[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry

Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
2026-06-30
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan. Basis of preparation of consolidated financial statements
Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak telah disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 201 Laporan Keuangan. Principles of consolidation
Kas dan setara kas Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu 3 bulan atau kurang. Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya, disajikan dalam akun aset lain-lain. Cash and cash equivalents
Piutang usaha dan piutang lain-lain Pada saat pengakuan awal piutang usaha diakui sebesar nilai wajarnya dan selanjutnya diukur pada nilai yang diamortisasi setelah dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai piutang. Cadangan penyisihan kerugian dibentuk apabila terdapat bukti yang obyektif bahwa Perusahaan tidak dapat menagih seluruh nilai terutang sesuai dengan persyaratan awal piutang. Piutang dihapusbukukan pada saat piutang tersebut dipastikan tidak akan tertagih. Trade and other receivables
Persediaan Dalam industri peternakan, persediaan meliputi antara lain hewan ternak tersedia dijual, hewan ternak dalam proses pertumbuhan dan barang atau material yang akan digunakan secara langsung dalam proses produksi. Inventories
Tanaman produktif Bearer plants
Aset tetap Aset tetap pemilikan langsung, kecuali tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, jika ada. Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Fixed assets
Tanah belum dikembangkan Undeveloped land
Aset biologis Aset biologis yang diatur dalam PSAK 241 adalah aset (hewan atau tanaman hidup) yang dapat menghasilkan produk agrikultur (contohnya sapi menghasilkan susu), dapat menjadi produk agrikultur (contohnya sapi menjadi daging), atau bahkan dapat menghasilkan aset biologis lain sebagai produknya (misalnya sapi menghasilkan anak sapi). Biological assets
Perkebunan plasma Plasma plantations
Penurunan nilai aset nonkeuangan Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas tidak diamortisasi namun diuji penurunan nilainya setiap tahun, atau lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan pada kondisi yang mengindikasikan kemungkinan penurunan nilai. Aset yang tidak diamortisasi diuji ketika terdapat indikasi bahwa nilai tercatatnya mungkin tidak dapat dipulihkan. Penurunan nilai diakui jika nilai tercatat aset melebihi jumlah terpulihkan. Jumlah terpulihkan adalah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai aset. Impairment of non-financial assets
Beban tangguhan Sesuai dengan Keputusan Ketua Bapepam No. KEP-06/PM/2000 mengenai Perubahan Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian Laporan Keuangan biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran umum perdana Perusahaan kepada masyarakat akan disajikan sebagai pengurang hasil emisi dan dicatat pada akun Tambahan Modal Disetor - Agio Saham. Deferred charges
Utang usaha dan liabilitas lain-lain Trade payables and other liabilities
Pengakuan pendapatan dan beban PSAK 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut: - Identifikasi kontrak dengan pelanggan; - Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan; - Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak; - Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin; - Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut). Revenue and expense recognition
Penjabaran mata uang asing Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan terhadap mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anaknya dengan nilai tukar pada tanggal transaksi. Foreign currency translation
Transaksi dengan pihak berelasi Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor: Transactions with related parties
Pajak penghasilan Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak diakui di dalam laba rugi, kecuali sepanjang pajak tersebut terkait dengan unsur-unsur yang terkait di dalam pendapatan komprehensif lain atau terkait langsung di dalam ekuitas. Dalam hal ini, pajak juga diakui masing-masing di dalam pendapatan komprehensif lain atau langsung diakui di dalam ekuitas. Income taxes
Pinjaman Borrowings
Provisi Provisions
Imbalan kerja karyawan Perusahaan menerapkan PSAK No. 219 Kerja. Berdasarkan PSAK No. 219 Kerja biaya imbalan kerja dihitung berdasarkan UU No. 13 dengan menggunakan metode perhitungan aktuarial projected unit credit. Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial bersih yang belum diakui untuk masing-masing program pada akhir tahun pelaporan sebelumnya melebihi jumlah 10% dari kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Employee benefits
Laba per saham Sesuai dengan PSAK No. 233 per Saham laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba yang diatribusikan kepada pemegang ekuitas entitas induk dengan menghitung jumlah rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar selama periode berjalan. Earnings per share
Dividen Dividends
Pelaporan segmen Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan kepada pengambil keputusan operasional yang bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya, menilai kinerja segmen operasi dan membuat keputusan strategis. Segment reporting
Instrumen keuangan derivatif Derivative financial instruments
Penerapan standar akutansi baru Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan () dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (). Standar akuntansi revisian berikut, yang relevan untuk Grup, berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2025 dan tidak memiliki pengaruh material terhadap laporan keuangan konsolidasian: - PSAK 221: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing - PSAK 117: Kontrak Asuransi - PSAK 370: Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak The implementation of new statements of accounting standards
Kombinasi bisnis Business combination
Penentuan nilai wajar Determination of fair value
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan terhadap mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anaknya dengan nilai tukar pada tanggal transaksi. Foreign currency transactions and balances
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain Current accounts with Bank Indonesia and other banks
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Placements with Bank Indonesia and other banks
Efek-efek Securities
Investasi jangka pendek Short-term investment
Aset hak guna PSAK 116 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai operasi. Right of use assets
Properti investasi Investment properties
Goodwill Goodwill
Investasi pada entitas asosiasi Investment in associates
Aset takberwujud Intangible assets
Beban dibayar dimuka Beban dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus. Prepaid expenses
Piutang dan utang asuransi Insurance receivables and payables
Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables
Aset minyak dan gas bumi Oil and gas properties
Aset eksplorasi dan evaluasi Exploration and evaluation assets
Aset konsesi Concession assets
Liabilitas atas kontrak Contract liabilities
Simpanan nasabah dan simpanan dari bank lain Deposits from customers and deposits from other banks
Obligasi subordinasi Subordinated bonds
Efek-efek yang dibeli dengan janji dibeli kembali Securities purchased under resell agreements
Liabilitas pembongkaran aset restorasi area Asset abandoment and site restoration
Saham treasuri Treasury stock
Modal saham Share capital
Pengaturan pembayaran berbasis saham Share-based payment arrangement
Biaya emisi efek ekuitas Sesuai dengan Keputusan Ketua Bapepam No. KEP-06/PM/2000 mengenai Perubahan Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian Laporan Keuangan biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran umum perdana Perusahaan kepada masyarakat akan disajikan sebagai pengurang hasil emisi dan dicatat pada akun Tambahan Modal Disetor - Agio Saham. Stock issuance cost
Instrumen keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan atau kebangkrutan Perusahaan atau pihak lawan. Financial instruments
Aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual Non-current assets classified as held for sale
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Tidak ada peristiwa setelah periode pelaporan sampai dengan tanggal laporan ini yang sifatnya material dan atau mengindikasikan timbulnya ketidakpastian terhadap kemampuan kelangsungan usaha Perusahaan. Events after reporting period
Penerapan standar akuntansi baru Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan () dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (). Standar akuntansi revisian berikut, yang relevan untuk Grup, berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2025 dan tidak memiliki pengaruh material terhadap laporan keuangan konsolidasian: - PSAK 221: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing - PSAK 117: Kontrak Asuransi - PSAK 370: Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak Adoption of new accounting standards
Standar akuntansi yang telah disahkan namun belum berlaku efektif Standar akuntansi revisian berikut yang telah diterbitkan dan relevan untuk Grup berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2026 dan belum diterapkan secara dini oleh Grup: - Amendemen PSAK 109 dan PSAK 107: Pengungkapan tentang Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan - PSAK 338 (Revisi 2025): Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali Accounting standards issued but not yet effective
Utang pembiayaan konsumen Consumer financing liabilities