| Kebijakan akuntansi signifikan |
Significant accounting policies |
|
|
|
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan
disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan
usaha serta atas dasar akrual, kecuali laporan
arus kas konsolidasian. Dasar pengukuran
dalam
penyusunan
konsolidasian
ini
laporan
keuangan
adalah konsep biaya
perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang
didasarkan pengukuran lain sebagaimana
dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing
masing akun tersebut. Biaya perolehan
umumnya didasarkan pada nilai wajar imbalan
yang diserahkan dalam pemerolehan aset. Laporan arus kas konsolidasian disajikan
dengan
metode
langsung
dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang penyajian yang digunakan dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini
adalah Rupiah yang merupakan mata uang
fungsional
Perusahaan.
Setiap
entitas
di dalam Grup menetapkan mata uang
fungsional sendiri sebagaimana diungkap pada
Catatan 1.c dan unsur-unsur dalam laporan
keuangan dari setiap entitas diukur berdasarkan
mata uang fungsional tersebut. |
|
Laporan keuangan konsolidasian interim
mencakup laporan keuangan Perusahaan dan
entitas-entitas anak seperti disebutkan pada
Catatan 1.c.Entitas anak adalah entitas yang dikendalikan
oleh Grup, yakni Grup terekspos, atau memiliki
hak, atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan entitas dan memiliki
kemampuan untuk memengaruhi imbal hasil
tersebut melalui kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan dari entitas
(kekuasaan atas investee).Keberadaan dan dampak dari hak suara
potensial di mana Grup memiliki kemampuan
praktis untuk melaksanakan (yakni hak
substantif) dipertimbangkan saat menilai
apakah Grup mengendalikan entitas lain.Laporan keuangan konsolidasian interim Grup
mencakup hasil usaha, arus kas, aset dan
liabilitas dari Perusahaan dan seluruh entitas
anak yang secara langsung dan tidak langsung
dikendalikan oleh Perusahaan. Entitas anak
dikonsolidasikan sejak tanggal efektif akuisisi,
yaitu tanggal di mana Grup secara efektif
memperoleh pengendalian atas bisnis yang
diakuisisi, sampai tanggal pengendalian
berakhir.Entitas induk menyusun laporan keuangan
konsolidasian interim dengan menggunakan
kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi
dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa.
Seluruh transaksi, saldo, penghasilan,
beban, dan arus kas dalam intra kelompok
usaha terkait dengan transaksi antar
entitas dalam Grup dieliminasi secara
penuh untuk mencerminkan posisi keuangan
sebagai satu kesatuan usaha.Grup mengatribusikan laba rugi dan setiap
komponen dari penghasilan komprehensif lain
kepada pemilik entitas induk dan kepentingan
nonpengendali meskipun hal tersebut
mengakibatkan kepentingan nonpengendali
memiliki saldo defisit. Grup menyajikan
kepentingan nonpengendali di ekuitas dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian interim,
terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas
induk pada entitas anak yang tidak
mengakibatkan hilangnya pengendalian adalah
transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan
pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik).
Ketika proporsi ekuitas yang dimiliki oleh
kepentingan nonpengendali berubah, Grup
menyesuaikan jumlah tercatat kepentinganpengendali dan kepentingan nonpengendali
untuk mencerminkan perubahan kepemilikan
relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara
jumlah di mana kepentingan nonpengendali
disesuaikan dan nilai wajar dari jumlah yang
diterima atau dibayarkan diakui langsung dalam
ekuitas dan diatribusikan pada pemilik dari
entitas induk.Jika Grup kehilangan pengendalian, maka
Grup:(a) Menghentikan pengakuan aset (termasuk
goodwill) dan liabilitas entitas anak pada
jumlah tercatatnya ketika pengendalian
hilang;(b) Menghentikan pengakuan jumlah tercatat
setiap kepentingan nonpengendali pada
entitas anak terdahulu ketika pengendalian
hilang (termasuk setiap komponen
penghasilan komprehensif lain yang
diatribusikan pada kepentingan
nonpengendali);(c) Mengakui nilai wajar pembayaran yang
diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa,
atau keadaan yang mengakibatkan
hilangnya pengendalian;(d) Mengakui sisa investasi pada entitas anak
terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal
hilangnya pengendalian;(e) Mereklasifikasi ke laba rugi, atau
mengalihkan secara langsung ke saldo
laba jika disyaratkan oleh SAK lain, jumlah
yang diakui dalam penghasilan
komprehensif lain dalam kaitan dengan
entitas anak; dan(f) Mengakui perbedaan apapun yang
dihasilkan sebagai keuntungan atau
kerugian dalam laba rugi yang
diatribusikan kepada entitas induk. |
|
Kas dan setara kas termasuk kas, kas di bank
(rekening giro), dan deposito berjangka yang
jatuh tempo dalam jangka waktu tiga bulan atau
kurang pada saat penempatan yang tidak
digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi
penggunaannya. |
|
None |
|
Persediaan real estat terutama terdiri dari tanah
dalam pematangan, rumah hunian, rumah
gerai,
pusat
belanja,
gedung kantor,
apartemen, termasuk bangunan (rumah) dalampenyelesaian, dicatat sebesar nilai terendah
antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto
(). Biaya perolehan ditentukan dengan
menggunakan metode rata-rata. Biaya
perolehan atas tanah dalam pematangan
termasuk
biaya
pengembangan
dan
pematangan tanah diperoleh untuk mendanai
perolehan dan pematangan tanah sampai
selesai. Biaya perolehan atas rumah hunian
dan rumah gerai terdiri dari biaya konstruksi
aktual. Biaya pengembangan proyek real estat
dialokasikan ke proyek pengembangan real
estat menggunakan metode luas area yang
dapat dijual atau metode nilai jual. Biaya
pembangunan atas jalan dan prasarana,
fasilitas umum dan sosial serta area yang tidak
dijual lainnya, dialokasikan berdasarkan luas
area yang dapat dijual.Tanah yang dimiliki oleh Grup untuk
pengembangan
di
dikelompokkan
masa
sebagai
mendatang
untuk
Pengembangan. Pada saat dimulainya
pengembangan
dan
pembangunan
infrastruktur, nilai tanah untuk pengembangan
tersebut
akan
diklasifikasikan
ke
akun
persediaan real estat, properti investasi atau
aset tetap, mana yang lebih sesuai. Persediaan dalam usaha perhotelan (seperti
makanan, minuman dan lainnya) dinyatakan
berdasarkan nilai terendah antara biaya
perolehan atau nilai realisasi neto. Biayaperolehan ditentukan dengan metode masuk
pertama keluar pertama. Penyisihan atas penurunan
nilai persediaan
ditentukanberdasarkan hasil penelahaan terhadap
keadaan persediaan pada akhir tahun.Nilai realisasi neto merupakan taksiran harga
jual dalam kegiatan usaha normal dikurangi
dengan taksiran biaya penyelesaian dan
estimasi
biaya
yang diperlukan untuk
melakukan penjualan. Setiap penurunan nilai persediaan di bawah
biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan
seluruh kerugian persediaan diakui sebagai
beban pada periode terjadinya penurunan atau
kerugian tersebut. Setiap pemulihan kembali
penurunan nilai persediaan karena peningkatan
kembali NRV diakui sebagai pengurangan
terhadap jumlah beban persediaan pada
periode terjadinya pemulihan tersebut.Selisih lebih nilai tercatat persediaan atas
estimasi jumlah terpulihkannya diakui sebagai
rugi penurunan nilai sebagai atas
Penurunan Nilai Persediaan dalam laba rugi. |
|
Properti investasi adalah properti (tanah atau
bangunan atau bagian dari suatu bangunan
atau kedua-duanya) yang dikuasai oleh pemilik
atau penyewa melalui sewa pembiayaan untuk
menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai
atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan
dalam produksi atau penyediaan barang atau
jasa atau untuk tujuan administratif; atau dijual
dalam kegiatan usaha sehari-hari.Properti investasi diakui sebagai aset, jika dan
hanya jika, besar kemungkinan manfaat
ekonomi masa depan yang terkait dengan
properti investasi akan mengalir ke entitas; dan
biaya perolehan properti investasi dapat diukur
dengan andal.Setelah pengakuan awal, Grup memilih
menggunakan model biaya dan mengukur
properti sebesar biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi
penurunan nilai (jika ada).Properti investasi disusutkan selama umur
manfaat ekonomi dengan metode garis lurus
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis
selama 20 tahun.Hak atas tanah diakui sebesar harga
perolehannya dan tidak disusutkan. Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan
pada laba rugi pada saat terjadinya, sedangkan
pemugaran dan penambahan dikapitalisasi.Grup mengalihkan properti ke, atau dari,
properti investasi jika, dan hanya jika, ketika
properti memenuhi, atau berhenti memenuhi,
definisi properti investasi dan terdapat bukti
atas perubahan penggunaan, mencakup: a. Dimulainya penggunaan oleh pemilik, atau
pengembangan untuk pemilik, untuk
pengalihan dari properti investasi menjadi
properti yang digunakan sendiri;
b. Dimulainya pengembangan untuk dijual,
untuk pengalihan dari properti investasi
menjadi persediaan; c. Berakhirnya pemakaian oleh pemilik, untuk
pengalihan dari properti yang digunakan
sendiri menjadi properti investasi; dan
d. Insepsi sewa operasi kepada pihak lain,
untuk pengalihan dari persediaan menjadi
properti investasi. Properti investasi dihentikan pengakuannya
pada saat dilepaskan atau ketika tidak
digunakan lagi secara permanen dan tidak
memiliki manfaat ekonomi masa depan yang
diperkirakan dari pelepasannya. Keuntungan
atau kerugian yang timbul dari penghentian
atau pelepasan ditentukan dari selisih antara
hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat aset,
dan diakui dalam laba rugi pada periode
terjadinya penghentian atau pelepasan. |
|
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya
perolehan yang meliputi harga perolehannya
dan setiap biaya yang dapat diatribusikan
langsung untuk membawa aset ke kondisi dan
lokasi yang diinginkan agar aset siap digunakan
sesuai intensi manajemen. Setelah pengakuan awal, aset tetap kecuali
tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan
dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
rugi penurunan nilai, jika ada. Hak tanah diakui sebesar harga perolehannya
dan tidak disusutkan. Penyusutan aset tetap dimulai pada saat
aset tersebut siap untuk digunakan sesuai
maksud penggunaannya dan dihitung dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan
estimasi masa manfaat ekonomis aset sebagai
berikut: Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan
pada operasi periode berjalan pada saat
terjadinya,
sedangkan
pemugaran
dan
penambahan dikapitalisasi. Nilai tercatat dari
komponen yang diganti dihapusbukukan. Aset tetap yang dikonstruksi sendiri disajikan
sebagai bagian aset tetap sebagai dalam
Penyelesaian dan dinyatakan sebesar biaya
perolehannya. Semua biaya yang terjadi
sehubungan dengan konstruksi aset tersebut
dikapitalisasi
sebagai bagian dari biaya
perolehan aset tetap dalam penyelesaian
konstruksi. Akumulasi biaya perolehan yang akan
dipindahkan ke masing-masing pos aset tetap
sesuai dengan saat aset tersebut selesai
dikerjakan atau siap digunakan dan disusutkan
sejak beroperasi.Nilai tercatat dari suatu aset tetap dihentikan
pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika
tidak terdapat lagi manfaat ekonomi masa
depan yang diharapkan dari penggunaan atau
pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang
timbul dari penghentian pengakuan tersebut
(yang ditentukan sebesar selisih antara jumlah
hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah
tercatatnya) dimasukkan dalam laba rugi pada
saat
penghentian
pengakuan
tersebut
dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, Grup
melakukan penelaahan berkala atas masa
manfaat, nilai residu, metode penyusutan, dan
sisa umur pemakaian berdasarkan kondisi
teknis. |
|
None |
|
None |
|
None |
|
None |
|
Grup mengakui pendapatan sesuai dengan
PSAK 115, dari Kontrak dengan
Pelanggan dengan melakukan analisis
transaksi melalui metode lima langkah
pengakuan pendapatan sebagai berikut:i. Identifikasi kontrak dengan pelanggan
dengan kriteria sebagai berikut:- Kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak
terkait dalam kontrak;
- Grup dapat mengidentifikasi hak dari
pihak-pihak terkait dan jangka waktu
pembayaran dari barang atau jasa yang
akan dialihkan;
- Kontrak memiliki substansi komersial;
dan
- Besar kemungkinan Grup akan
menerima imbalan atas barang atau jasa
yang dialihkan.ii. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan
dalam kontrak, untuk menyerahkan barang
atau jasa yang memiliki karakteristik yang
berbeda ke pelanggan;iii. Menentukan harga transaksi, setelah
dikurangi diskon, retur, insentif penjualan,
pajak penjualan barang mewah, pajak
pertambahan nilai, dan pungutan ekspor,
yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai
kompensasi atas diserahkannya barang
atau jasa yang dijanjikan
ke pelanggan;iv. Mengalokasikan harga transaksi kepada
setiap kewajiban pelaksanaan dengan
menggunakan dasar harga jual dari setiap
barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak;
danv. Mengakui pendapatan ketika kewajiban
pelaksanaan telah dipenuhi (sepanjang
waktu atau pada suatu waktu tertentu).Grup mengakui pendapatan dari kontrak
dengan pelanggan atas penjualan apartemen,
rumah hunian dan toko serta lahan siap bangunpada saat pengendalian atas barang dialihkan
kepada pelanggan dalam jumlah yang
mencerminkan imbalan yang diharapkan akan
menjadi hak Grup dalam pertukaran barang
tersebut.Grup mencatat uang muka yang diperoleh
pelanggan yang belum memenuhi kriteria
pengakuan pendapatan dan komponen
pendanaan signifikan dalam kontrak, jika ada,
sebagai liabilitas kontrak.Pendapatan usaha pelayanan kesehatan diakui
pada saat jasa pelayanan kesehatan diberikan
atau barang medis diserahkan kepada pasien.Pendapatan sewa dan lain-lain diakui
berdasarkan periode sewa yang berlaku dan
ketika jasa telah diberikan kepada pelanggan.
Pembayaran sewa dan iuran klub keanggotaan
di muka disajikan sebagai pendapatan
ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan
sepanjang masa sewa dan manfaat
keanggotaannya.Pendapatan hotel dan restoran diakui pada
saat barang atau jasa diberikan kepada tamu
hotel atau pengunjung restoran. Pendapatan
uang pangkal dan iuran klub keanggotaan
ditangguhkan (disajikan dalam akun
pendapatan ditangguhkan) dan diakui sebagai
pendapatan sesuai dengan periode
keanggotaannya.Biaya yang secara langsung berhubungan
dengan kontrak, menghasilkan sumber daya
untuk memenuhi kontrak ( untuk
memenuhi) atau penambahan untuk
mendapatkan kontrak ( untuk
memperoleh) dan diharapkan dapat
dipulihkan. Beban tersebut dengan demikian
memenuhi syarat kapitalisasi berdasarkan
PSAK 115: Pendapatan dari Kontrak dengan
Pelanggan dan dicatat sebagai aset lancar
lainnya. Beban tersebut diamortisasi dengan
cara sistematis sejalan dengan penyerahan
barang atau jasa yang terkait dengan aset
tersebut. |
|
None |
|
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor:Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:(i) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;(ii) Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau(iii) Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:(i) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lain);(ii) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);(iii) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;(iv) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;(v) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor;(vi) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a);Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a)(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas); atau(viii) Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor.Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan yang relevan. |
|
Beban pajak adalah jumlah gabungan pajak kini
dan pajak tangguhan yang diperhitungkan
dalam menentukan laba rugi pada suatu
periode. Pajak kini dan pajak tangguhan diakuidalam laba rugi, kecuali pajak penghasilan
yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang
diakui dalam penghasilan komprehensif lain
atau secara langsung di ekuitas. Dalam hal ini,
pajak tersebut masing-masing diakui dalam
penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.Manfaat terkait dengan rugi pajak yang dapat
ditarik untuk memulihkan pajak kini dari periode
sebelumnya diakui sebagai aset. Aset pajak
tangguhan diakui untuk akumulasi rugi pajak
belum dikompensasi dan kredit pajak belum
dimanfaatkan sepanjang kemungkinan besar
laba kena pajak masa depan akan tersedia
untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum
dikompensasi dan kredit pajak belum
dimanfaatkan.Pajak TangguhanPajak tangguhan diukur dengan metode
liabilitas atas beda waktu pada tanggal
pelaporan antara dasar pengenaan pajak untuk
aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk
tujuan pelaporan keuangan. Seluruh perbedaan
temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas
pajak tangguhan, kecuali perbedaan temporer
kena pajak yang berasal dari:a) Pengakuan awal goodwill; atau
b) Pengakuan awal aset atau liabilitas dari
transaksi yang bukan kombinasi bisnis,
pada saat transaksi tidak memengaruhi laba
akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak)
dan pada saat transaksi tidak menimbulkan
perbedaan temporer kena pajak dan
perbedaan temporer dapat dikurangkan
dalam jumlah yang sama.Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh
perbedaan temporer dapat dikurangkan
sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak
akan tersedia sehingga perbedaan temporer
dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba
dimaksud, kecuali jika aset pajak tangguhan
timbul dari pengakuan awal aset atau
pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang:a) bukan kombinasi bisnis;b) pada saat transaksi tidak memengaruhi laba
akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak);
danc) pada saat transaksi tidak menimbulkan
perbedaan temporer kena pajak dan
perbedaan temporer dapat dikurangkan
dalam jumlah yang sama.Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur
dengan menggunakan tarif pajak yang
diharapkan berlaku ketika aset dipulihkan atau
liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak
(dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau
secara substantif telah berlaku pada akhir
periode pelaporan. Pengukuran aset dan
liabilitas pajak tangguhan mencerminkan
konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara
Perusahaan memperkirakan, pada akhir
periode pelaporan, untuk memulihkan atau
menyelesaikan jumlah tercatat aset dan
liabilitasnya.Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah
ulang pada akhir periode pelaporan.
Perusahaan mengurangi jumlah tercatat aset
pajak tangguhan jika kemungkinan besar laba
kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah
yang memadai untuk mengompensasikan
sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan
tersebut. Setiap pengurangan tersebut
dilakukan pembalikan atas aset pajak
tangguhan hingga kemungkinan besar laba
kena pajak yang tersedia jumlahnya memadai.Perusahaan melakukan saling hapus aset pajak
tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan
jika dan hanya jika:1. Perusahaan memiliki hak yang dapat
dipaksakan secara hukum untuk melakukan
saling hapus aset pajak kini terhadap
liabilitas pajak kini; dan2. Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak
tangguhan terkait dengan pajak penghasilan
yang dikenakan oleh otoritas perpajakan
yang sama atas:i. entitas kena pajak yang sama; atau
ii. entitas kena pajak yang berbeda yang
bermaksud untuk memulihkan aset dan
liabilitas pajak kini dengan dasar neto,
atau merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan, pada setiap periode masa
depan dimana jumlah signifikan atas
aset atau liabilitas pajak tangguhan
diperkirakan untuk diselesaikan atau
dipulihkan.Pajak KiniJumlah pajak kini untuk periode berjalan dan
tahun sebelumnya yang belum dibayar diakui
sebagai liabilitas. Jika jumlah pajak yang telah
dibayar untuk periode berjalan dan tahuntahun sebelumnya melebihi jumlah pajak yangterutang untuk tahun tersebut, maka
kelebihannya diakui sebagai aset. Liabilitas
(aset) pajak kini untuk periode berjalan dan
tahun sebelumnya diukur sebesar jumlah yang
diperkirakan akan dibayar kepada (direstitusi
dari) otoritas perpajakan, yang dihitung
menggunakan tarif pajak (dan undang-undang
pajak) yang telah berlaku atau secara substantif
telah berlaku pada akhir periode pelaporan.Beban pajak kini dihitung dengan
menggunakan tarif pajak yang berlaku pada
tanggal pelaporan keuangan, dan ditetapkan
berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun
berjalan. Manajemen secara periodik
mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat
Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan
dengan situasi dimana aturan pajak yang
berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu,
manajemen menentukan provisi berdasarkan
jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada
otoritas pajak.Saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas
pajak kini disajikan jika, dan hanya jika,
Perusahaan:a) Memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
menghapus dalam jumlah yang diakui; danb) Bermaksud untuk menyelesaikan dengan
dasar neto atau merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.Sebagai tanggapan terhadap penerapan
kerangka Pilar Dua Organisasi untuk Kerja
Sama dan Pembangunan Ekonomi
(Organisation for Economic Co-operation and
Development atau ), pada tanggal
31 Desember 2024, Pemerintah Indonesia
menerapkan kerangka Pilar Dua melalui
Peraturan Menteri Keuangan No. 136/2024
( No.136/2024). Aturan model Pilar Dua
sebagaimana diterapkan dalam PMK
No.136/2024 berlaku untuk tahun fiskal yang
dimulai pada atau setelah tanggal
1 Januari 2025. Grup masih dalam proses
peninjauan dampak dari penerapan peraturan
tersebut.Pajak FinalSesuai peraturan perpajakan di Indonesia,
pajak final dikenakan atas nilai bruto transaksi,
dan tetap dikenakan walaupun atas transaksi
tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang
diatur oleh PSAK 212. Oleh karena itu,
Grup memutuskan untuk menyajikan pajak final
sehubungan dengan aktivitas real estat dan
sewa sebagai pos tersendiri.Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 5
tanggal 23 Maret 2002, pajak penghasilan
untuk pendapatan sewa ruangan dan pusat ritel
dikenakan pajak bersifat final sebesar 10% dari
nilai pendapatan yang bersangkutan.Berdasarkan Peraturan Pemerintah
No. 34/2016 tanggal 8 Agustus 2016 dan
Peraturan Menteri Keuangan
No. 261/PMK.03/2016, penghasilan dari
pengalihan hak atas tanah dan/bangunan
dikenakan pajak bersifat final sebesar 2,5% |
|
None |
|
Provisi diakui apabila Grup mempunyai kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu dan besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya dan kewajiban tersebut dapat diestimasi dengan andal.Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan untuk mencerminkan estimasi terbaik. |
|
Kerja
Imbalan Kerja Jangka Pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam suatu periode akuntansi, sebesar jumlah tidak terdiskonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan akan dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut.
Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah, gaji, bonus, dan insentif.
Imbalan Pascakerja
Grup memberikan imbalan pascakerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang- Undang Cipta Kerja No. 11/2020
Grup mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program yang dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan imbalan tersebut.
Grup mencatat tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan pasti, tetapi juga kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik informal entitas.
Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui dalam laba rugi.
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, imbal hasil atas aset program dan setiap perubahan dampak batas atas aset diakui sebagai penghasilan komprehensif lain
Grup mengakui jumlah beban dan liabilitas atas iuran terutang kepada program iuran pasti, ketika pekerja telah memberikan jasa kepada entitas selama suatu periode. |
|
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar dalam suatu periode. |
|
None |
|
Grup menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan alokasi sumber daya yang dimilikinya. Segmentasi berdasarkan aktivitas dari setiap kegiatan operasi entitas legal di dalam Grup.Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: yang terlihat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama); hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuatan keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. |
|
Seluruh derivatif awalnya diakui dan
selanjutnya dinyatakan pada nilai wajar.
Kebijakan Grup menggunakan derivatif hanya
untuk tujuan lindung nilai. Akuntansi untuk
derivatif dalam hubungan lindung nilai
diuraikan dalam bagian di atas.Perubahan nilai wajar derivatif yang tidak
memenuhi kriteria akuntansi lindung nilai
dicatat pada laba rugi. |
|
Standar baru dan amendemen atas standar
yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai
pada atau setelah 1 Januari 2025, dengan
penerapan dini diperkenankan yaitu: PSAK 117: Kontrak Asuransi;
Amendemen PSAK 117: Kontrak Asuransi
tentang Penerapan Awal PSAK 117 dan
PSAK 109 Informasi Komparatif; dan Amendemen PSAK 221: Pengaruh
Perubahan Kurs Valuta Asing tentang
Kekurangan Ketertukaran.Beberapa PSAK juga diamendemen yang
merupakan amendemen konsekuensial karena
berlakunya PSAK 117: Kontrak Asuransi, yaitu: PSAK 103: Kombinasi Bisnis;
PSAK 105: Aset Tidak Lancar yang Dikuasai
untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan;
PSAK 107: Instrumen Keuangan:
Pengungkapan;
PSAK 109: Instrumen Keuangan;
PSAK 115: Pendapatan dari Kontrak
dengan
PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan;
PSAK 207: Laporan Arus Kas;
PSAK 216: Aset Tetap;
PSAK 219: Imbalan Kerja;
PSAK 228: Investasi pada Entitas Asosiasi
dan Ventura Bersama;
PSAK 232: Instrumen Keuangan: Penyajian; PSAK 236: Penurunan Nilai Aset;
PSAK 237: Provisi, Liabilitas Kontijensi dan
Aset Kontijensi;
PSAK 238: Aset Takberwujud; dan
PSAK 240: Properti Investasi.Implementasi amendemen standar tersebut
tidak memiliki dampak yang material terhadap
jumlah yang dilaporkan di periode berjalan atau
tahun sebelumnya |
|
None |
|
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima
untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas
dalam transaksi teratur antara pelaku pasar
pada tanggal pengukuranNilai wajar aset dan liabilitas keuangan
diestimasi untuk keperluan pengakuan dan
pengukuran atau untuk keperluan
pengungkapan.Nilai wajar dikategorikan dalam tingkat yang
berbeda dalam suatu hierarki nilai wajar
berdasarkan pada apakah input suatu
pengukuran dapat diobservasi dan signifikansiinput terhadap keseluruhan pengukuran nilai
wajar:(i) Harga kuotasian (tanpa penyesuaian)
di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses pada tanggal
pengukuran (Tingkat 1);(ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk
dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi
untuk aset atau liabilitas, baik secara
langsung maupun tidak langsung
(Tingkat 2); atau(iii) Input yang tidak dapat diobservasi untuk
aset atau liabilitas (Tingkat 3).Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas,
Grup sebisa mungkin menggunakan data
pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai
wajar aset atau liabilitas tidak dapat
diobservasi secara langsung, Grup
menggunakan teknik penilaian yang sesuai
dengan keadaannya dan memaksimalkan
penggunaan input yang dapat diobservasi yang
relevan dan meminimalkan penggunaan input
yang tidak dapat diobservasiPerpindahan antara tingkat hierarki nilai wajar
diakui oleh Grup pada akhir periode pelaporan
di mana perpindahan terjadi. |
|
Dalam menyiapkan laporan keuangan, setiap
entitas di dalam Grup mencatat dengan
menggunakan mata uang dari lingkungan
ekonomi utama di mana entitas beroperasi
( uang fungsional). Mata uang fungsional
Perusahaan dan sebagian besar entitas anak
adalah Rupiah.Mata uang fungsional beberapa entitas anak
(Catatan 1.c) adalah mata uang asing. Untuk
tujuan penyajian laporan keuangan
konsolidasian interim, aset dan liabilitas entitas
anak dalam Grup yang menggunakan matauang asing pada tanggal laporan keuangan
konsolidasian interim dijabarkan menggunakan
kurs penutup yang berlaku pada tanggal
laporan posisi keuangan, sedangkan
pendapatan dan beban dijabarkan dengan
menggunakan kurs rata-rata. Selisih kurs yang
dihasilkan diakui dalam penghasilan
komprehensif lain.Transaksi-transaksi selama periode berjalan
dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah
dengan kurs spot antara Rupiah dan valuta
asing pada tanggal transaksi. Pada akhir
periode pelaporan, pos moneter dalam mata
uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah
menggunakan kurs penutup, yaitu kurs tengah
Bank Indonesia pada tanggal 30 September
2025 dan 31 Desember 2024 sebagai berikut:1 USD 16,680 16,162
1 SGD 12,934 11,919Selisih kurs yang timbul dari penyelesaian pos
moneter dan dari penjabaran pos moneter
dalam mata uang asing diakui dalam laba rugi. |
|
None |
|
None |
|
Grup mengakui aset hak-guna pada tanggal
dimulainya sewa (yaitu tanggal aset tersedia
untuk digunakan). Aset hak-guna diukur pada
harga perolehan, dikurangi akumulasi
penyusutan dan penurunan nilai, dan
disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali
liabilitas sewa. Biaya perolehan aset hak-guna
mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui,
biaya langsung yang timbul di awal, dan
pembayaran sewa yang dilakukan pada atau
sebelum tanggal mulai dikurangi setiap insentif
sewa yang diterima. Aset hak-guna disusutkan
dengan metode garis lurus selama periode
yang lebih pendek antara sewa dan estimasi
masa manfaat aset.Jika kepemilikan aset sewa beralih ke Grup
pada akhir masa sewa atau biaya perolehan
mencerminkan pelaksanaan opsi beli,
penyusutan dihitung dengan menggunakan
estimasi masa manfaat aset.Grup menerapkan PSAK 236 untuk
menentukan apakah aset hak-guna mengalami
penurunan nilai dan mencatat kerugian
penurunan nilai yang teridentifikasi
sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan aset
penurunan nilai. |
|
Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) yang dikuasai oleh pemilik atau penyewa melalui sewa pembiayaan untuk menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.Properti investasi diakui sebagai aset, jika dan hanya jika, besar kemungkinan manfaat ekonomi masa depan yang terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas; dan biaya perolehan properti investasi dapat diukur dengan andal.Setelah pengakuan awal, Grup memilih menggunakan model biaya dan mengukur properti sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai (jika ada).Properti investasi disusutkan selama umur manfaat ekonomi dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis selama 20 tahun.Hak atas tanah diakui sebesar harga perolehannya dan tidak disusutkan.Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya, sedangkan pemugaran dan penambahan dikapitalisasi.Grup mengalihkan properti ke, atau dari, properti investasi jika, dan hanya jika, ketika properti memenuhi, atau berhenti memenuhi, definisi properti investasi dan terdapat bukti atas perubahan penggunaan, mencakup:Dimulainya penggunaan oleh pemilik, atau pengembangan untuk pemilik, untuk pengalihan dari properti investasi menjadi properti yang digunakan sendiri;b. Dimulainya pengembangan untuk dijual, untuk pengalihan dari properti investasi menjadi persediaan;c. Berakhirnya pemakaian oleh pemilik, untuk pengalihan dari properti yang digunakan sendiri menjadi properti investasi; dand. Insepsi sewa operasi kepada pihak lain, untuk pengalihan dari persediaan menjadi properti investasi.Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan ditentukan dari selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian atau pelepasan. |
|
Goodwill yang berasal dari suatu kombinasi bisnis awalnya diukur pada biaya perolehan, yang merupakan selisih lebih antara nilai gabungan dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan nonpengendali, dan nilai wajar kepentingan ekuitas yang telah dimiliki pengakuisisi (jika ada) dalam pihak yang diakuisisi atas jumlah neto terindentifikasi dari aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih.Setelah pengakuan awal, goodwill yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada harga perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai. Goodwill tidak diamortisasi. |
|
asosiasi adalah entitas di mana Grup memiliki kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut (pengaruh signifikan).Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Dalam metode ekuitas, pengakuan awal investasi diakui sebesar biaya perolehan, dan jumlah tercatat ditambah atau dikurang untuk mengakui bagian atas laba rugi investee setelah tanggal perolehan. Bagian atas laba rugi investee diakui dalam laba rugi. Penerimaan distribusi dari investee mengurangi nilai tercatat investasi. Penyesuaian terhadap jumlah tercatat tersebut juga mungkin dibutuhkan untuk perubahan dalam proporsi bagian investor atas investee yang timbul dari penghasilan komprehensif lain, termasuk perubahan yang timbul dari revaluasi aset tetap dan selisih penjabaran valuta asing. Bagian investor atas perubahan tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain.Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa dalam keadaan serupa. Bila entitas asosiasi menggunakan kebijakan akuntansi yang berbeda dengan entitas untuk transaksi dan peristiwa dalam keadaan serupa, maka penyesuaian dilakukan untuk menyamakan kebijakan akuntansi entitas asosiasi dengan kebijakan akuntansi Grup ketika laporan keuangan entitas asosiasi tersebut digunakan oleh Grup dalam menerapkan metode ekuitas.Keuntungan dan kerugian yang dihasilkan dari transaksi hilir dan hulu antara Grup dan entitas asoisasi diakui dalam laporan keuangan konsolidasian Grup hanya sebesar bagian investor lain dalam entitas asosiasi. Bagian Grup atas keuntungan atau kerugian entitas asosiasi yang dihasilkan dari transaksi tersebut dieliminasi.Jika bagian Grup atas rugi entitas asosiasi sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi, maka Grup menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih lanjut. Setelah kepentingan Grup dikurangkan menjadi nol, tambahan kerugian dicadangkan, dan liabilitas diakui, hanya sepanjang Grup memiliki kewajiban konstruktif atau hukum, atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi. Jika entitas asosiasi kemudian melaporkan laba, maka Grup mulai mengakui bagiannya atas laba tersebut hanya setelah bagiannya atas laba tersebut sama dengan bagian atas rugi yang belum diakui.Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal ketika investasinya berhenti menjadi investasi pada entitas asosiasi sebagai berikut:(a) jika investasi menjadi entitas anak.(b) jika sisa kepentingan dalam entitas asosiasi merupakan aset keuangan, maka Grup mengukur sisa kepentingan tersebut pada nilai wajar.(c) ketika Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas, Grup mencatat seluruh jumlah yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan investasi tersebut menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika investee telah melepaskan secara langsung aset dan liabilitas terkait.Jika investasi pada entitas asosiasi menjadi entitas anak, maka Grup mencatat investasinya sesuai dengan PSAK 22: Kombinasi Bisnis dan PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian.
Ketika investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama dimiliki oleh, atau dimiliki secara tidak langsung melalui, entitas yang merupakan organisasi modal ventura, atau reksadana, unit trust, dan entitas serupa termasuk dana asuransi terkait investasi, entitas dapat memilih untuk mengukur investasi tersebut pada nilai wajarnya |
|
Aset takberwujud diukur sebesar nilai perolehan pada pengakuan awal. Setelah pengakuan awal, aset takberwujud dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai. Umur manfaat aset takberwujud dinilai apakah terbatas atau tidak terbatas.Aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatasAset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas tidak diamortisasi. Masa manfaat aset takberwujud dengan umur tak terbatas ditelaah setiap tahun untuk menentukan apakah peristiwa dan keadaan dapat terus mendukung penilaian bahwa umur manfaat tetap tidak terbatas. Jika tidak, perubahan masa manfaat dari tidak terbatas menjadi terbatas diterapkan secara prospektif.Aset takberwujud dengan umur tidak terbatas diuji untuk penurunan nilai setiap tahun dan kapanpun terdapat suatu indikasi bahwa aset takberwujud mungkin mengalami penurunan nilai.Aset takberwujud dengan umur manfaat terbatasAset takberwujud dengan umur manfaat terbatas diamortisasi selama umur manfaat ekonomi dengan metode garis lurus (atau metode lainnya sepanjang mencerminkan pola manfaat ekonomik masa depan yang diperkirakan dikonsumsi oleh entitas).Perangkat lunak diamortisasi selama umur manfaat ekonomi dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis selama 5 tahun.Amortisasi dihitung sebagai penghapusan biaya perolehan aset, dikurangi nilai residunya. |
|
Beban dibayar di muka dibebankan sesuai dengan manfaat masing-masing biaya. |
|
None |
|
None |
|
None |
|
Sesuai dengan PSAK 72, Grup mengakui pendapatan dari kontrak dengan pelanggan atas penjualan apartemen, rumah hunian dan toko serta lahan siap bangunpada saat pengendalian atas barang dialihkan kepada pelanggan dalam jumlah yang mencerminkan imbalan yang diharapkan akan menjadi hak Grup dalam pertukaran barang tersebut. Grup mencatat uang muka yang diperoleh pelanggan yang belum memenuhi kriteria pengakuan pendapatan dan komponenpendanaan signifikan dalam kontrak, jika ada, sebagai liabilitas kontrak. |
|
None |
|
None |
|
None |
|
Saham treasuri dicatat sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai pengurang modal saham di bagian ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Selisih lebih penerimaan dari penjualan saham treasuri di masa yang akan datang atas biaya perolehan atau sebaliknya, akan diperhitungkan sebagai penambah atau pengurang akun tambahan modal disetor.Selisih antara harga perolehan saham treasuri dengan harga jualnya dibebankan atau dikreditkan ke Modal Disetor. Apabila selisih tersebut menghasilkan saldo negatif pada akun Modal Disetor karena transaksi perolehan kembali, saldo negatif tersebut dibebankan pada saldo laba.Saat saham treasuri dibatalkan, maka pencatatan transaksi ini dilakukan dengan mendebet akun Modal Saham dan mengkredit Saham Treasuri, selisih antara harga perolehan saham treasuri dengan nominal modal saham akan dialokasikan antara pos Modal Disetor dan Laba. |
|
None |
|
Program MSOP terdiri dari program opsi saham
bahwa setelah diselesaikan melalui penerbitan
saham (pengaturan pembayaran saham yang
diselesaikan dengan instrumen ekuitas) dicatat
sebagai transaksi ekuitas.Pembayaran berbasis saham yang diselesaikan
dengan instrumen ekuitas kepada anggota
manajemen dan layanan sejenis lainnya diukur
pada nilai wajar instrumen ekuitas pada tanggal
pemberian opsi.Nilai wajar yang ditentukan pada tanggal
pemberian opsi pembayaran saham yang
diselesaikan dengan instrumen ekuitas dicatat
sebagai beban dengan metode garis lurus
sepanjang periode vesting, berdasarkan
estimasi instrumen ekuitas Perusahaan yang
akhirnya akan diberikan, dengan peningkatan
yang sesuai pada ekuitas.Pada setiap akhir periode pelaporan,
Perusahaan mengubah estimasi dari jumlah
instrumen ekuitas yang diharapkan akan
diberikan.Dampak dari perubahan atas estimasi awal, jika
ada, diakui dalam laba rugi sebagai biaya
kumulatif yang mencerminkan perubahan
estimasi, dengan penyesuaian berdasarkan
cadangan imbalan kerja yang diselesaikan
dengan instrumen ekuitas.Efek dilutif dari opsi yang beredar direfleksikan
sebagai dilusi saham tambahan dalam
perhitungan laba per saham dilusian. |
|
None |
|
Pengakuan dan Pengukuran AwalGrup mengakui aset keuangan atau liabilitas
keuangan dalam laporan posisi keuangan jika
dan hanya jika, Grup menjadi salah satu pihak
dalam ketentuan pada kontrak instrumen
tersebut. Pada saat pengakuan awal aset
keuangan atau liabilitas keuangan, Grup
mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset
keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur
dalam nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar
tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan atau penerbitan
aset keuangan atau liabilitas keuangan
tersebut.Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan
dengan perolehan aset keuangan dan
penerbitan liabilitas keuangan yang
diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba
rugi dibebankan segera.Pengukuran Selanjutnya Aset KeuanganPada saat pengakuan awal, aset keuangan
diklasifikasikan dalam tiga kategori sebagai
berikut: aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan yang diamortisasi, aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain, dan aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi.Aset keuangan diklasifikasikan menjadi kategori
tersebut di atas dengan menggunakan dua
dasar yaitu: model bisnis Grup dalam
mengelola aset keuangan dan karakteristik arus
kas kontraktual dari aset keuangan.(i) Aset Keuangan yang Diukur pada BiayaPerolehan DiamortisasiAset keuangan dapat diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi hanya jika memenuhi
kedua kondisi berikut terpenuhi:a. Aset keuangan dikelola dalam model
bisnis yang bertujuan untuk memiliki asetkeuangan untuk tujuan mendapatkan
arus kas kontraktual (held to collect); danb. Kriteria kontraktual dari aset keuangan
yang pada tanggal tertentu menghasilkan
arus kas yang merupakan pembayaran
pokok dan bunga semata (solely
payments of principal and interest - SPPI)
dari jumlah pokok terutang.Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang
diakui pada awal pengakuan dikurangi
dengan pembayaran pokok, kemudian
dikurangi atau ditambah dengan jumlah
amortisasi kumulatif atas perbedaan jumlah
pengakuan awal dengan jumlah pada saat
jatuh tempo.Pendapatan keuangan dihitung dengan
menggunakan metode suku bunga efektif
dan diakui di laba rugi. Perubahan pada nilai
wajar diakui di laba rugi ketika aset
dihentikan atau direklasifikasi.Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi
aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dapat dijual ketika
terdapat peningkatan risiko kredit.
Penghentian untuk alasan lain
diperbolehkan namun jumlah penjualan
tersebut harus tidak signifikan jumlahnya
atau tidak sering.ii)Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai
Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif
Lain ()Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika
kedua kondisi berikut terpenuhi:a. Aset keuangan dikelola dalam model
bisnis yang tujuannya akan terpenuhi
dengan mendapatkan arus kas
kontraktual dan menjual aset keuangan;
dan
b. Persyaratan kontraktual dari aset
keuangan tersebut memberikan hak
pada tanggal tertentu atas arus kas
semata dari pembayaran pokok dan
bunga (solely payments of principal and
interest - SPPI) dari jumlah pokok
terutang.Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai
wajar, di mana keuntungan atau kerugian
diakui dalam penghasilan komprehensif lain,
kecuali untuk kerugian akibat penurunannilai dan keuntungan atau kerugian akibat
perubahan kurs, diakui pada laba rugi.
Ketika aset keuangan tersebut dihentikan
pengakuannya atau direklasifikasi,
keuntungan atau kerugian kumulatif yang
sebelumnya diakui dalam penghasilan
komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas
ke laba rugi sebagai penyesuaian
reklasifikasi.(iii) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai
Wajar Melalui Laba Rugi ()Aset keuangan yang diukur pada FVTPL
adalah aset keuangan yang tidak memenuhi
kriteria untuk diukur pada biaya perolehan
diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI.Setelah pengakuan awal, aset keuangan
yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai
wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang
timbul dari perubahan nilai wajar aset
keuangan diakui dalam laba rugi.Aset keuangan berupa derivatif dan
investasi pada instrumen ekuitas tidak
memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya
perolehan diamortisasi atau kriteria untukdiukur pada FVTOCI, sehingga diukur pada
FVTPL. Namun demikian, Grup dapat
menetapkan pilihan yang tidak dapat
dibatalkan saat pengakuan awal atas
investasi pada instrumen ekuitas yang
bukan untuk diperjualbelikan dalam waktu
dekat (held for trading) untuk diukur pada
FVTOCI.
Financial assets in the form of derivatives
and investments in equity instruments do not
meet the criteria for measurement at
amortized cost or FVTOCI. Therefore, they
are measured at FVTPL. Nonetheless, the
Group may irrevocably designate an
investment in an equity instrument, which is
not intended for trading, as FVTOCI at the
time of initial recognition.
Penetapan ini menyebabkan semua
keuntungan atau kerugian disajikan di
penghasilan komprehensif lain, kecuali
pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi.
Keuntungan atau kerugian kumulatif yang
sebelumnya diakui dalam penghasilan
komprehensif lain direklasifikasi ke saldo
laba tidak melalui laba rugi.
diukur pada FVTOCI, sehingga diukur pada
FVTPL. Namun demikian, Grup dapat
menetapkan pilihan yang tidak dapat
dibatalkan saat pengakuan awal atas
investasi pada instrumen ekuitas yang
bukan untuk diperjualbelikan dalam waktu
dekat (held for trading) untuk diukur pada
FVTOCI.Penetapan ini menyebabkan semua
keuntungan atau kerugian disajikan di
penghasilan komprehensif lain, kecuali
pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi.
Keuntungan atau kerugian kumulatif yang
sebelumnya diakui dalam penghasilan
komprehensif lain direklasifikasi ke saldo
laba tidak melalui laba rugi.Pengukuran Selanjutnya Liabilitas
KeuanganGrup mengklasifikasikan seluruh liabilitas
keuangan sehingga setelah pengakuan awal
liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, kecuali:(a) Liabilitas keuangan pada nilai wajar
melalui laba rugi. Liabilitas dimaksud,
termasuk derivatif yang merupakan
liabilitas, selanjutnya akan diukur pada
nilai wajar;(b) Liabilitas keuangan yang timbul ketika
pengalihan aset keuangan yang tidak
memenuhi kualifikasi penghentian
pengakuan atau ketika pendekatan
keterlibatan berkelanjutan diterapkan;(c) Kontrak jaminan keuangan dan komitmen
untuk menyediakan pinjaman dengan suku
bunga dibawah pasar. Setelah pengakuan
awal, penerbit kontrak dan penerbit
komitmen selanjutnya mengukur kontrak
tersebut sebesar jumlah yang lebih tinggi
antara:(i) jumlah penyisihan kerugian; dan(ii) jumlah yang pertama kali diakui
dikurangi dengan, jika sesuai, jumlah
kumulatif dari penghasilan yang diakui
sesuai dengan prinsip PSAK 115.(d) Imbalan kontijensi yang diakui oleh pihak
pengakusisi dalam kombinasi bisnis ketika
PSAK 103 diterapkan. Imbalan kontijensi
selanjutnya diukur pada nilai wajar dan
selisihnya dalam laba rugi.Saat pengakuan awal, Grup dapat membuat
penetapan yang tak terbatalkan untuk
mengukur liabilitas keuangan pada nilai wajar
melalui laba rugi, jika diizinkan oleh standar
atau jika penetapan akan menghasilkan
informasi yang lebih relevan, karena:(a) Mengeliminasi atau mengurangi secara
signifikan inkonsistensi pengukuran atau
pengakuan (kadang disebut sebagai
mismatch) yang dapat timbul
dari pengukuran aset atau liabilitas atau
pengakuan keuntungan dan kerugian atas
aset atau liabilitas dengan dasar yang
berbeda-beda; atau(b) Sekelompok liabilitas keuangan atau aset
keuangan dan liabilitas keuangan dikelola
dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan
nilai wajar, sesuai manajemen risiko atau
strategi investasi yang terdokumentasi,
dan informasi dengan dasar nilai wajar
dimaksud atas kelompok tersebut
disediakan secara internal untuk personil
manajemen kunci Grup.Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas
KeuanganAset KeuanganGrup menghentikan pengakuan aset keuangan,
jika dan hanya jika, hak kontraktual atas arus
kas yang berasal dari aset keuangan berakhiratau Grup mengalihkan hak kontraktual untuk
menerima kas yang berasal dari aset keuangan
atau tetap memiliki hak kontraktual untuk
menerima kas tetapi juga menanggung
kewajiban kontraktual untuk membayar arus
kas yang diterima tersebut kepada satu atau
lebih pihak penerima melalui suatu
kesepakatan. Jika Grup secara substansial
mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas
kepemilikan aset keuangan, maka Grup
menghentikan pengakuan aset keuangan dan
mengakui secara terpisah sebagai aset atau
liabilitas untuk setiap hak dan kewajiban yang
timbul atau yang masih dimiliki dalam
pengalihan tersebut. Jika Grup secara
substansial tidak mengalihkan dan tidak
memiliki seluruh risiko dan manfaat atas
kepemilikan aset keuangan tersebut dan masih
memiliki pengendalian, maka Grup mengakui
aset keuangan sebesar keterlibatan
berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut.
Jika Grup secara substansial masih memiliki
seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan
aset keuangan, maka Grup tetap mengakui
aset keuangan tersebut.Grup melakukan transaksi dimana Grup
mentransfer aset yang diakui dalam laporan
posisi keuangannya, tetapi tetap memiliki
semua atau secara substansial semua risiko
dan manfaat dari aset yang ditransfer. Dalam
kasus ini, aset yang ditransfer tidak dihentikan
pengakuannya.Saat penghentian pengakuan aset keuangan
secara keseluruhan, selisih antara jumlah
tercatat aset dan jumlah pembayaran dan
piutang yang diterima dan keuntungan atau
kerugian kumulatif yang telah diakui dalam
penghasilan komprehensif lain dan
terakumulasi dalam ekuitas direklasifikasi ke
laba rugi.Saat penghentian pengakuan aset keuangan
terhadap satu bagian saja Grup
mengalokasikan jumlah tercatat sebelumnya
dari aset keuangan tersebut pada bagian yang
tetap diakui berdasarkan keterlibatan
berkelanjutan dan bagian yang tidak lagi diakui
berdasarkan nilai wajar relatif dari kedua bagian
tersebut pada tanggal transfer. Selisih antara
jumlah tercatat yang dialokasikan pada bagian
yang tidak lagi diakui dan jumlah dari
pembayaran yang diterima untuk bagian yang
tidak lagi diakui dan setiap keuntungan ataukerugian kumulatif yang dialokasikan pada
bagian yang tidak lagi diakui tersebut yang
sebelumnya telah diakui dalam penghasilan
komprehensif lain diakui pada laba rugi.
Keuntungan dan kerugian kumulatif yang
sebelumnya diakui dalam penghasilan
komprehensif lain dialokasikan pada bagian
yang tetap diakui dan bagian yang dihentikan
pengakuannya, berdasarkan nilai wajar relatif
kedua bagian tersebut.Liabilitas KeuanganGrup menghentikan pengakuan liabilitas
keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas
keuangan tersebut berakhir, yaitu ketika
kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak
dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.Selisih antara jumlah tercatat liabilitas
keuangan (atau bagian dari liabilitas keuangan)
yang berakhir atau yang dialihkan ke pihak lain,
dan imbalan yang dibayarkan, termasuk aset
non kas yang dialihkan atau liabilitas yang
ditanggung, diakui dalam laba rugi.Penurunan Nilai Aset KeuanganGrup mengakui penyisihan kerugian untuk aset
keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi.Pada setiap tanggal pelaporan, Grup mengukur
penyisihan kerugian instrumen keuangan
sejumlah kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya jika risiko kredit atas
instrumen keuangan tersebut telah meningkat
secara signifikan sejak pengakuan awal, baik
dinilai secara individu atau kolektif.Namun, jika risiko kredit instrumen keuangan
tersebut tidak meningkat secara signifikan sejak
pengakuan awal, maka Grup mengakui
sejumlah kerugian kredit ekspektasian
12 bulan.Grup menerapkan metode yang
disederhanakan untuk mengukur kerugian
kredit ekspektasian tersebut terhadap piutang
usaha dan aset kontrak tanpa komponen
pendanaan yang signifikan.Grup menganggap aset keuangan gagal bayar
ketika pihak ketiga tidak mampu membayar
kewajiban kreditnya kepada Grup secara
penuh. Periode maksimum yang
dipertimbangkan ketika memperkirakankerugian kredit ekspektasian adalah periode
maksimum kontrak di mana Grup terekspos
terhadap risiko kredit.Penyisihan kerugian diakui sebagai pengurang
jumlah tercatat aset keuangan kecuali untuk
aset keuangan yang diukur pada FVTOCI yang
penyisihan kerugiannya diakui dalam
penghasilan komprehensif lain. Sedangkan
jumlah kerugian kredit ekspektasian (atau
pemulihan kerugian kredit) diakui dalam laba
rugi, sebagai keuntungan atau kerugian
penurunan nilai.Pengukuran kerugian kredit ekspektasian dari
instrumen keuangan dilakukan dengan suatu
cara yang mencerminkan:i. Jumlah yang tidak bias dan rata-rata
probabilitas tertimbang yang ditentukan
dengan mengevaluasi serangkaian
kemungkinan yang dapat terjadi;ii. Nilai waktu uang; dan
iii. Informasi yang wajar dan terdukung yang
tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan
pada tanggal pelaporan mengenai peristiwa
masa lalu, kondisi kini, dan perkiraan kondisi
ekonomi masa depan.Aset keuangan dapat dianggap tidak
mengalami peningkatan risiko kredit secara
signifikan sejak pengakuan awal jika aset
keuangan memiliki risiko kredit yang rendah
pada tanggal pelaporan. Risiko kredit pada
instrumen keuangan dianggap rendah ketika
aset keuangan tersebut memiliki risiko gagal
bayar yang rendah, peminjam memiliki
kapasitas yang kuat untuk memenuhi
kewajiban arus kas kontraktualnya dalam
jangka waktu dekat dan memburuknya kondisi
ekonomi dan bisnis dalam jangka waktu
panjang mungkin, namun tidak selalu,
menurunkan kemampuan peminjam untuk
memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya.
Untuk menentukan apakah aset keuangan
memiliki risiko kredit rendah, Grup dapat
menggunakan peringkat risiko kredit internal
atau penilaian eksternal. Misal, aset keuangan
dengan peringkat grade
berdasarkan penilaian eksternal merupakan
instrumen yang memiliki risiko kredit yang
rendah, sehingga tidak mengalami peningkatan
risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan
awal.Metode Suku Bunga EfektifMetode suku bunga efektif adalah metode yang
digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan
(atau kelompok aset atau liabilitas keuangan)
dan metode untuk mengalokasikan pendapatan
bunga atau beban bunga selama periode yang
relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga
yang secara tepat mendiskontokan estimasi
pembayaran atau penerimaan kas masa depan
selama perkiraan umur dari instrumen
keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan
periode yang lebih singkat untuk memperoleh
jumlah tercatat neto dari aset keuangan atau
liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku
bunga efektif, Grup mengestimasi arus kas
dengan mempertimbangkan seluruh
persyaratan kontraktual dalam instrumen
keuangan tersebut, seperti pelunasan
dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain, tetapi
tidak mempertimbangkan kerugian kredit masa
depan. Perhitungan ini mencakup seluruh
komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau
diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak yang
merupakan bagian tak terpisahkan dari suku
bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh
premium atau diskonto lain.Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas
KeuanganAset keuangan dan liabilitas keuangan
disalinghapuskan, jika dan hanya jika, Grup saat
ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara
hukum untuk melakukan saling hapus atas
jumlah yang telah diakui tersebut; dan berintensi
untuk menyelesaikan secara neto atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitasnya secara simultan.Pengukuran Nilai WajarNilai wajar adalah harga yang akan diterima
untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas
dalam transaksi teratur antara pelaku pasar
pada tanggal pengukuran.Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan
diestimasi untuk keperluan pengakuan dan
pengukuran atau untuk keperluan
pengungkapan.Nilai wajar dikategorikan dalam tingkat yang
berbeda dalam suatu hierarki nilai wajar
berdasarkan pada apakah input suatu
pengukuran dapat diobservasi dan signifikansiinput terhadap keseluruhan pengukuran nilai
wajar:i) Harga kuotasian (tanpa penyesuaian)
di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses pada tanggal
pengukuran (Tingkat 1);(ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk
dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi
untuk aset atau liabilitas, baik secara
langsung maupun tidak langsung
(Tingkat 2); atau(iii) Input yang tidak dapat diobservasi untuk
aset atau liabilitas (Tingkat 3).Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas,
Grup sebisa mungkin menggunakan data
pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai
wajar aset atau liabilitas tidak dapat
diobservasi secara langsung, Grup
menggunakan teknik penilaian yang sesuai
dengan keadaannya dan memaksimalkan
penggunaan input yang dapat diobservasi yang
relevan dan meminimalkan penggunaan input
yang tidak dapat diobservasi.Perpindahan antara tingkat hierarki nilai wajar
diakui oleh Grup pada akhir periode pelaporan
di mana perpindahan terjadi. |
|
None |
|
None |
|
amendemen dan penyesuaian atas standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2022, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:Amendemen PSAK 22: Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke Kerangka Konseptual;Amendemen PSAK 57: Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak Merugi - Biaya Memenuhi Kontrak;Amendemen PSAK 16: Aset Tetap tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan;PSAK 69 (Penyesuaian Tahunan 2020): Agrikultur;PSAK 71 (Penyesuaian Tahunan 2020): Instrumen Keuangan; danPSAK 73 (Penyesuaian Tahunan 2020): Sewa. |
|
Amendemen atas standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2023, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi;Amandemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang;Amendemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan tentang Definisi Estimasi Akuntansi;dan Amendemen PSAK 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang timbul dari Transaksi Tunggal.Standar baru yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:PSAK 74: Kontrak Asuransi; dan Amendemen PSAK 74: Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK 74 dan PSAK 71 - Informasi Komparatif. |
|
None |