[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry

Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
2026-06-30
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep harga perolehan serta menggunakan dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas. The financial statements have been prepared on the basis of historical cost and using the accrual basis, except for the statements of cash flows. Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas atas dasar kegiatan operasi, investasi dan pendanaan. The statements of cash flows are prepared based on the direct method by classifying cash flows on the basis of operating, investing and financing activities. Seluruh angka dalam laporan keuangan disajikan dalam Dolar Amerika Serikat ($), kecuali dinyatakan lain. Figures in the financial statements are stated in United States Dollar ($), unless otherwise specified. Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area dimana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan di Catatan 3. The preparation of financial statements in conformity with Indonesian Financial Accounting Standards requires the use of certain critical accounting estimates. It also requires management to exercise its judgment in the process of applying the Company accounting policies. The areas involving a higher degree of judgment or complexity, or areas where assumptions and estimates are significant to the financial statements are disclosed in Note 3. Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan () Changes to the Statements of Financial Accounting Standards () Pada tanggal 1 Januari 2025, Perusahaan telah menerapkan amendemen berikut yang berlaku efektif pada tanggal tersebut dan yang relevan bagi Perusahaan: On 1 January 2025, the Company has adopted the following amendment that became effective on that date and that are relevant to the Company: - Amendemen PSAK 109 dan PSAK 107 tentang Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan -Amendment of PSAK 109 and PSAK 107 and Measurement of Financial Instruments Amendemen PSAK yang telah diterbitkan dan relevan dengan operasi Perusahaan, namun belum berlaku efektif untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Maret 2026 adalah sebagai berikut: Efektif pada 1 Januari 2027: - PSAK 118 dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan Pada tanggal pengesahan laporan keuangan, Perusahaan sedang mengevaluasi dan dampak potensial atas implementasi standar baru dan amandemen tersebut terhadap laporan keuangan. Amendment PSAK issued which are relevant to the Company operation, but have not been effective for the financial year ended 31 March 2026 are as follows: Effective on 1 January 2026: - Amendment of PSAK 109 and PSAK 107 and Measurement of Financial Instruments - Amendemen PSAK 338 Bisnis Entitas Sepengendali - Amendment of PSAK 338 Combination under Common Control Effective on 1 January 2026: - PSAK 118 and Disclosure in Financial Statements As at the authorisation date of these financial statements, the Company is still evaluating the potential impact of the implementation of these new and amended standards to its financial statements. Basis of preparation of consolidated financial statements
Prinsip-prinsip konsolidasi Principles of consolidation
Kas dan setara kas Kas dan bank mencakup kas dan simpanan di bank. Cash and banks include cash on hand and cash in banks. Cash and cash equivalents
Piutang usaha dan piutang lain-lain Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi, dengan menggunakan metode bunga efektif, kecuali efek diskontonya tidak material, setelah dikurangi provisi penurunan nilai piutang. Trade and other receivables are recognised initially at fair value and subsequently measured at amortised cost, using the effective interest method, except where the effect of discounting would be immaterial, less provision for impairment of receivables. Jika piutang diperkirakan dapat ditagih dalam waktu satu tahun atau kurang, piutang diklasifikasikan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang disajikan sebagai aset tidak lancar. If collection is expected in one year or less, they are classified as current assets. If not, they are presented as non-current assets. Penyisihan penurunan nilai piutang diukur berdasarkan kerugian kredit ekspektasian dengan melakukan penelaahan atas kolektibilitas saldo secara individual atau kolektif melalui pendekatan yang disederhanakan dengan mempertimbangkan informasi makro ekonomi yang forward-looking dan relevan yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan. Provisi penurunan nilai dihapuskan pada saat piutang tersebut tidak akan tertagih. Provision for impairment of receivables is measured based on the expected credit loss by reviewing the collectibility of balances individually and collectively through a simplified approach by taking into account the forwardlooking and relevant macroeconomic information that is carried out at the end of each reporting period. An impairment provision is written-off when the receivables become uncollectible. Trade and other receivables
Persediaan Persediaan dinyatakan dengan nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih. Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode masuk pertama keluar pertama () untuk barang dalam proses dan barang jadi; dan metode rata-rata tertimbang untuk persediaan lainnya. Inventories are stated at the lower of cost or net realisable value. Costs are determined by using first-in-first-out () method for work in process and finished goods; and weightedaverage method for other inventories. Harga perolehan barang jadi dan barang dalam proses terdiri dari biaya bahan baku, bahan penunjang, biaya tenaga kerja serta alokasi biaya overhead yang dapat diatribusikan secara langsung baik yang bersifat tetap maupun variabel. Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi beban penjualan. Costs of finished goods and work in progress comprise costs of raw materials, supplies, labour costs and an appropriate proportion of directly attributable fixed and variable overheads. Net realisable value is the estimate of the selling price in the ordinary course of business, less the estimated cost of completion and the estimated selling expenses. Penyisihan untuk penurunan nilai persediaan ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau penjualan masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang. A provision for impairment of inventory is determined on the basis of estimated future usage or sale of individual inventory items. Inventories
Tanaman produktif Bearer plants
Aset tetap Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk, bea masuk, biaya pengangkutan, biaya penanganan, biaya penyimpanan, biaya penyediaan lokasi, biaya pemasangan, dan estimasi awal provisi pelepasan aset tetap, dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, jika ada. Fixed assets are stated at acquisition cost, which includes any applicable import duties, freight costs, handling costs, storage costs, site preparation costs, installation costs and the initial estimate of any assets retirement obligations, less accumulated depreciation and impairment, if any. Penyusutan dimulai sejak aset siap digunakan, dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis. Depreciation is applied from the date the assets are ready for use, using the straight-line method over their estimated useful lives. Tanah dinyatakan pada harga perolehan dan tidak disusutkan. Biaya legal awal untuk mendapatkan hak legal diakui sebagai bagian biaya akuisisi tanah dan biaya-biaya tersebut tidak disusutkan. Land is stated at cost and not depreciated. Initial legal costs incurred to obtain legal rights are recognised as part of the acquisition cost of the land and these costs are not depreciated. Biaya-biaya setelah perolehan awal dimasukkan dalam nilai tercatat aset dan diakui secara terpisah, hanya jika terdapat kemungkinan besar biaya yang dikapitalisasi tersebut akan memberikan manfaat ekonomis bagi Perusahaan dan dapat diukur secara andal. Nilai tercatat dari komponen yang diganti dihapusbukukan. Subsequent costs are included in the asset carrying amount and recognised as a separate asset, only when it is probable that future economic benefits associated with the item will flow to the Company and the cost of the item can be measured reliably. The carrying amount of replaced parts is written-off. Suku cadang terdiri dari suku cadang asuransi dan suku cadang modal. Suku cadang asuransi digunakan apabila terjadi kerusakan atau kegagalan peralatan yang tidak terduga dan disusutkan selama periode yang sama dengan komponen yang terkait. Suku cadang modal digunakan untuk mengganti suku cadang yang sudah ada yang terpasang pada mesin dan peralatan. Suku cadang modal ini akan langsung dibebankan ke laporan laba rugi ketika mulai dipakai. Spare parts consist of insurance spares and capital spares. Insurance spares are used in the event of unexpected breakdown or equipment failures and depreciated over the same period as the component with which they are associated. Capital spares are used for replacement of the existing spare parts attached to the machinery and equipment. Capital spare parts is charged to the profit and loss when it is started being used. Seluruh biaya pemeliharaan dan perbaikan lainnya diakui sebagai beban pada laba rugi pada saat terjadinya. All other repairs and maintenance are charged to profit or loss during the financial period in which they are incurred. Perusahaan secara berkala menelaah apakah cadangan penyisihan suku cadang diperlukan. Kriteria suku cadang yang memerlukan cadangan penyisihan adalah jika suku cadang tidak bergerak selama beberapa tahun atau jika mesin atau peralatan pabrik tempat suku cadang dipasang telah pensiun. Suku cadang tersebut akan dicadangkan sepenuhnya. The Company periodically assess if provision for spare parts is needed. The criteria for spare parts that need a provision are if the spare parts have no movement for several years or if the machinery or equipment in which the spare parts are attached has been retired. Such spare parts will be fully provisioned. Apabila aset tetap dilepas, maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan, dan keuntungan dan kerugian yang dihasilkan diakui dalam laba rugi. When assets are disposed, their carrying values and the related accumulated depreciation are eliminated from the financial statements, and the resulting gains and losses on the disposal of fixed assets are recognised in profit or loss. Pada akhir periode pelaporan, Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat ekonomis aset, nilai sisa aset, metode penyusutan dan estimasi sisa umur pemakaian berdasarkan kondisi teknis. At the end of reporting period, the Company periodically reviews the useful lives of the assets, asset residual value, depreciation method and the remaining usage expectation based on technical specification. Fixed assets
Tanah belum dikembangkan Undeveloped land
Aset biologis Biological assets
Perkebunan plasma Plasma plantations
Penurunan nilai aset nonkeuangan Aset nonkeuangan ditelaah untuk mengetahui apakah telah terjadi penurunan nilai bilamana terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat terpulihkan. Non-financial assets are reviewed for impairment whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying amount may not be recoverable. Kerugian akibat penurunan nilai diakui sebesar selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai terpulihkan aset tersebut yaitu nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai aset. An impairment loss is recognised for the amount by which the asset carrying amount exceeds its recoverable amount which is the higher of an asset fair value less cost to sell and value in use. Dalam menentukan penurunan nilai, aset dikelompokkan pada tingkat yang paling rendah dimana terdapat arus kas (unit penghasil kas) yang dapat diidentifikasi. Aset nonkeuangan yang mengalami penurunan nilai diuji setiap tanggal pelaporan untuk menentukan apakah terdapat kemungkinan pemulihan penurunan nilai, tetapi tidak boleh melebihi akumulasi rugi penurunan nilai yang telah diakui sebelumnya. For the purposes of assessing impairment, assets are grouped at the lowest levels for which there are separately identifiable cash flows (cash-generating units). Non-financial assets that have suffered impairment are reviewed for possible reversal of the impairment at each reporting date, but not in excess of any cumulative impairment loss previously recognised. Impairment of non-financial assets
Beban tangguhan Deferred charges
Utang usaha dan liabilitas lain-lain Utang usaha adalah kewajiban membayar barang atau jasa yang telah diterima dalam kegiatan usaha normal dari pemasok. Utang usaha dan utang lain-lain diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek jika pembayarannya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka panjang. Trade payables are obligations to pay for goods or services that have been acquired in the ordinary course of business from suppliers. Trade and other payables are classified as current liabilities if payment is due within one year or less. If not, they are presented as noncurrent liabilities. Utang usaha dan utang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi, dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali efek diskontonya tidak material. Trade and other payables are initially measured at fair value and subsequently measured at amortised cost, using the effective interest method, except where the effect of discounting would be immaterial. Trade payables and other liabilities
Pengakuan pendapatan dan beban Perusahaan melakukan analisis transaksi melalui lima langkah berikut: The Company perform transaction analysis through the following five steps: 1. Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, dengan kriteria berikut: - Kontrak telah disetujui oleh pihakpihak terkait dalam kontrak. - Perusahaan dapat mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu pembayaran dari barang yang akan dialihkan. - Kontrak memiliki substansi komersial. - Besar kemungkinan Perusahaan akan menerima imbalan atas barang yang dialihkan. 1. Identify contract with customers with certain criteria as follows: - The contract has been agreed by the parties involved in the contract. - The Company can identify the rights of relevant parties and the terms of payment for the goods to be transferred. - The contract has commercial substance. - It is possible that the Company will receive benefits for the goods transferred. 2. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak, untuk menyerahkan barang yang memiliki karakteristik yang berbeda ke pelanggan. 2. Identify the performance obligations in the contract, to transfer distinctive goods to the customer. 3. Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur dan insentif penjualan, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang yang dijanjikan ke pelanggan. 3. Determine the transaction price, net of discounts, returns and sales incentives, which an entity expects to be entitled in exchange for transferring promised goods to a customer. 4. Mengalokasikan harga transaksi kepada setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang yang dijanjikan di kontrak. 5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi. 4. Allocate the transaction price to each performance obligation on the basis of the relative standalone selling prices of each good promised in the contract. 5. Recognise revenue when the performance obligation is satisfied. Kewajiban pelaksanaan umumnya dipenuhi pada suatu waktu tertentu. The performance obligation is typically satisfied at a point in time. Penjualan bersih adalah pendapatan dari penjualan barang jadi dan barang setengah jadi setelah dikurangi diskon, retur dan pajak pertambahan nilai. Net sales represent revenue earned from the sales of finished goods and intermediate goods, net of discounts, returns, trade allowances and value added tax. Pendapatan dari penjualan barang diakui ketika pengendalian barang telah dialihkan kepada pelanggan yaitu: - untuk penjualan ekspor, pada saat penyerahan barang di atas kapal di pelabuhan pengiriman sesuai dengan ketentuan pengiriman yang disepakati, dan - untuk penjualan domestik, pada saat barang diserahkan kepada perusahaan jasa pengangkutan untuk dikirimkan ke pelanggan sesuai dengan ketentuan pengiriman yang disepakati. Revenue from sale of goods is recognised when the control over the goods is delivered to the customers, which are determined as follows: - for export sales, upon delivery of the goods on board at the shipping port in accordance with the agreed shipping term, and - for domestic sales, when the goods are received by the transporters to be delivered to the customers in accordance with the agreed shipping term. Tidak terdapat unsur pembiayaan karena penjualan barang Perusahaan dilakukan dengan tunai (pembayaran langsung atau pembayaran dimuka); atau dengan kredit jangka pendek. There is no element of financing as the Company sale of goods are either on cash terms (immediate payments or advance payments); or on short-term credit terms. Jika pembayaran dari konsumen melebihi kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi, maka liabilitas kontrak diakui. Liabilitas kontrak disajikan dalam yang masih harus diterima. When payments by the customers exceed performance obligation satisfied, a contractual liability is recognised. Contract liabilities are presented under revenue. Beban diakui pada saat terjadinya berdasarkan metode akrual. Expenses are recognised when incurred on an accrual basis. Revenue and expense recognition
Penjabaran mata uang asing Foreign currency translation
Transaksi dengan pihak berelasi Perusahaan bertransaksi dengan pihak-pihak berelasi. Definisi pihak-pihak berelasi yang digunakan adalah sesuai dengan yang diatur dalam PSAK 224 pihak-pihak berelasi . The Company has transactions with related parties. The definition of related parties used is in accordance with PSAK 224 party disclosures . Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. All significant transactions and balances with related parties are disclosed in the notes to the financial statements. Transactions with related parties
Pajak penghasilan Beban pajak suatu periode terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Beban pajak diakui dalam laba rugi, kecuali untuk pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang langsung diakui di ekuitas. Dalam hal ini, pajak penghasilan diakui di ekuitas. The tax expense for the period comprises current and deferred tax. Tax expense is recognised in profit or loss, except to the extent that it relates to items recognised directly in equity. In this case, the tax is recognised in equity. Pajak penghasilan kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. The current income tax charge is calculated on the basis of the tax laws enacted at the statements of financial position date. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan pada Surat Pemberitahuan Tahunan sehubungan dengan situasi dimana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak. Management periodically evaluates positions taken in tax returns with respect to situations in which applicable tax regulation is subject to interpretation. It establishes provision where appropriate on the basis of amounts expected to be paid to the tax authorities. Pajak penghasilan tangguhan diakui dengan menggunakan metode balance sheet liability, untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak atas aset dan kewajiban dengan nilai tercatatnya. Deferred income tax is provided using the balance sheet liability method, for all temporary differences arising between the tax bases of assets and liabilities and their carrying values. Pajak tangguhan ditentukan dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan dan diharapkan akan digunakan pada saat aset pajak tangguhan direalisasi atau kewajiban pajak tangguhan diselesaikan. Deferred tax is determined using tax rates (and laws) that have been enacted or substantially enacted at the statements of financial position date and are expected to apply when the related deferred tax asset is realised or the deferred tax liability is settled. Aset pajak tangguhan diakui apabila besar kemungkinan jumlah penghasilan kena pajak di masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi pajak yang masih dapat dimanfaatkan. Deferred tax assets are recognised to the extent that it is probable that future taxable profit will be available against which the deductible temporary differences and tax losses carried forward can be utilised. Income taxes
Pinjaman Liabilitas keuangan Perusahaan meliputi utang usaha, utang lain-lain, pinjaman jangka pendek, akrual, liabilitas sewa dan utang dividen. Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan Perusahaan diakui sebesar nilai wajar dikurangi dengan biaya-biaya transaksi yang terjadi. Selanjutnya, liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. The Company financial liabilities include trade payables, other payables, short-term borrowings, accruals, lease liabilities and dividend payables. The Company financial liabilities are recognised initially at fair value net of transaction costs incurred. Subsequently, financial liabilities are stated at amortised cost using the effective interest method. A financial liability is derecognised when the obligation under the liability is discharged or cancelled or has expired. Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal. Pada 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan hanya memiliki liabilitas keuangan yang diklasifikasikan sebagai kategori biaya diamortisasi. The Company determines the classification of its financial liabilities at initial recognition. As at 31 December 2025 and 2024, the Company only has financial liabilities at amortised cost. Borrowings
Provisi Provisi diakui apabila Perusahaan mempunyai kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu dan besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya dan kewajiban tersebut dapat diestimasi dengan andal. Provisi tidak diakui untuk kerugian operasi masa depan. Provisions are recognised when the Company has a present obligation (legal as well as constructive) as a result of past events and it is more likely than not that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate of the amount of the obligation can be made. Provisions are not recognised for future operating losses. Provisions
Imbalan kerja karyawan Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan. Short-term employee benefits. Short-term employee benefits are recognised when they accrue to the employees. Imbalan pensiun Perusahaan memiliki skema pensiun imbalan pasti. Skema tersebut didanai melalui pembayaran kepada Dana Pensiun Goodyear Indonesia, yang ditentukan dengan perhitungan aktuaris secara berkala. Kewajiban imbalan pensiun merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal laporan posisi keuangan dikurangi dengan nilai wajar aset program yang berasal dari program pensiun yang ada. Kewajiban imbalan pasti dihitung setiap tahun oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. Nilai kini kewajiban ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas di masa depan dengan menggunakan imbal hasil obligasi korporasi berkualitas tinggi. Apabila tidak terdapat pasar yang aktif untuk obligasi tersebut, maka digunakan imbal hasil obligasi pemerintah pada tanggal laporan posisi keuangan dari obligasi pemerintah jangka panjang dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang dimana imbalan tersebut akan dibayarkan dan yang memiliki jangka waktu yang sama dengan kewajiban imbalan pensiun yang bersangkutan. Perusahaan menyediakan imbalan pensiun minimum yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku yang merupakan kewajiban imbalan pasti. Jika imbalan pensiun sesuai dengan undang-undang lebih besar dari program pensiun yang ada, selisih tersebut diakui sebagai bagian dari kewajiban imbalan pensiun. Perusahaan mengakui liabilitas/aset imbalan pasti neto dalam laporan posisi keuangan. Ketika entitas memiliki surplus dalam program imbalan pasti, maka entitas mengukur aset imbalan pasti neto pada jumlah yang lebih rendah antara surplus program imbalan pasti dan batas atas aset. Batas atas aset adalah nilai kini atas setiap manfaat ekonomi yang tersedia dalam bentuk pengurangan kontribusi masa depan untuk program tersebut. Nilai wajar aset program dikurangkan dari nilai kini kewajiban imbalan pasti untuk menentukan jumlah defisit atau surplus. Pengukuran kembali liabilitas/aset imbalan pasti neto dibebankan atau dikreditkan pada penghasilan komprehensif lain dan dilaporkan dalam saldo laba. Pengukuran kembali terdiri atas: - Keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian pengalaman dan perubahan asumsi aktuarial; - Imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas/aset imbalan pasti neto; dan - Setiap perubahan atas dampak batas atas aset tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas/aset imbalan pasti neto. Biaya jasa lalu diakui secara langsung di laba rugi. Keuntungan dan kerugian dari kurtailmen atau penyelesaian program manfaat pasti diakui di laba rugi ketika kurtailmen atau penyelesaian tersebut terjadi. Pension benefits The Company has a defined benefit pension scheme. The scheme is funded through payments to Dana Pensiun Goodyear Indonesia, determined by periodic actuarial calculations. The pension benefit obligation is the present value of the defined benefit obligation at the statements of financial position date less the fair value of plan assets from existing pension program. The defined benefit obligation is calculated annually by an independent actuary using the projected unit credit method. The present value of the obligation is determined by discounting the estimated future cash outflows using the yield of high quality corporate bonds. Where there is no deep market in such bonds, the yields of government bonds at the statements of financial position date of long-term government bonds that are denominated in Rupiah in which the benefits will be paid and that have terms to maturity similar to the related pension liability, are used instead. The Company provides a minimum pension benefit as stipulated in the prevailing laws and regulations, which represents an underlying defined benefit obligation. If the pension benefits based on regulations are higher than those based on the existing pension plan, the difference is recorded as part of the overall pension benefit obligations. The Company shall recognise the net defined benefit liability/asset in the statements of financial position. When an entity has a surplus in a defined benefit plan, it shall measure the net defined benefit asset at the lower of the surplus in the defined benefit plan and the asset ceiling. The asset ceiling is the present value of any economic benefits available in the form of reduction in the future contributions to the plan. The fair value of any plan assets is deducted from the present value of the defined benefit obligation in determining the deficit or surplus. Remeasurements of the net defined benefit liability/asset are charged or credited to other comprehensive income and reported in retained earnings. These comprise the following: - Actuarial gains and losses arising from experience adjustments and changes in actuarial assumptions; - The return on plan assets, excluding amounts included in net interest on the net defined benefit liability/asset; and - Any change in the effect of the asset ceiling, excluding amounts included in net interest on the net defined benefit liability/asset. Past service costs are recognised immediately in profit or loss. Gains or losses on the curtailment or settlement of a defined benefit plan are recognised in profit or loss when the curtailment or settlement occurs. Imbalan kerja jangka panjang lainnya Imbalan kerja jangka panjang lainnya seperti penghargaan jubilee dihitung dengan menggunakan metode projected unit credit dan didiskontokan ke nilai kini. Biaya jasa lalu dan pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian dan perubahan asumsi aktuarial dibebankan pada laporan laba rugi. Other long-term employee benefits Other long-term employee benefits such as jubilee awards are calculated using the projected unit credit method and discounted to present value. Past service costs and remeasurements arising from experience adjustments and changes in actuarial assumptions are charged immediately to profit or loss. Pesangon pemutusan kontrak kerja Dalam hal menyediakan pesangon sebagai penawaran untuk mengundurkan diri secara sukarela, pesangon pemutusan kontrak kerja diukur berdasarkan jumlah karyawan yang diharapkan menerima penawaran tersebut. Imbalan yang jatuh tempo lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan didiskontokan menjadi nilai kininya. Termination benefits In the case of an offer made to encourage voluntary redundancy, the termination benefits are measured based on the number of employees expected to accept the offer. Benefits falling due more than 12 months after the reporting date are discounted to their present value. Employee benefits
Laba per saham Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi total laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar sepanjang periode pelaporan. Basic earnings per share is calculated by dividing profit for the year with the weighted average number of ordinary shares outstanding during the reporting period. Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, tidak ada efek yang berpotensi menjadi saham biasa. Oleh karena itu, laba per saham dilusian sama dengan laba per saham dasar. As at 31 December 2025 and 2024, there were no existing instruments which could result in the issuance of further ordinary shares. Therefore, diluted earnings per share is equivalent to basic earnings per share. Earnings per share
Dividen Pembagian dividen final diakui sebagai kewajiban ketika dividen tersebut disetujui Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan. Pembagian dividen interim diakui sebagai kewajiban ketika dividen disetujui berdasarkan keputusan rapat Direksi dan disetujui oleh Dewan Komisaris serta telah diumumkan kepada publik. Final dividend distributions are recognised as a liability when the dividends are approved in the Company General Meeting of the Shareholders. Interim dividend distributions are recognised as a liability when the dividends are approved by a Board of Directors resolution, approval has been obtained from the Board of Commissioners and a public announcement has been made. Dividends
Pelaporan segmen Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan kepada pengambil keputusan operasional yang bertanggung jawab mengalokasikan sumber daya, menilai kinerja segmen dan mengambil keputusan strategis. Operating segments are reported in a manner consistent with the internal reporting provided to the chief operating decision maker who is responsible for allocating resources, assessing segment performance and making strategic decisions. Segment reporting
Instrumen keuangan derivatif Derivative financial instruments
Penerapan standar akutansi baru The implementation of new statements of accounting standards
Kombinasi bisnis Business combination
Penentuan nilai wajar Determination of fair value
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Foreign currency transactions and balances
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain Current accounts with Bank Indonesia and other banks
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Placements with Bank Indonesia and other banks
Efek-efek Securities
Investasi jangka pendek Short-term investment
Aset hak guna Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan, atau mengandung, sewa dibuat berdasarkan substansi perjanjian itu sendiri dan penilaian apakah pemenuhan atas perjanjian bergantung dari penggunaan aset tertentu atau aset dan apakah perjanjian memberikan hak untuk menggunakan aset Determination whether an arrangement is, or contains, a lease is made based on the substance of the arrangement and assessment of whether fulfilment of the arrangement is dependent on the use of a specific asset or assets and the arrangement conveys a right to use the asset.. Persyaratan sewa dinegosiasikan secara individual dan berisi berbagai persyaratan dan ketentuan yang berbeda. Perjanjian sewa tidak memberlakukan perjanjian apa pun selain jaminan untuk tujuan peminjaman. Lease terms are negotiated on an individual basis and contain a wide range of different terms and conditions. The lease agreements do not impose any covenants other than the security for borrowing purposes. Sewa diakui sebagai aset hak guna dan liabilitas terkait pada tanggal dimana aset sewaan tersedia untuk digunakan oleh Perusahaan. Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara liabilitas dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan ke laba rugi selama masa sewa sehingga menghasilkan suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas yang tersisa untuk setiap periode. Leases are recognised as a right-of-use asset and a corresponding liability at the date at which the leased asset is available for use by the Company. Each lease payment is allocated between the liability and interest expense. Interest expense is charged to profit or loss over the lease period so as to produce a constant periodic rate of interest on the remaining balance of the liability for each period. Aset dan liabilitas yang timbul dari sewa pada awalnya diukur dengan basis nilai kini. Liabilitas sewa termasuk nilai bersih sekarang dari pembayaran sewa tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi), dikurangi piutang insentif sewa. Pembayaran sewa yang harus dilakukan berdasarkan opsi perpanjangan tertentu juga termasuk dalam pengukuran liabilitas. Assets and liabilities arising from a lease are initially measured on a present value basis. Lease liabilities include the net present value of the fixed lease (including in-substance fixed payments), less any lease incentive receivables. Lease payments to be made under reasonably certain extension options are also included in the measurement of the liability. Pembayaran sewa didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa. Jika tarif tidak dapat segera ditentukan, dimana hal tersebut secara umum terjadi pada sewa dalam Perusahaan, suku bunga pinjaman inkremental penyewa digunakan, yaitu tarif yang harus dibayar oleh penyewa untuk meminjam dana yang diperlukan untuk memperoleh aset dengan nilai yang sama dengan aset hak guna dalam lingkungan ekonomi serupa dengan syarat dan ketentuan yang serupa. The lease payments are discounted using the interest rate implicit in the lease. If the rate cannot be readily determined, which is generally the case for leases in the Company, the lessee incremental borrowing rate is used, being the rate that the individual lessee would have to pay to borrow the funds necessary to obtain an asset of similar value to the right-of-use asset in a similar economic environment with similar terms, security and conditions. Untuk menentukan suku bunga pinjaman inkremental, Perusahaan: - jika memungkinkan, menggunakan pembiayaan pihak ketiga terkini yang diterima oleh penyewa individu sebagai titik awal, disesuaikan untuk mencerminkan perubahan kondisi pembiayaan sejak pembiayaan pihak ketiga diterima; - menggunakan pendekatan build-up yang dimulai dengan suku bunga bebas risiko yang disesuaikan dengan risiko kredit untuk sewa; dan - membuat penyesuaian spesifik untuk sewa, misalnya jangka waktu, negara, mata uang dan jaminan. To determine the incremental borrowing rate, the Company: - where possible, uses recent third party financing received by the individual lessee as a starting point, adjusted to reflect changes in financing conditions since third party financing was received; - uses a build-up approach that starts with a risk-free interest rate adjusted for credit risk for leases; and - makes adjustments specific to the lease, i.e. term, country, currency and security. Aset hak guna diukur pada biaya perolehan yang terdiri dari berikut ini: - jumlah pengukuran awal liabilitas sewa; - pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi insentif sewa yang diterima; dan biaya langsung awal. Aset hak guna umumnya disusutkan sepanjang waktu yang lebih pendek antara lama masa manfaat aset dan jangka waktu sewa menggunakan metode garis lurus. Right-of-use assets are measured at cost comprising the following: - the amount of the initial measurement of lease liability; - any lease payments made at or before the commencement date less any lease incentives received; and any initial direct costs. Right-of-use assets are generally depreciated over the shorter of the asset useful life and the lease term on a straight-line basis. Pembayaran terkait dengan sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah diakui atas dasar garis lurus sebagai beban dalam laporan laba rugi. Sewa jangka pendek adalah sewa dengan masa sewa 12 bulan atau kurang. Payments associated with short-term leases and leases of low-value assets are recognised on a straight-line basis as an expense in profit or loss. Short-term leases are leases with a lease term of 12 months or less. Pembayaran sewa variabel yang tidak didasarkan pada indeks atau tarif diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya kondisi yang memicu pembayaran tersebut. Variable lease payments that are not based on an index or a rate are recognised in profit or loss in the period in which the condition that triggers those payments occurs. Right of use assets
Properti investasi Investment properties
Goodwill Goodwill
Investasi pada entitas asosiasi Investment in associates
Aset takberwujud Intangible assets
Beban dibayar dimuka Beban dibayar dimuka diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode manfaat yang diharapkan. Prepaid expenses are amortised using the straight-line method over the period of expected benefit. Prepaid expenses
Piutang dan utang asuransi Insurance receivables and payables
Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables
Aset minyak dan gas bumi Oil and gas properties
Aset eksplorasi dan evaluasi Exploration and evaluation assets
Aset konsesi Concession assets
Liabilitas atas kontrak Contract liabilities
Simpanan nasabah dan simpanan dari bank lain Deposits from customers and deposits from other banks
Obligasi subordinasi Subordinated bonds
Efek-efek yang dibeli dengan janji dibeli kembali Securities purchased under resell agreements
Liabilitas pembongkaran aset restorasi area Asset abandoment and site restoration
Saham treasuri Treasury stock
Modal saham Saham biasa diklasifikasikan sebagai ekuitas. Ordinary shares are classified as equity. Tambahan biaya yang secara langsung terkait dengan penerbitan saham atau opsi baru disajikan pada bagian ekuitas sebagai pengurang, sebesar jumlah yang diterima bersih setelah dikurangi pajak. Incremental costs directly attributable to the issue of new shares or options are shown in equity as a deduction, net of tax, from the proceeds. Share capital
Pengaturan pembayaran berbasis saham Share-based payment arrangement
Biaya emisi efek ekuitas Stock issuance cost
Instrumen keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. Financial assets and liabilities are offset and the net amount is reported in the statements of financial position when there is a legally enforceable right to offset the recognised amounts and there is an intention to settle on a net basis or realise the asset and settle the liability simultaneously Financial instruments
Aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual Non-current assets classified as held for sale
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Events after reporting period
Penerapan standar akuntansi baru Adoption of new accounting standards
Standar akuntansi yang telah disahkan namun belum berlaku efektif Accounting standards issued but not yet effective
Utang pembiayaan konsumen Consumer financing liabilities