| Kebijakan akuntansi signifikan |
Significant accounting policies |
|
|
|
Laporan keuangan konsolidasian ini disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan prinsip kesinambungan usaha serta mengikuti konvensi harga historis, nilai kini, nilai realisasi bersih, dan/atau nilai wajar. Kebijakan akuntansi ini ditetapkan secara konsisten, kecuali apabila dinyatakan adanya perubahan dalam kebijakan akuntansi yang dianut. Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan () No 1 (Revisi 2013), Laporan Keuangan.dan
Amandemen PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan tentang Prakarsa Pengungkapan tanggal 28 Oktober 2015. Laporan keuangan disusun berdasarkan basis akrual dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing masing akun tersebut. Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah Rupiah Indonesia, yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak. |
|
Laporan keuangan Entitas Anak disusun untuk periode
pelaporan yang sama dengan Perusahaan Induk.
Kebijakan akuntansi yang dipakai dalam penyajian
laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara
konsisten oleh Perusahaan dan Entitas Anak, kecuali
dinyatakan lain.
Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan
keuangan Entitas Anak sebagaimana dimaksud dalam
Catatan 1c.
Seluruh saldo akun dan transaksi yang material,
termasuk keuntungan atau kerugian yang belum
direalisasi, jika ada, dieliminasi untuk mencerminkan
posisi keuangan dan hasil operasi Perusahaan dan
Entitas Anak sebagai satu kesatuan usaha.
Entitas anak dikonsolidasi secara penuh sejak tanggal
akuisisi, yaitu tanggal dimana Perusahaan dan Entitas
Anak memperoleh pengendalian, dan terus dikonsolidasi
sampai dengan tanggal ketika kontrol tersebut berhenti.
Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan
memiliki baik secara langsung atau tidak langsung
melalui Entitas Anak, lebih dari setengah kekuasaan
suara suatu entitas.
Rugi Entitas Anak yang tidak dimiliki secara penuh
diatribusikan pada Kepentingan Non Pengendali (KNP)
bahkan jika hal ini mengakibatkan KNP mempunyai
saldo defisit.
Jika kehilangan pengendalian atas suatu Entitas Anak,
maka Perusahaan dan Entitas Anak:
i.menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap
goodwill) dan liabilitas Entitas Anak;
ii. menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
iii. menghentikan pengakuan akumulasi selisih
penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;
iv. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
v. mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
vi. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai
keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi
komprehensif; dan
vii. mereklasifikasi bagian induk atas komponen yang
sebelumnya diakui sebagai laba komprehensif ke
laporan laba rugi komprehensif, atau mengalihkan
secara langsung ke saldo laba.
Kepentingan Non-pengendali (KNP) mencerminkan
bagian atas laba atau rugi dan aset bersih dari Entitas
Anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung
maupun tidak langsung pada Perusahaan, yang masingmasing
disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi
keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Transaksi dengan Entitas non-pengendali yang tidak
mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai
transaksi ekuitas (dalam hal ini transaksi dengan pemilik
dalam kapasitasnya sebagai pemilik). Perbedaan antara
nilai wajar yang dibayar dan saham yang diakuisisi atas
nilai tercatat asset Entitas Anak dicatat pa |
|
Dalam laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara
kas mencakup kas, deposito, investasi jangka pendek
lainnya yang sangat likuid dengan jangka waktu jatuh
tempo tiga bulan atau kurang, dan cerukan. Dalam
laporan posisi keuangan, cerukan disajikan dalam
liabilitas lancar. |
|
Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Perusahaan menghitung KKE piutang usaha dan piutang
lain-lain. Tingkat provisi adalah berdasarkan hari jatuh
tempo atas kelompok segmen pelanggan yang mempunyai
karakteristik risiko kredit yang serupa. Perusahaan menyesuaikan pengalaman kerugian kredit
historis dengan infomasi forward-looking. Sebagai contoh,
jika prakiraan atas kondisi ekonomi diperkirakan memburuk
selama periode/tahun depan, yang dapat menyebabkan
meningkatnya jumlah gagal bayar, tingkat gagal bayar
historis disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, tingkat
gagal bayar historis diperbaharui dan perubahan estimasi
forward looking dianalisis. |
|
Persediaan adalah nilai gas yang belum digunakan oleh
Perusahaan jika pemakaian gas di bawah volume
minimum yang disepakati. Sesuai dengan Perjanjian Jual
Beli Gas (PJBG) antara Perusahaan dengan PT Medco
EP (Produsen Gas), terdapat minimum volume atas
pembelian gas (Take or Pay ). Atas transaksi tersebut
pada tahun 2018 dan sebelumnya dicatat oleh
Perusahaan dalam akun Piutang Usaha- PT Medco.
Untuk penyajian yang lebih informatif, pada Laporan
Keuangan PT MEB tahun 2019, sesuai dengan PSAK 14
tentang Persediaan, transaksi tersebut direklasifikasi
kedalam akun Persediaan. Nilai persediaan akan berkurang apabila Perusahaan
melakukan kompensasi sebelum jangka waktu yang
ditentukan dalam PJBG (catatan 5). |
|
|
|
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian
aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi
kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang
signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam
jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian jika
memenuhi kriteria pengakuan terpenuhi. Semua biaya
perbaikan dan pemeliharaan yang tidak memenuhi
kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada
saat terjadinya. Aset tetap dinyatakan sebesar harga perolehan dikurangi
dengan akumulasi penyusutan. Aset tetap disusutkan
dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line
method ) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis Nilai tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada
saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis
masa depan yang diharapkan dari penggunaan. Laba
atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset
dibebankan pada laporan laba rugi pada tahun aset
tersebut dihentikan pengakuannya. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Sejak 1 Januari 2020, Perusahaan telah menerapkan
PSAK 72 yang membutuhkan pendapatan pengakuan
untuk memenuhi 5 langkah penilaian:
a.Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
b.Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak.
Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam kontrak
untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda
kepada pelanggan.
c. Tentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah
jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak entitas
sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa
yang dijanjikan kepada pelanggan. Jika
pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak
mencakup jumlah variabel, Perusahaan
memperkirakan jumlah imbalan yang diharapkan
berhak sebagai imbalan atas pengalihan barang atau
jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dikurangi
perkiraan jumlah jaminan tingkat layanan yang akan
dibayarkan selama masa kontrak.
d. Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban
pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri sendiri
relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang
dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat
diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri
relatif diestimasi berdasarkan biaya ekspektasian
ditambah margin.
e. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan
dipenuhi dengan mentransfer barang atau jasa yang
dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan
memperoleh kendali atas barang atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi
sebagai berikut:
a.Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam
memindahkan barang ke pelanggan); atau
b. Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam
memberikan pelayanan pada pelanggan). Untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang
waktu, Perusahaan memilih ukuran kemajuan yang
sesuai untuk menentukan jumlah pendapatan yang
harus diakui ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi.
Beban
Beban diakui pada saat terjadi berdasarkan konsep
akrual. |
|
Transaksi dalam mata uang
asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan kurs yang
berlaku pada tanggal transaksi. Pada akhir periode
pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata
uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan
menggunakan kurs tengah yang ditetapkan oleh Bank
Indonesia pada tanggal tersebut. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari transaksi
dalam mata uang asing dan penjabaran aset dan
liabilitas moneter dalam mata uang asing ke mata
uang Rupiah diakui dalam arus laba konsolidasi
periode atau rugi, kecuali untuk keuntungan dan
kerugian yang timbul dari penjabaran laporan
keuangan operasi asing pertukaran ke dalam mata
uang penyajian dari Perusahaan, yang diakui secara
langsung dalam pendapatan komprehensif lain. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari transaksi
dalam mata uang asing dan penjabaran aset dan
liabilitas moneter dalam mata uang asing ke mata
uang Rupiah diakui dalam arus laba konsolidasi
periode atau rugi, kecuali untuk keuntungan dan
kerugian yang timbul dari penjabaran laporan
keuangan operasi asing pertukaran ke dalam mata
uang penyajian dari Perusahaan, yang diakui secara
langsung dalam pendapatan komprehensif lain. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba
tahun berjalan dengan rata-rata tertimbang jumlah
saham yang beredar pada periode yang bersangkutan
sesuai dengan PSAK No. 56 tentang Per Saham. Laba per saham dilusian dihitung dengan menyesuaikan
laba rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang
saham biasa Entitas Induk dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang beredar, atas dampak |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Jika biaya perolehan lebih rendah dari nilai wajar aset
bersih yang diakuisisi, selisih tersebut diakui langsung
dalam laporan laba-rugi konsolidasi. Goodwill pada
akuisisi entitas asosiasi dan entitas yang dikendalikan
bersama-sama termasuk dalam investasi pada entitas
asosiasi dan jointly controlled entities . Goodwill dicatat
sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi
penurunan nilai. Goodwill atas akuisisi Entitas Anak diuji untuk
penurunan nilai setiap tahunnya. Goodwill dialokasikan
untuk Unit Penghasil Kas atau kelompok unit penghasil
kas untuk tujuan pengujian penurunan. Keuntungan atau kerugian pelepasan Entitas Anak,
asosiasi dan pengendalian bersama termasuk nilai
tercatat goodwill yang berkaitan dengan entitas dijual. |
|
|
|
Aset tak berwujud yang diperoleh secara terpisah diukur
pada pengakuan awal dengan biaya. Biaya aset
takberwujud yang diperoleh dalam penggabungan usaha
adalah nilai wajarnya pada tanggal akuisisi. Setelah
pengakuan awal, aset takberwujud dicatat sebesar biaya
perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi
rugi penurunan nilai, jika ada. Aset takberwujud yang
dihasilkan secara internal, termasuk biaya
pengembangan yang dikapitalisasi, tidak dikapitalisasi
dan pengeluaran tercermin dalam laporan laba rugi pada
tahun dimana pengeluaran tersebut terjadi. Masa manfaat aset takberwujud yang dinilai baik
terbatas atau tidak terbatas. Aset takberwujud dengan
kehidupan terbatas diamortisasi selama umur ekonomis
dan dinilai untuk penurunan nilai apabila terdapat indikasi
bahwa aset takberwujud mungkin terganggu. Periode
amortisasi dan metode amortisasi untuk aset
takberwujud dengan umur manfaat yang terbatas ditinjau
setidaknya pada akhir setiap periode pelaporan.
Perubahan masa manfaat yang diharapkan atau
ekspektasi pola konsumsi manfaat ekonomi masa depan
yang aset tersebut dicatat dengan mengubah periode
amortisasi atau metode, yang sesuai, dan diperlakukan
sebagai perubahan estimasi akuntansi. Beban amortisasi
aset takberwujud dengan kehidupan terbatas diakui
dalam laporan laba rugi dalam kategori biaya yang
konsisten dengan fungsi dari aset takberwujud. Aset takberwujud dengan masa manfaat tak terbatas
tidak diamortisasi, tetapi diuji untuk penurunan nilai
setiap tahunnya, baik secara individual maupun pada
tingkat unit penghasil kas. Penilaian kehidupan terbatas
ditinjau setiap tahun untuk menentukan apakah
kehidupan terbatas terus menjadi dukung. Jika tidak,
perubahan masa manfaat dari tak terbatas untuk
terbatas dibuat secara prospektif. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|