| Kebijakan akuntansi signifikan |
Significant accounting policies |
|
|
|
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia (), yang mencakup Pernyataan
dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia (DSAK IAI) dan Peraturan-Peraturan
serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan
Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh
Otoritas Jasa Keuangan (). |
|
Laporan keuangan konsolidasian meliputi
laporan keuangan Perusahaan dan entitas
anaknya. Kendali diperoleh bila Grup terekspos
atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan investee dan memiliki
kemampuan untuk memengaruhi imbal hasil
tersebut melalui kekuasaannya atas investee.
Dengan demikian, Grup mengendalikan
investee, jika dan hanya jika, Grup memiliki
seluruh hal berikut ini:
i) Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang
ada saat ini yang memberi Grup
kemampuan kini untuk mengarahkan
aktivitas relevan dari investee,
ii) Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel
dari keterlibatannya dengan investee, dan
iii) Kemampuan untuk menggunakan
kekuasaannya atas investee yang
memengaruhi jumlah imbal hasil. |
|
Kas dan setara kas merupakan kas, bank dan call deposit dan deposito berjangka dengan
jangka waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan
sebagai jaminan, dan mana yang memiliki risiko tidak signifikan dari perubahan nilai.
Deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari 3 (tiga) bulan diklasifikasikan sebagai Keuangan Lancar Lainnya |
|
Piutang usaha merupakan hak Grup atas sejumlah imbalan yang tidak bersyarat (yaitu, hanya berlalunya waktu yang perlu terjadi sebelum pembayaran imbalan tersebut jatuh tempo). Jangka waktu kredit kepada pelanggan berkisar antara 30 (tiga puluh) sampai dengan 90 (sembilan puluh) hari dari tanggal penerbitan faktur. |
|
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih
rendah antara biaya perolehan atau nilai
realisasi neto. Nilai realisasi neto persediaan
adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha
biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan
estimasi biaya yang diperlukan untuk menjual.
Biaya yang dikeluarkan untuk setiap produk agar
berada pada lokasi dan kondisi siap untuk dijual
dicatat sebagai berikut: i) Bahan baku, suku cadang dan bahan pembantu: harga pembelian; ii) Barang jadi dan persediaan dalam proses:
biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung dan bagian proporsional dari beban overhead berdasarkan kapasitas operasi normal namun tidak termasuk biaya pinjaman
Biaya perolehan persediaan ditentukan dengan
menggunakan metode rata-rata bergerak atau
metode rata-rata tertimbang, kecuali untuk biaya
perolehan persediaan EPMT yang ditentukan
dengan menerapkan metode masuk pertama,
keluar pertama (FIFO). Perbedaan metode
pengukuran persediaan tidak menimbulkan
penyesuaian yang berdampak signifikan
terhadap laporan keuangan konsolidasian.
Cadangan kerugian penurunan nilai untuk persediaan usang ditentukan berdasarkan hasil
penelaahan berkala terhadap keadaan fisik persediaan dan nilai realisasi neto persediaan. |
|
n.a. |
|
Grup telah memilih model biaya sebagai kebijakan akuntansi untuk pengukuran aset
tetapnya. Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan rugi penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian
bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan.
Grup umumnya menghitung penyusutan dengan menggunakan metode garis lurus,
kecuali untuk aset tetap entitas anak tertentu, berdasarkan estimasi umur manfaat ekonomis
aset tetap yang bersangkutan |
|
n.a. |
|
n.a. |
|
n.a. |
|
Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu
aset mengalami penurunan nilai pada akhir
setiap tanggal pelaporan. Jika terdapat indikasi
tersebut atau pada saat pengujian penurunan
nilai aset tahunan (yaitu, aset takberwujud
dengan umur manfaat tidak terbatas, aset
takberwujud yang belum dapat digunakan atau
goodwill yang diperoleh dalam suatu kombinasi
bisnis) diperlukan, Grup membuat estimasi
jumlah terpulihkan aset tersebut.
individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara
nilai wajar aset atau UPK dikurangi biaya untuk
menjual dengan nilai pakainya, kecuali aset
tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk
yang sebagian besar independen dari aset atau
kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset atau
UPK lebih besar daripada nilai terpulihkannya,
maka aset tersebut dianggap mengalami
penurunan nilai dan nilai tercatat aset
diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. |
|
n.a. |
|
Utang usaha timbul terutama dari pembelian bahan
baku dan barang jadi kepada pihak ketiga dan pihak
berelasi. Utang usaha tidak dijamin, tidak dikenakan bunga
dan pada umumnya memiliki syarat pelunasan
selama 30 (tiga puluh) hari sampai dengan
45 (empat puluh lima) hari. |
|
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
diakui pada saat pengendalian barang atau
jasa dialihkan kepada pelanggan dalam jumlah
yang mencerminkan imbalan yang diharapkan
akan menjadi hak Grup dalam pertukaran
barang atau jasa tersebut. Secara umum, Grup
menyimpulkan bahwa mereka bertindak
sebagai prinsipal dalam pengaturan
pendapatannya.
Beban diakui pada saat terjadinya (asas
akrual). |
|
Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke
dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku
pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir
periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing disesuaikan
berdasarkan rata-rata kurs jual dan beli yang
diterbitkan Bank Indonesia pada tanggal
transaksi perbankan terakhir untuk periode
yang bersangkutan. Laba atau rugi selisih kurs
yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada
operasi periode berjalan. |
|
Dalam kegiatan usaha normal, Grup melakukan
transaksi dengan pihak berelasi dengan PT Proteindo Karyasehat, PT Alpen Agungraya, PT Ekamita Arahtegar, PT Karyasukses Mandiri, PT Citra Mandiri Prima, PT Ragamsehat Multiffita, PT Kinarya Loka Buana, PT Rumah Kasih Indonesia (Kasih Group), PT Bina Husada Gemilang, PT Mitra Keluarga Karyasehat, Orange Kalbe Limited, PT Kalbe Blackmores Nutrition, Global Starway Synergy Co., Ltd, PT Livzon Pharma Indonesia, Dana Pensiun Kalbe Farma. |
|
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam
menentukan penyisihan pajak penghasilan badan.
Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang
penentuan pajak akhirnya tidak pasti dalam
kegiatan usaha normal. Grup mengakui liabilitas
atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi
apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan
badan. |
|
n.a. |
|
Provisi diakui jika Grup memiliki kewajiban kini
(baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif) akibat peristiwa masa lalu, dimana
besar kemungkinannya penyelesaian
kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar
sumber daya yang mengandung manfaat
ekonomis dan estimasi yang andal mengenai
jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. |
|
Grup mempunyai program pensiun manfaat
pasti untuk seluruh karyawan tetap yang
memenuhi syarat sesuai dengan Perjanjian
Kerja Bersama dan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-undang tentang Cipta Kerja
No. 2/2022 ( Cipta Kerja (UUCK)).
Penyisihan tersebut diestimasi menggunakan
perhitungan aktuaria dengan metode
Unit Credit (PUC).
Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan
dan kerugian aktuarial, segera diakui pada
laporan posisi keuangan konsolidasian
dengan pengaruh langsung didebit atau
dikreditkan kepada saldo laba melalui PKL
pada periode terjadinya. Pengukuran kembali
tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode
berikutnya. |
|
Laba per saham dasar dihitung dengan
membagi laba periode berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk
dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang
beredar pada periode yang bersangkutan.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan
31 Desember 2025, Perusahaan tidak
mempunyai potensi saham biasa yang bersifat
dilutif. |
|
Merupakan akumulasi atas laba
atau rugi bersih periode berjalan, pembagian
dividen, penyesuaian atas periode sebelumnya,
dampak atas perubahan kebijakan akuntansi
dan penyesuaian atas modal lainnya, jika ada. |
|
Komponen Grup yang
dapat dibedakan dalam menghasilkan produk
atau jasa (segmen usaha), atau menghasilkan
produk atau jasa dalam suatu lingkungan
ekonomi tertentu (segmen geografis).
Segmen usaha menyajikan produk atau jasa
yang memiliki risiko dan hasil yang berbeda
dengan risiko dan hasil segmen usaha yang
lain. Segmen geografis menyajikan produk atau
jasa pada lingkungan ekonomi tertentu dan
komponen tersebut memiliki risiko dan imbalan
yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada
komponen yang beroperasi pada lingkungan
ekonomi (wilayah) lain.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas
segmen merupakan item-item yang dapat
diatribusikan langsung kepada suatu segmen
serta yang dapat dialokasikan dengan dasar
yang sesuai kepada segmen tersebut. Segmen
ditentukan setelah saldo dan transaksi antar
Grup dieliminasi sebagai bagian dari proses
konsolidasian. |
|
n.a. |
|
Grup menerapkan pertama kali seluruh standar
baru dan/atau direvisi yang berlaku efektif untuk
periode yang dimulai pada atau setelah 1
Januari 2027, termasuk standar yang direvisi
berikut ini yang mempengaruhi laporan
keuangan konsolidasian Grup:
PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan |
|
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan
metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah
akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan yang
dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal
akuisisi dan jumlah setiap KNP pihak yang
diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, Grup
memilih apakah mengukur KNP pada entitas
yang diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun
pada proporsi kepemilikan KNP atas aset neto
yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi.
Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan
langsung dan termasuk dalam beban
administrasi.
Grup menentukan bahwa mereka telah
mengakuisisi bisnis ketika rangkaian aktivitas
dan aset yang diakuisisi mencakup input dan
proses substantif yang bersama-sama secara
signifikan berkontribusi pada kemampuan
untuk menghasilkan output. Proses yang
diperoleh adalah substantif jika penting bagi
kemampuan untuk terus menghasilkan output,
dan input yang diperoleh mencakup tenaga
kerja yang terorganisir dengan keterampilan,
pengetahuan, atau pengalaman yang
diperlukan untuk melakukan proses itu atau
secara signifikan berkontribusi pada
kemampuan untuk terus menghasilkan output
dan dianggap unik atau langka atau tidak dapat
diganti tanpa biaya, usaha, atau penundaan
yang signifikan dalam kemampuan untuk terus
menghasilkan output.
Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis,
Grup mengklasifikasikan dan menentukan
aset keuangan yang diperoleh dan liabilitas
keuangan yang diambil alih berdasarkan pada
persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi dan
kondisi terkait lain yang ada pada tanggal
akuisisi.
Dalam suatu kombinasi bisnis yang dilakukan
secara bertahap, Grup mengukur kembali
kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya
pada pihak yang diakuisisi pada nilai wajar
tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan
atau kerugian yang dihasilkan.
Setiap imbalan kontinjensi yang akan ditransfer
oleh perusahaan pengakuisisi akan diakui pada
nilai wajar pada tanggal akuisisi. Imbalan
kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai
ekuitas tidak diukur kembali dan penyelesaian
selanjutnya adalah diperhitungkan dalam
ekuitas. Imbalan kontinjensi yang
diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yaitu
instrumen keuangan dan dalam lingkup
PSAK 109, diukur pada nilai wajar dengan
perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba
rugi sesuai dengan PSAK 109. Imbalan
kontinjensi lain yang tidak termasuk dalam
PSAK 109 diukur sebesar nilai wajar pada
setiap tanggal pelaporan dengan perubahan
nilai wajar yang diakui pada laba rugi.
Bila pencatatan awal kombinasi bisnis belum
dapat diselesaikan pada tanggal pelaporan,
Grup melaporkan jumlah sementara bagi pos
yang pencatatannya belum dapat diselesaikan
tersebut.
Periode pengukuran adalah periode setelah
tanggal akuisisi yang didalamnya Grup dapat
melakukan penyesuaian atas jumlah
sementara yang diakui dalam kombinasi bisnis
tersebut. Selama periode pengukuran, Grup
mengakui penambahan aset atau liabilitas bila
terdapat informasi terbaru yang diperoleh
mengenai fakta dan keadaan pada tanggal
akuisisi, yang bila diketahui pada saat itu, akan
menyebabkan pengakuan atas aset dan
liabilitas pada tanggal tersebut.
Periode pengukuran berakhir pada saat
pengakuisisi menerima informasi yang
diperlukan mengenai fakta dan keadaan pada
tanggal akuisisi atau mengetahui bahwa
informasi lainnya tidak dapat diperoleh, namun
tidak lebih dari 1 (satu) tahun dari tanggal
akuisisi. |
|
Grup mengukur pada pengakuan awal
instrumen keuangan pada nilai wajar, dan aset
dan liabilitas yang diakuisisi pada kombinasi
bisnis. Grup juga mengukur jumlah terpulihkan
dari UPK tertentu berdasarkan nilai wajar
dikurangi biaya pelepasan, dan aset keuangan
tertentu dan aset keuangan tertentu
pada NWPKL. |
|
Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke
dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku
pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir
periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing disesuaikan
berdasarkan rata-rata kurs jual dan beli yang
diterbitkan Bank Indonesia pada tanggal
transaksi perbankan terakhir untuk periode yang
bersangkutan. Laba atau rugi selisih kurs yang
terjadi dikreditkan atau dibebankan pada
operasi tahun berjalan. |
|
n.a. |
|
n.a. |
|
n.a. |
|
n.a. |
|
n.a. |
|
n.a. |
|
Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur
pada harga perolehan yang merupakan selisih
lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan
dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari
aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas
yang diambil alih.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada
jumlah tercatat dikurangi akumulasi kerugian
penurunan nilai. Untuk tujuan pengujian
penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari
suatu kombinasi bisnis, sejak tanggal akuisisi
dialokasikan kepada setiap Unit Penghasil Kas
() dari Grup yang diharapkan akan
bermanfaat dari sinergi kombinasi tersebut,
terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari
pihak yang diakuisisi ditetapkan atas
UPK tersebut. |
|
Entitas asosiasi adalah entitas yang
terhadapnya Grup memiliki pengaruh
signifikan. Pengaruh signifikan adalah
kekuasaan untuk berpartisipasi dalam
keputusan kebijakan keuangan dan
operasional investee, tetapi tidak
mengendalikan atau mengendalikan bersama
atas kebijakan tersebut.
Pertimbangan yang dibuat dalam menentukan
pengaruh signifikan adalah serupa dengan halhal yang diperlukan dalam menentukan kendali
atas entitas anak.
Investasi Grup pada entitas asosiasi dicatat
dengan menggunakan metode ekuitas. Dalam
metode ekuitas, investasi awalnya diakui pada
harga perolehan. Nilai tercatat investasi
disesuaikan untuk mengakui perubahan bagian
Grup atas aset neto entitas asosiasi sejak
tanggal perolehan. |
|
Aset takberwujud terdiri dari goodwill, merek
dagang, hak paten, formula dan lisensi teknologi
serta piranti lunak komputer. |
|
Biaya dibayar di muka dibebankan pada
operasi sesuai masa manfaat biaya yang
bersangkutan. |
|
n.a. |
|
n.a. |
|
n.a. |
|
n.a. |
|
n.a. |
|
n.a. |
|
n.a. |
|
n.a. |
|
n.a. |
|
n.a. |
|
Saham treasuri diakui pada harga perolehan
kembali dan dikurangi dari ekuitas. Keuntungan
atau kerugian yang timbul dari pembelian,
penjualan, penerbitan atau pembatalan
instrumen ekuitas Perusahaan tidak diakui
dalam laba rugi. Selisih antara jumlah tercatat
dan penerimaan dari penjualan modal treasuri
di masa yang akan datang, diakui sebagai
bagian dari tambahan modal disetor pada
ekuitas. |
|
Modal saham diklasifikasikan sebagai ekuitas.
Hasil dari penerbitan saham disajikan pada
ekuitas sebagai modal saham sebesar nilai
nominal saham yang diterbitkan dan setiap
kelebihan atas nilai nominal saham yang
diterbitkan dikurangi biaya tambahan yang
secara langsung terkait dengan penerbitan,
neto pajak, disajikan pada ekuitas sebagai
Modal Disetor, Neto. |
|
n.a. |
|
n.a. |
|
Pada pengakuan awal, Grup mengukur aset
keuangan pada nilai wajarnya ditambah biaya
transaksi, dalam hal aset keuangan tidak diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi ().
Piutang usaha yang tidak mengandung
komponen pembiayaan yang signifikan, dimana
Grup telah menerapkan cara praktis, yaitu diukur
pada harga transaksi yang ditentukan sesuai
PSAK 115: Pendapatan dari kontrak dengan
pelanggan, seperti diungkapkan pada
Catatan 2n.
Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur
pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain
(), aset keuangan harus menghasilkan
arus kas yang semata dari pembayaran pokok
dan bunga () dari jumlah pokok terutang.
Penilaian ini disebut sebagai uji SPPB dan
dilakukan pada tingkat instrumen.
Model bisnis Grup untuk mengelola aset
keuangan mengacu pada bagaimana mereka
mengelola aset keuangannya untuk
menghasilkan arus kas. Model bisnis
menentukan apakah arus kas akan dihasilkan
dari penerimaan arus kas kontraktual, penjualan
aset keuangan, atau keduanya. |
|
n.a. |
|
n.a. |
|
n.a. |
|
PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan
dalam Laporan Keuangan
PSAK 118 akan menggantikan PSAK 201.
Standar baru ini memperkenalkan persyaratan
baru terkait penyajian dalam laporan laba rugi,
termasuk total dan subtotal tertentu. Selain itu,
entitas diwajibkan untuk mengklasifikasikan
seluruh pendapatan dan beban dalam laporan
laba rugi ke dalam salah satu dari lima kategori:
operasi, investasi, pendanaan, pajak
penghasilan dan operasi yang dihentikan.
Standar ini juga mensyaratkan pengungkapan
ukuran kinerja yang didefinisikan manajemen,
subtotal pendapatan dan beban, serta
mencakup persyaratan baru terkait agregasi
dan disagregasi informasi keuangan.
PSAK 118 berlaku efektif untuk periode
pelaporan yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2027, dengan penerapan dini
diperkenankan dan harus diungkapkan.
PSAK 118 akan diterapkan secara retrospektif. |
|
n.a. |