kerja (PP No. 35/2021) yang digunakan rujukan pada saat itu. Di bawah program imbalan pasti Grup, jumlah manfaat pensiun yang akan diterima seorang karyawan pada saat pensiun ditentukan dengan mengacu pada masa kerja dan gaji terakhir karyawan. Grup tidak menetapkan dana atas program ini. Liabilitas yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian untuk program imbalan pasti adalah nilai kini dari kewajiban imbalan pasti pada tanggal pelaporan.Estimasi manajemen atas kewajiban imbalan pasti setiap tahun akan dibantu aktuaris independen. Ini didasarkan pada tingkat inflasi standar, tingkat pertumbuhan gaji dan kematian. Faktor-faktor diskon ditentukan hampir setiap akhir tahun dengan mengacu pada obligasi pemerintah jika obligasi korporasi berkualitas tinggi tidak memiliki pasar aktif dan tidak stabil lagi, yang didenominasikan dalam mata uang di mana manfaat akan dibayarkan dan yang memiliki jangka waktu hingga jatuh tempo mendekati ketentuan kewajiban pensiun terkait.Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit dengan penilaian aktuaria yang dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan tahunan. Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak batas atas aset (jika ada) dan dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan posisi keuangan konsolidasian yang dibebankan atau dikreditkan dalam penghasilan komprehensif lain periode terjadinya. Pengukuran kembali diakui pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi pada periode amandemen program. Bunga bersih dihitung dengan mengalikan tingkat diskonto pada awal periode imbalan pasti dengan liabilitas atau aset imbalan pasti bersih. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut: Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian); Beban atau pendapatan bunga bersih; dan Pengukuran kembaliLiabilitas untuk pesangon diakui mana yang terjadi lebih dulu ketika entitas tidak dapat lagi menarik penawaran imbalan tersebut dan ketika entitas mengakui biaya restrukturisasi terkait. Employee benefits
Laba per saham Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif. Earnings per share
Dividen Dividends
Pelaporan segmen Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara reguler dikaji ulang oleh keputusan operasional dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi. Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara reguler dikaji ulang oleh keputusan operasional dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi. Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: a. yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama); b. yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan c. dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penillaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap pendapatan. Grup memiliki dua segmen operasi: logistik dan jasa penyimpanan. Dalam mengidentifikasi segmen operasi ini, manajemen umumnya mengikuti jalur layanan Grup yang mewakili produk dan layanan utamanya (lihat Catatan 28). Masing-masing segmen operasi ini dikelola secara terpisah karena masing-masing membutuhkan pendekatan dan sumber daya yang berbeda. Semua transfer antar-segmen dilakukan dengan harga wajar berdasarkan harga yang dibebankan kepada pelanggan yang tidak terkait dalam penjualan tersendiri atas barang atau layanan yang identik. Segment reporting
Instrumen keuangan derivatif Derivative financial instruments
Penerapan standar akutansi baru The implementation of new statements of accounting standards
Kombinasi bisnis Business combination
Penentuan nilai wajar Determination of fair value
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Foreign currency transactions and balances
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain Current accounts with Bank Indonesia and other banks
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Placements with Bank Indonesia and other banks
Efek-efek Securities
Investasi jangka pendek Short-term investment
Aset hak guna Right of use assets
Properti investasi Investment properties
Goodwill Goodwill
Investasi pada entitas asosiasi Investment in associates
Aset takberwujud Intangible assets
Beban dibayar dimuka Prepaid expenses
Piutang dan utang asuransi Insurance receivables and payables
Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables
Aset minyak dan gas bumi Oil and gas properties
Aset eksplorasi dan evaluasi Exploration and evaluation assets
Aset konsesi Concession assets
Liabilitas atas kontrak Contract liabilities
Simpanan nasabah dan simpanan dari bank lain Deposits from customers and deposits from other banks
Obligasi subordinasi Subordinated bonds
Efek-efek yang dibeli dengan janji dibeli kembali Securities purchased under resell agreements
Liabilitas pembongkaran aset restorasi area Asset abandoment and site restoration
Saham treasuri Treasury stock
Modal saham Share capital
Pengaturan pembayaran berbasis saham Share-based payment arrangement
Biaya emisi efek ekuitas Stock issuance cost
Instrumen keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui ketika Grup menjadi bagian dari ketentuan kontrak dari instrumen. Aset keuangan dan liabilitas keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar, kecuali piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan signifikan yang diukur pada harga transaksiBiaya transaksi yang secara langsung dapat diatribusikan dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan dan liabilitas keuangan (selain aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar aset keuangan atau liabilitas keuangan, sebagaimana mestinya, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi diakui segera dalam laporan laba rugi.Kecuali untuk piutang usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan dan diukur pada harga transaksi sesuai dengan PSAK 115, semua aset keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar disesuaikan dengan biaya transaksi (jika ada). Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan, selain yang ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai, diklasifikasikan ke dalam kategori berikut pada saat pengakuan awal: - biaya perolehan diamortisasi - nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) - nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain (FVOCI). Klasifikasi ditentukan oleh dua dasar, yaitu: - model bisnis entitas untuk mengelola aset keuangan dan - karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan. Semua aset keuangan kecuali yang ada di FVTPL ditinjau penurunan nilainya setidaknya pada setiap tanggal pelaporan untuk mengidentifikasi apakah ada bukti obyektif bahwa aset keuangan atau sekelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai dan mengakui penyisihan kerugian atas kerugian kredit ekspektasian pada keuangan tersebut. Semua pendapatan dan beban yang berkaitan dengan aset keuangan yang diakui dalam laba rugi disajikan dalam biaya keuangan, pendapatan keuangan atau pos keuangan lainnya, kecuali penurunan nilai piutang usaha yang disajikan dalam beban lain-lain. Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset tersebut memenuhi kondisi berikut (dan tidak ditetapkan sebagai FVTPL): - Aset keuangan tersebut dimiliki dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dan mengumpulkan arus kas kontraktualnya - Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan arus kas yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Setelah pengakuan awal, aset keuangan tersebut diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif. Diskonto dihilangkan jika pengaruh diskonto tidak material. Aset keuangan Grup diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi yang terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan lain-lain dan uang jaminan. Pada periode yang disajikan, Grup tidak memiliki aset keuangan yang dikategorikan sebagai FVTPL dan FVOCI. Persyaratan penurunan nilai PSAK 109 menggunakan lebih banyak informasi forward-looking untuk mengakui kerugian kredit ekspektasian - kerugian kredit ekspektasian (ECL). Instrumen dalam ruang lingkup persyaratan baru termasuk pinjaman dan aset keuangan jenis utang lainnya yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan FVOCI, piutang usaha, aset kontrak yang diakui dan diukur berdasarkan PSAK 115 dan komitmen pinjaman dan beberapa kontrak jaminan keuangan (untuk penerbit) yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Pengakuan kerugian kredit tidak lagi bergantung pada identifikasi pertama dari peristiwa kerugian kredit yang dilakukan oleh Grup. Sebaliknya, Grup mempertimbangkan informasi yang lebih luas ketika menilai risiko kredit dan mengukur kerugian kredit yang diharapkan, termasuk peristiwa masa lalu, kondisi saat ini, prakiraan yang wajar dan dapat didukung yang mempengaruhi kolektibilitas yang diharapkan dari arus kas masa depan dari instrumen tersebut Kerugian kredit adalah selisih antara seluruh arus kas kontraktual yang jatuh tempo kepada entitas sesuai dengan kontrak dan seluruh arus kas yang diperkirakan diterima entitas (yaitu seluruh kekurangan kas), didiskontokan dengan suku bunga efektif awal (atau suku bunga efektif yang disesuaikan dengan kredit untuk aset keuangan yang dibeli atau yang berasal dari aset keuangan memburuk). Entitas mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dari instrumen keuangan (sebagai contoh, percepatan pelunasan, perpanjangan, opsi beli dan opsi-opsi serupa) selama perkiraan umur dari instrumen keuangan tersebut. Arus kas yang dipertimbangkan termasuk arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari persyaratan kontraktual. Terdapat praduga bahwa perkiraan umur dari instrumen keuangan dapat diestimasi dengan andal. Akan tetapi, dalam kasus yang jarang terjadi, apabila tidak mungkin untuk mengestimasi perkiraan umur instrumen keuangan dengan andal, entitas menggunakan sisa persyaratan kontraktual dari instrumen keuangan. Kerugian kredit ekspektasian adalah rata-rata tertimbang atas kerugian kredit dengan masing-masing terjadinya risiko gagal bayar sebagai pembobotan. Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan adalah bagian dari kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya merepresentasikan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari peristiwa gagal bayar instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan. Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya adalah kerugian kredit ekspektasian yang dihasilkan dari seluruh kemungkinan peristiwa gagal bayar selama perkiraan umur dari instrumen keuangan. Piutang usaha dan lain-lain Grup menggunakan pendekatan yang disederhanakan dalam akuntansi untuk piutang usaha dan lain-lain dan mencatat penyisihan kerugian sebagai kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya. Ini adalah perkiraan kekurangan arus kas kontraktual, dengan mempertimbangkan potensi gagal bayar pada titik mana pun selama umur instrumen keuangan. Dalam menghitung, Grup menggunakan pengalaman historisnya, indikator eksternal dan informasi forward-looking untuk menghitung kerugian kredit ekspektasian dengan menggunakan matriks provisi. Grup menilai penurunan nilai piutang usaha secara kolektif karena mereka memiliki karakteristik risiko kredit yang dikelompokkan berdasarkan hari jatuh tempo berdasarkan persyaratan penurunan nilai PSAK 109 diterapkan. Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi, selisih antara aset yang tercatat dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam laba rugi. Selain itu, penghentian pengakuan investasi dalam instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif sebelumnya akumulasi dalam cadangan revaluasi investasi direklasifikasi ke laba rugi Penghentian pengakuan aset keuangan secara keseluruhan, selisih antara jumlah tercatat bersih aset (diukur pada tanggal penghentian pengakuan) dan jumlah imbalan yang diterima (termasuk setiap asset baru yang diperoleh dikurangi setiap liabilitas baru yang ditanggung), diakui dalam laba rugi. Jika aset alihan merupakan bagian aset keuangan yang lebih besar (contohnya ketika entitas mengalihkan arus kas dari bunga yang merupakan bagian dari instrumen utang) dan bagian yang dialihkan tersebut memenuhi kriteria penghentian pengakuan secara keseluruhan, maka jumlah tercatat bersih sebelumnya dari aset keuangan yang lebih besar tersebut dialokasikan pada bagian yang tetap diakui dan bagian yang dihentikan pengakuannya, berdasarkan nilai wajar relatif dari kedua bagian tersebut pada tanggal pengalihan. Untuk tujuan ini, aset jasa pengelolaan yang masih dipertahankan diperlakukan sebagai bagian yang masih diakui. Selisih antara jumlah tercatat bersih (diukur pada tanggal penghentian pengakuan) yang dialokasikan pada bagian yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang diterima untuk bagian yang dihentikan pengakuannya (termasuk setiap aset baru yang diperoleh dikurangi setiap liabilitas baru yang ditanggung) diakui dalam laba rugi. Klasifikasi dan pengukuran liabilitas keuangan Liabilitas keuangan Grup termasuk utang usaha, utang lain-lain, biaya masih harus dibayar, utang bank, utang pembiayaan konsumen dan liabilitas sewa. Liabilitas keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar, dan, jika berlaku, disesuaikan dengan biaya transaksi kecuali Grup menetapkan liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas keuangan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode bunga efektif kecuali untuk derivatif dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada FVTPL, yang selanjutnya diukur pada nilai wajar dengan keuntungan atau kerugian yang diakui dalam laba rugi (selain instrumen keuangan derivatif yang telah ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai). Semua biaya terkait bunga dan, jika berlaku, perubahan nilai wajar instrumen yang dilaporkan dalam laba rugi dimasukkan dalam biaya keuangan atau pendapatan keuangan. Pada periode yang disajikan, Grup tidak memiliki liabilitas keuangan yang dikategorikan sebagai FVTPL. Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan jika, dan hanya jika, kewajiban Grup telah selesai, dibatalkan atau telah kedaluwarsa. Selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan yang harus dibayar diakui dalam laporan laba rugi. Ketika Grup menukar dengan pemberi pinjaman yang ada, satu instrumen utang menjadi instrumen utang lainnya dengan persyaratan yang secara substansial berbeda, pertukaran tersebut dicatat sebagai pengakhiran liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru. Demikian pula, Grup mencatat modifikasi substansial atas persyaratan suatu liabilitas yang ada atau bagian darinya sebagai pengakhiran dari liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas yang baru. Diasumsikan bahwa persyaratan tersebut berbeda secara substansial jika didiskontokan nilai sekarang dari arus kas dalam persyaratan baru, termasuk biaya yang dibayarkan setelah dikurangi biaya yang diterima dan didiskon menggunakan suku bunga efektif awal setidaknya 10 persen berbeda dari nilai sekarang yang didiskontokan dari arus kas yang tersisa dari liabilitas keuangan awal. Jika modifikasinya tidak substansial, perbedaan antara: (1) nilai tercatat liabilitas sebelum modifikasi; dan (2) nilai kini arus kas setelah modifikasi diakui dalam laba rugi sebagai keuntungan atau kerugian modifikasi dalam keuntungan dan kerugian lainnya. Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika Grup tersebut memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk menyelesaikan secara bersih atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak saling hapus dapat ada pada saat ini dari pada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan atau kebangkrutan. Financial instruments
Aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual Non-current assets classified as held for sale
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Peristiwa setelah akhir tahun laporan yang memberikan informasi tambahan terkait posisi Grup pada periode laporan keuangan ( events) disajikan dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah akhir tahun laporan yang bukan adjusting events telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian apabila material Events after reporting period
Penerapan standar akuntansi baru Adoption of new accounting standards
Standar akuntansi yang telah disahkan namun belum berlaku efektif Accounting standards issued but not yet effective
Utang pembiayaan konsumen Consumer financing liabilities