|
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember
2025, penambahan aset hak guna masing-masing
sebesar Rp1.170 dan Rp2.105 berasal dari
liabilitas sewa (Catatan 48). Aset tetap bangunan milik Perusahaan seluas
7.979 m2 berlokasi di Jakarta dijadikan jaminan
atas fasilitas pinjaman yang diperoleh
Perusahaan dari PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk (Catatan 23). Aset tetap tanah milik Perusahaan seluas74.034 m2 berlokasi di Tangerang dijadikan
jaminan atas fasilitas pinjaman yang diperoleh
Perusahaan dari PT Bank CIMB Niaga Tbk
(Catatan 21).Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember
2025, properti investasi yang direklasifikasi dari
aset tetap dalam penyelesaian masing-masing
sebesar Rp221 dan Rp1.417 (Catatan 11). Pada tanggal 31 Desember 2025, properti
investasi yang direklasifikasi dari aset tetap
berupa tanah sebesar Rp708 (Catatan 11). Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember
2025, aset tetap yang direklasifikasi ke
persediaan masing-masing sebesar Rp12.952
dan Rp13.268 (Catatan 6).Jumlah pengeluaran kas atas aset tetap dalam
penyelesaian pada tanggal 30 Juni 2026 dan
2025 masing-masing sebesar Rp18.184 dan
Rp52.903. Biaya perolehan aset tetap yang telah
disusutkan penuh dan masih digunakan Grup
pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember
2025 masing-masing sebesar Rp309.605 dan
Rp278.423. Tidak terdapat biaya pinjaman yang
dikapitalisasi pada aset tetap. Berdasarkan pengujian penurunan nilai yang
telah dilakukan, manajemen berpendapat
penyisihan penurunan nilai aset tetap tersebut
cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
penurunan nilai yang terjadi pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. |