| Kebijakan akuntansi signifikan |
Significant accounting policies |
|
|
|
penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah biaya historis, kecuali instrumen keuangan tertentu yang diukur pada nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan |
|
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang
dikendalikan oleh Perusahaan dan entitas anak (termasuk entitas terstruktur). Pengendalian tercapai
jika Perusahaan memiliki kekuasaan atas investee; eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan investee; dan kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee
untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor |
|
Untuk tujuan penyajian arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang
jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan
serta tidak dibatasi penggunaannya |
|
(account receivables) yakni aktiva lancar pada sebuah perusahaan karena adanya transaksi penjualan
berupa barang atau jasa kepada suatu pihak. Pada transaksi yang ada, pembayaran dilakukan secara
kredit atau belum lunas (accounts receivable). Piutang lain-lain adalah jenis piutang non-usaha yang
belum dibayar oleh pihak ketiga secara khusus untuk hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan
operasional perusahaan seperti, gaji karyawan, kelebihan pembayaran pajak dan lainnya. Biasanya,
piutang ini juga disebut sebagai other receivable |
|
Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih
rendah. Biaya terdiri atas bahan langsung dan biaya overhead yang dikeluarkan untuk membawa
persediaan ke lokasi dan kondisinya saat ini. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata
tertimbang. Nilai realisasi bersih merupakan estimasi harga jual persediaan dikurangi seluruh biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan |
|
|
|
berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian
penurunan nilai. Penyusutan diakui dengan metode garis lurus setelah memperhitungkan nilai residu
berdasarkan taksiran masa aset tetap sebagai berikut: Bangunan dan prasarana Mesin dan peralatan
pabrik Infrastruktur Peralatan kantor dan perabot Kendaraan Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan
metode penyusutan direview setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut
berlaku prospektif. Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Beban
pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya. Biaya-biaya lain yang
terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat
sebagai biaya perolehan aset jika, dan hanya jika, besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa
depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat
diukur secara andal. Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak ada
manfaat ekonomik masa depan yang diharapkan timbul dari penggunaan aset secara berkelanjutan.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari pelepasan atau penghentian pengakuan suatu aset tetap
ditentukan sebagai selisih antara hasil penjualan dan nilai tercatat aset dan diakui dalam laba rugi.
Aset yang telah disusutkan sepenuhnya yang masih digunakan tetap termasuk dalam laporan keuangan konsolidasian. Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dipindahkan
ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan |
|
|
|
|
|
|
|
pelaporan, Grup menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan apakah terdapat
indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, jumlah
terpulihkan dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak
memungkinkan untuk mengestimasi jumlah terpulihkan atas suatu aset individual, Grup mengestimasi
jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas atas aset. Ketika dasar alokasi yang wajar dan konsisten
dapat diidentifikasi, aset perusahaan juga dialokasikan ke masing-masing kelompok unit penghasil kas,
atau sebaliknya mereka dialokasikan ke kelompok terkecil dari kelompok unit penghasil kas di mana
dasar alokasi yang wajar dan konsisten dapat diidentifikasi. Jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi
antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakai. Dalam menilai nilai pakainya, estimasi
arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang
menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset dengan
estimasi arus kas masa depan belum disesuaikan. Jika jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan
(unit penghasil kas) lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) diturunkan
menjadi sebesar jumlah terpulihkan dan rugi penurunan nilai segera diakui dalam laba rugi. Ketika
penurunan nilai selanjutnya dibalik, jumlah tercatat aset (atau unit penghasil kas) ditingkatkan ke
estimasi yang direvisi dari jumlah terpulihkannya, namun kenaikan jumlah tercatat tidak boleh melebihi
jumlah tercatat ketika kerugian penurunan nilai tidak diakui untuk aset (atau unit penghasil kas) pada
tahun-tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui segera dalam laba rugi |
|
Beban ditangguhkan merupakan beban dibayar di muka jangka panjang yang dicatat sebagai aset di
neraca sampai digunakan/dikonsumsi. Setelah itu, diklasifikasikan sebagai beban dalam periode
akuntansi berjalan |
|
Utang usaha atau utang dagang (account payable) merupakan kewajiban yang muncul akibat transaksi
pembelian barang atau jasa secara kredit yang berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan,
dan harus dibayarkan segera dalam jangka waktu singkat |
|
utama berikut: Penjualan kabel listrik, dan perlengkapan terkait Kontrak konstruksi Pendapatan diukur
berdasarkan imbalan yang Grup perkirakan menjadi haknya dalam kontrak dengan pelanggan dan
tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga. Grup mengakui pendapatan ketika
mengalihkan pengendalian barang atau jasa kepada pelanggan Dalam menentukan pengakuan
pendapatan, Grup melakukan analisis sebagai berikut: 1. Mengindentifikasi kontrak dengan pelanggan
2. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak, untuk menyerahkan barang atau jasa yang
memiliki karakteristik yang berbeda ke pelanggan. 3. Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi
diskon, retur, insentif penjualan, pajak penjualan barang mewah, pajak pertambahan nilai dan
pungutan ekspor, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. 4. Mengalokasikan harga transaksi kepada setiap kewajiban
pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual dari setiap barang atau jasa yang dijanjikan di
kontrak. 5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (sepanjang waktu atau
pada suatu waktu tertentu). Pendapatan diakui baik pada suatu waktu tertentu atau sepanjang waktu,
ketika (atau ketika) Grup memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan mengalihkan barang atau jasa
yang dijanjikan kepada pelanggannya |
|
masing entitas Grup diukur dan disajikan dalam mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan konsolidasian dari Grup disajikan dalam
mata uang Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan mata uang penyajian untuk
laporan keuangan konsolidasian. Dalam penyusunan laporan keuangan entitas Grup, transaksi dalam
mata uang selain mata uang fungsional entitas (mata uang asing) diakui pada kurs yang berlaku pada
tanggal transaksi. Pada setiap akhir perode pelaporan, pos moneter dalam valuta asing dijabarkan
kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Pos-pos non moneter yang diukur pada nilai
wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal ketika nilai wajar
ditentukan. Pos nonmoneter yang diukur dalam biaya historis dalam valuta asing tidak dijabarkan
kembali |
|
pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup (entitas pelapor): a. Orang atau
anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: i. Memiliki
pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; ii. Memiliki pengaruh signifikan atas
entitas pelapor; atau iii. Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari
entitas pelapor. b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk,
entitas anak, dan sesama entitas anak saling berelasi dengan entitas lainnya). ii. Satu entitas adalah
entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama
yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. iv. Satu entitas adalah
ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga. v.
Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas
pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang
menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor. vi.
Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a). vii.
Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). viii. Entitas, atau anggota dari
kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil
manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor. Transaksi
signifikan yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan
yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan konsolidasian |
|
pajak yang terhutang dan pajak tangguhan. Pajak kini terutang berdasarkan laba kena pajak untuk
suatu tahun. Laba kena pajak berbeda dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan di laba rugi
karena tidak memperhitungkan penghasilan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan pada
tahun berbeda dan tidak memperhitungkan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak
dapat dikurangkan. Liabilitas Grup untuk pajak kini dihitung berdasarkan tarif pajak yang telah berlaku
pada akhir periode pelaporan. Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara jumlah tercatat
aset dan liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian dengan dasar pengenaan pajak yang
digunakan dalam perhitungan laba kena pajak. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk
seluruh perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh
perbedaan temporer yang dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena pajak
akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan
tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (selain dari kombinasi bisnis) dari
aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak mempengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi.
Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal
goodwill. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan
berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan berdasarkan tarif pajak (dan
peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan
cara Grup memperkirakan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan
jumlah tercatat aset dan liabilitasnya. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir
periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi
tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak
tangguhan tersebut. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam
laba rugi periode berjalan, kecuali untuk pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa
yang diakui di luar laba rugi (baik dalam penghasilan komprehensif lain maupun secara langsung di
ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba rugi, atau yang timbul dari akuntansi awal
kombinasi bisnis. Dalam hal kombinasi bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam akuntansi kombinasi
bisnis. Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini
dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang
dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama atas entitas kena pajak yang sama atau entitas kena
pajak yang berbeda yang memiliki intensi untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar
neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode
masa depan dimana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan untuk
diselesaikan atau dipulihkan |
|
Surat Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) tanggal 22 Februari 2024 dari PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk, perusahaan memperoleh penawaran fasilitas pinjaman berupa: i. Fasilitas Kredit Modal Kerja
Revolving Rekening Koran sebesar Rp 100.000.000.000. ii. Fasilitas NCL-1 (Letter of Credit) sebesar
Rp 225.000.000.000, dengan sublimit fasilitas Trust Receipt sebesar Rp 150.000.000.000 dan sublimit
fasilitas LC untuk pembelian mesin sebesar USD 276.850. iii. Fasilitas SKBDN sebesar Rp
140.000.000.000. iv. Fasilitas Bank Garansi sebesar Rp 500.000.000.000. v. Fasilitas Treasury Line
sebesar USD 10.000.000 (setara dengan Rp 162.620.000.000). vi. Fasilitas KMK Transaksional 1
sebesar Rp 250.000.000.000. vii. Fasilitas KMK Transaksional 2 sebesar Rp 150.000.000.000.
Fasilitas tersebut diatas berlaku sampai dengan 28 Februari 2025. Berdasarkan Surat Penawaran
Pemberian Kredit (SPPK) tanggal 1 Maret 2025 dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, fasilitas tersebut
diperpanjang sampai 28 Februari 2026 |
|
Surat Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) tanggal 22 Februari 2024 dari PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk, perusahaan memperoleh penawaran fasilitas pinjaman berupa: i. Fasilitas Kredit Modal Kerja
Revolving Rekening Koran sebesar Rp 100.000.000.000. ii. Fasilitas NCL-1 (Letter of Credit) sebesar
Rp 225.000.000.000, dengan sublimit fasilitas Trust Receipt sebesar Rp 150.000.000.000 dan sublimit
fasilitas LC untuk pembelian mesin sebesar USD 276.850. iii. Fasilitas SKBDN sebesar Rp
140.000.000.000. iv. Fasilitas Bank Garansi sebesar Rp 500.000.000.000. v. Fasilitas Treasury Line
sebesar USD 10.000.000 (setara dengan Rp 162.620.000.000). vi. Fasilitas KMK Transaksional 1
sebesar Rp 250.000.000.000. vii. Fasilitas KMK Transaksional 2 sebesar Rp 150.000.000.000.
Fasilitas tersebut diatas berlaku sampai dengan 28 Februari 2025. Berdasarkan Surat Penawaran
Pemberian Kredit (SPPK) tanggal 1 Maret 2025 dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, fasilitas tersebut
diperpanjang sampai 28 Februari 2026 |
|
menghitung estimasi imbalan pasca kerja untuk seluruh karyawannya yang memenuhi kualifikasi
sesuai dengan Undang-Undang Cipta Kerja (atau biasa disebut dengan Omnibus Law) No. 11/2020
dan Peraturan Pemerintah No. 35/2021.Grup menghitung dan membukukan imbalan pasca kerja
imbalan pasti untuk para karyawannya yang memenuhi kualifikasi sesuai dengan Peraturan
Perusahaan. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pasca kerja tersebut adalah 616 karyawan
pada tahun 2024 (2023: 560) (Tidak diaudit).Cadangan imbalan kerja untuk tanggal 31 Desember 2024
dan 2023 dihitung oleh aktuaris independen KKA Steven dan Mourits. Manajemen berkeyakinan bahwa liabilitas imbalan kerja karyawan telah cukup sesuai dengan yang diisyaratkan oleh peraturan
yang berlaku.Liabilitas imbalan pasti memberikan eksposur Grup terhadap risiko aktuarial, seperti risiko
tingkat bunga dan risiko gaji |
|
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas
induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan |
|
Undang-undang Perseroan Terbatas Indonesia, Perusahaan disyaratkan untuk menetapkan
setidaknya 20% dari modal yang diterbitkan dan disetor sebagai cadangan wajib Pemegang saham
menyepakati untuk mencadangkan dari saldo laba sebesar Rp 5.000.000.000 sebagai tambahan
cadangan modal berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dengan Akta No. 152 dari
Hannywati Gunawan, S.H., notaris di Jakarta tanggal 7 Juni 2024 |
|
internal mengenai komponen dari Grup yang secara regular direview oleh pengambil keputusan
operasional dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi. Segmen
operasi adalah suatu komponen dari entitas: a) yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh
pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi
dengan komponen lain dari entitas yang sama); b) yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular
oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang
dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan c) dimana tersedia informasi keuangan
yang dapat dipisahkan. Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam
rangka alokasi sumber daya dan penilaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk |
|
diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian pada saat Grup menjadi salah satu pihak dalam
ketentuan kontraktual instrumen tersebut. Aset keuangan dan liabilitas keuangan pada awalnya diukur
pada nilai wajar. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau
penerbitan aset keuangan dan liabilitas keuangan ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar aset
keuangan dan liabilitas keuangan, jika diperlukan, pada pengakuan awal. Semua pembelian atau
penjualan reguler aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya berdasarkan tanggal
perdagangan. Pembelian atau penjualan reguler adalah pembelian atau penjualan aset keuangan yang
memerlukan penyerahan aset dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau konvensi di
pasar. Semua aset keuangan yang diakui selanjutnya diukur secara keseluruhan pada biaya perolehan
yang diamortisasi atau nilai wajar, tergantung pada klasifikasi aset keuangan tersebut |
|
penyesuaian standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan Dalam tahun berjalan, Grup telah
menerapkan sejumlah amandemen/ penyesuaian PSAK yang relevan dengan operasinya dan efektif
untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024. Penerapan atas PSAK revisi
tidak mengakibatkan perubahan atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material
terhadap jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian Standar dan amandemen/
penyesuaian standar telah diterbitkan tapi belum diterapkan Efektif untuk periode yang dimulai pada
atau setelah tanggal 1 Januari 2025 PSAK 117 Kontrak Asuransi PSAK 117 (amendemen) Kontrak
Asuransi: Penerapan awal PSAK 117 dan PSAK 109 Informasi Komparatif PSAK 221 (amandemen)
Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing: Kekurangan Ketertukaran |
|
Akuisisi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu
kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar
tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada
pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup
dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui di dalam
laba rugi pada saat terjadinya |
|
Entitas mengukur aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual pada nilai yang
lebih rendah antara jumlah tercatat dan nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual. Penentuan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi
terutama tentang harga pasar terkini dari properti serupa di lokasi serupa dan biaya untuk menjualnya |
|
masing entitas Grup diukur dan disajikan dalam mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana
entitas beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan konsolidasian dari Grup disajikan dalam
mata uang Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan mata uang penyajian untuk
laporan keuangan konsolidasian. Dalam penyusunan laporan keuangan entitas Grup, transaksi dalam
mata uang selain mata uang fungsional entitas (mata uang asing) diakui pada kurs yang berlaku pada
tanggal transaksi. Pada setiap akhir perode pelaporan, pos moneter dalam valuta asing dijabarkan
kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Pos-pos non moneter yang diukur pada nilai
wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal ketika nilai wajar
ditentukan. Pos nonmoneter yang diukur dalam biaya historis dalam valuta asing tidak dijabarkan
kembali. Selisih kurs diakui dalam laba rugi pada periode saat terjadinya |
|
|
|
|
|
|
|
produk investasi yang dilakukan dengan cara menyetor atau menyimpan sejumlah dana pada
instrumen investasi tertentu dalam kurun waktu yang singkat. Keuntungan dan modal dari investasi
tersebut bisa dicairkan dalam waktu relatif singkat, biasanya mulai dari 3 bulan hingga kurang dari 1
tahun saja |
|
guna terdiri dari pengukuran awal atas liabilitas sewa, pembayaran sewa yang dilakukan pada saat
atau sebelum permulaan sewa dan biaya langsung awal. Aset hak-guna selanjutnya diukur sebesar
biaya dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai. Aset hak-guna disusutkan selama
periode yang lebih singkat antara masa sewa dan masa manfaat aset pendasar. Jika sewa
mengalihkan kepemilikan aset pendasar atau jika biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan Grup
akan mengeksekusi opsi beli, aset hak-guna disusutkan selama masa manfaat aset pendasar.
Penyusutan dmulai pada tanggal permulaan sewa |
|
Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau
kedua-duanya) yang dikuasai (oleh pemilik atau lesse melalui sewa pembiayaan) untuk menghasilkan
rental atau untuk kenaikan nilai atau keduanya, dan tidak untuk |
|
Goodwill diukur sebagai selisih lebih dari nilai gabungan dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap
kepentingan nonpengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan
ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika ada) atas jumlah
neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih pada tanggal akuisisi. Jika,
setelah penilaian kembali, jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang
diambilalih pada tanggal akuisisi melebihi jumlah imbalan yang dialihkan, jumlah dari setiap
kepentingan non pengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan
ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi (jika ada), selisih lebih
tersebut diakui segera dalam laba rugi sebagai keuntungan pembelian dengan diskon |
|
|
|
aset nonmoneter yang teridentifikasi tanpa wujud fisik tetapi membawa manfaat ekonomi masa depan
ke perusahaan serta dapat diidentifikasi. Di antara manfaat yang diperoleh yaitu hak-hak istimewa,
atau posisi yang menguntungkan guna menghasilkan pendapatan |
|
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus |
|
Asuransi kredit adalah bentuk pertanggungjawaban dari pihak asuransi kepada kreditur apabila debitur
tidak bisa melunasi pinjaman. Sama halnya dengan kegiatan berinvestasi, asuransi kredit juga penting
untuk melindungi aset di masa depan |
|
Pembiayaan Piutang merupakan jenis pengaturan pembiayaan di mana perusahaan menerima modal
pembiayaan yang terkait dengan sebagian dari piutang dagangnya. Perjanjian pembiayaan piutang
usaha dapat disusun dengan berbagai cara biasanya dengan dasar sebagai penjualan aset atau
pinjaman |
|
|
|
|
|
|
|
Pendapatan dari kontrak konstruksi meliputi jumlah awal yang disepakati dalam kontrak jasa ditambah
dengan variasi kontrak pekerjaan. Pendapatan dari konstruksi diakui sepanjang waktu dengan metode
biaya-ke-biaya, yaitu berdasarkan proporsi biaya kontrak yang telah terjadi untuk pekerjaan yang
dilaksanakan sampai tanggal tersebut relatif terhadap perkiraan jumlah biaya kontrak |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pembelian kembali instrumen ekuitas Perusahaan (saham treasuri) diakui dan dikurangkan secara
langsung dari ekuitas. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan
atau pembatalan instrumen ekuitas Perusahaan tersebut tidak diakui dalam laba rugi |
|
Modal ditempatkan dan disetor penuh adalah saham biasa yang memberikan hak kepada pemilik untuk
satu suara per saham dan berpartisipasi dalam dividen |
|
|
|
|
|
diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian pada saat Grup menjadi salah satu pihak dalam
ketentuan kontraktual instrumen tersebut. Aset keuangan dan liabilitas keuangan pada awalnya diukur
pada nilai wajar. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau
penerbitan aset keuangan dan liabilitas keuangan ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar aset
keuangan dan liabilitas keuangan, jika diperlukan, pada pengakuan awal. Semua pembelian atau
penjualan reguler aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya berdasarkan tanggal
perdagangan. Pembelian atau penjualan reguler adalah pembelian atau penjualan aset keuangan yang
memerlukan penyerahan aset dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau konvensi di
pasar. Semua aset keuangan yang diakui selanjutnya diukur secara keseluruhan pada biaya perolehan
yang diamortisasi atau nilai wajar, tergantung pada klasifikasi aset keuangan tersebut |
|
(atau kelompok lepasan) diklasifikasi sebagai yang dimiliki untuk dijual diukur pada nilai yang lebih
rendah antara jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual. Aset tidak lancar
yang dimiliki untuk dijual (atau kelompok lepasan) diklasifikasi sebagai dimiliki untuk dijual jika jumlah
tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan dari pada melalui pemakaian
berlanjut. Kondisi ini dianggap terpenuhi hanya ketika aset (atau kelompok lepasan) berada dalam keadaan segera dapat dijual dengan syarat-syarat yang biasa dan umum yang diperlukan dalam
penjualan aset (atau kelompok lepasan) tersebut dan penjualannya harus sangat mungkin terjadi.
Manajemen harus memiliki komitmen untuk menjual dan penjualan diharapkan untuk diselesaikan
dalam waktu dekat. Kerugian penurunan nilai awal atau selanjutnya diakui atas penurunan nilai aset
(atau kelompok lepasan) ke nilai wajar dikurangi dengan biaya untuk menjual aset. Keuntungan diakui
atas peningkatan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset (atau kelompok lepasan), tetapi tidak
boleh melebihi akumulasi rugi penurunan nilai yang telah diakui sebelumnya. Keuntungan atau
kerugian yang sebelumnya tidak diakui pada tanggal penjualan aset tidak lancar (atau kelompok
lepasan) diakui pada tanggal penghentian pengakuan. Aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual dan aset dalam kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual disajikan secara
terpisah dari aset lainnya dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Liabilitas dalam kelompok
lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual disajikan secara terpisah dari liabilitas
lainnya dalam laporan posisi keuangan konsolidasian |
|
|
|
Dalam tahun berjalan, Grup telah menerapkan amendemen-amandemen PSAK berikut yang efektif
untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025. Penerapan tersebut tidak
memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian |
|
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2026 : Amandemen PSAK 338
Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali, Amandemen PSAK 109 Instrumen Keuangan dan
Amandemen PSAK 107 Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Klasifikasi dan Pengukuran
Instrumen Keuangan, Amandemen PSAK 109 Instrumen Keuangan dan Amandemen PSAK 107
Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Kontrak yang Mengacu pada Listrik Bergantung Alam,
Penyesuaian Tahunan 2024 SAK Indonesia |
|
|