[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry

Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
2026-06-30
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan asas kelangsungan usaha (going concern) dan dasar akrual, kecuali Laporan Arus Kas yang disusun menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Pengukuran akun menggunakan konsep harga perolehan (historical cost), kecuali untuk beberapa akun tertentu yang diukur berdasarkan ketentuan kebijakan akuntansi masing-masing. Mata uang fungsional dan pelaporan yang digunakan adalah Rupiah (IDR) Basis of preparation of consolidated financial statements
Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian mencakup Perusahaan dan entitas anak yang dikendalikan (memiliki kekuasaan, eksposur imbal hasil variabel, dan kemampuan mempengaruhi imbal hasil). Konsolidasi dilakukan sejak tanggal diperolehnya pengendalian hingga berakhirnya pengendalian, dengan menggunakan periode pelaporan serta kebijakan akuntansi yang selaras, dan mengeliminasi seluruh saldo serta transaksi antar-anggota Grup. Kepentingan Non pengendali (KNP) disajikan terpisah pada ekuitas dan laba rugi. Perubahan kepemilikan tanpa kehilangan pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Jika terjadi kehilangan pengendalian, Grup menghentikan pengakuan aset, liabilitas, dan KNP entitas anak, mengukur sisa investasi pada nilai wajar, serta mengakui selisihnya sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba rugi. Principles of consolidation
Kas dan setara kas Dalam laporan posisi keuangan, kas terdiri dari kas di tangan, kas di bank dan deposito yang tidak dijaminkan dan tidak dibatasi penggunaannya. Setara kas terdiri dari deposito berjangka yang digunakan sebagai jaminan sehubungan dengan jaminan utang bank disajikan sebagai berjangka yang dibatasi penggunaannya dalam bagian aset lancar pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Cash and cash equivalents
Piutang usaha dan piutang lain-lain Grup menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL piutang usaha dan kontrak aset. Trade and other receivables
Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto (lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan menggunakan metode Masuk Pertama Keluar Pertama (FIFO). Nilai realisasi neto adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan biaya penjualan. Penyisihan penurunan nilai persediaan ditetapkan berdasarkan penelaahan berkala atas kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan. Inventories
Tanaman produktif Bearer plants
Aset tetap Tanah dan bangunan diukur menggunakan model revaluasi berdasarkan nilai wajar dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Kenaikan revaluasi diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam surplus revaluasi pada ekuitas, sedangkan penurunan nilai dibebankan ke laba rugi. Aset tetap lainnya diukur menggunakan model biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis sejak aset siap digunakan, kecuali tanah yang tidak disusutkan. Biaya legal awal perolehan tanah dikapitalisasi, sementara biaya perpanjangan hak tanah ditangguhkan dan diamortisasi. Nilai residu, masa manfaat, dan metode penyusutan direviu setiap akhir tahun secara prospektif. Keuntungan atau kerugian dari penghentian pengakuan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi. Fixed assets
Tanah belum dikembangkan Undeveloped land
Aset biologis Biological assets
Perkebunan plasma Plasma plantations
Penurunan nilai aset nonkeuangan Grup menilai indikasi penurunan nilai aset pada setiap akhir periode pelaporan. Jika terdapat indikasi, jumlah terpulihkan diestimasi berdasarkan nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai (dengan mendiskontokan arus kas masa depan). Rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi (atau mengurangi surplus revaluasi untuk aset revaluasian) jika nilai tercatat melebihi jumlah terpulihkan. Pembalikan rugi penurunan nilai dievaluasi secara berkala dan diakui jika terdapat perubahan estimasi, dibatasi hingga nilai tercatat tidak melebihi jumlah tercatat neto seandainya penurunan nilai tidak pernah diakui pada periode sebelumnya. Impairment of non-financial assets
Beban tangguhan Deferred charges
Utang usaha dan liabilitas lain-lain Trade payables and other liabilities
Pengakuan pendapatan dan beban Grup menerapkan PSAK No. 115 dari Kontrak dengan Pelanggan menggunakan analisis 5 langkah (identifikasi kontrak, kewajiban pelaksanaan, penentuan harga transaksi, alokasi harga, dan pengakuan saat pengendalian/kendali berpindah). Pendapatan penjualan barang diakui saat risiko dan manfaat berpindah pada penyerahan fisik barang. Pendapatan jasa diakui saat jasa diberikan, sedangkan pendapatan ekstra klik diakui berdasarkan laporan pemakaian kertas. Aset kontrak diakui ketika pendapatan diakui sebelum ada hak pembayaran tanpa syarat, dan direklas ke piutang saat hak menjadi tanpa syarat. Beban diakui berdasarkan dasar akrual pada saat terjadinya. Revenue and expense recognition
Penjabaran mata uang asing Foreign currency translation
Transaksi dengan pihak berelasi Transactions with related parties
Pajak penghasilan Beban pajak mencakup pajak kini dan pajak tangguhan yang diakui dalam laba rugi, kecuali jika berkaitan dengan transaksi yang diakui di luar laba rugi (OCI atau ekuitas). Pajak kini dihitung berdasarkan estimasi laba kena pajak menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan, di mana bunga dan denda pajak disajikan sebagai bagian dari pendapatan/beban operasi lain. Pajak tangguhan diukur menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak dan nilai tercatat aset/liabilitas. Aset pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer dan rugi fiskal sejauh terdapat kemungkinan besar tersedianya laba kena pajak masa depan. Nilai tercatat aset pajak tangguhan dievaluasi pada setiap akhir periode, serta disajikan secara saling hapus (offsetting) jika memenuhi kriteria hukum yang berlaku. Income taxes
Pinjaman Borrowings
Provisi Provisions
Imbalan kerja karyawan Employee benefits
Laba per saham Jumlah laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada periode yang bersangkutan. Earnings per share
Dividen Dividends
Pelaporan segmen Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal yang ditelaah secara berkala oleh pengambil keputusan operasional (Chief Operating Decision Maker) untuk mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja, dengan fokus pada kategori produk. Segmen mencakup komponen bisnis yang menghasilkan pendapatan dan beban serta memiliki informasi keuangan terpisah. Pendapatan, beban, hasil, aset, dan liabilitas segmen meliputi pos-pos yang dapat diatribusikan secara langsung maupun dialokasikan dengan dasar yang memadai, yang ditentukan sebelum eliminasi transaksi antar-perusahaan dalam proses konsolidasi. Segment reporting
Instrumen keuangan derivatif Derivative financial instruments
Penerapan standar akutansi baru The implementation of new statements of accounting standards
Kombinasi bisnis Business combination
Penentuan nilai wajar Determination of fair value
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Foreign currency transactions and balances
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain Current accounts with Bank Indonesia and other banks
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Placements with Bank Indonesia and other banks
Efek-efek Securities
Investasi jangka pendek Short-term investment
Aset hak guna Right of use assets
Properti investasi Investment properties
Goodwill Goodwill
Investasi pada entitas asosiasi Investment in associates
Aset takberwujud Intangible assets
Beban dibayar dimuka Prepaid expenses
Piutang dan utang asuransi Insurance receivables and payables
Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables
Aset minyak dan gas bumi Oil and gas properties
Aset eksplorasi dan evaluasi Exploration and evaluation assets
Aset konsesi Concession assets
Liabilitas atas kontrak Contract liabilities
Simpanan nasabah dan simpanan dari bank lain Deposits from customers and deposits from other banks
Obligasi subordinasi Subordinated bonds
Efek-efek yang dibeli dengan janji dibeli kembali Securities purchased under resell agreements
Liabilitas pembongkaran aset restorasi area Asset abandoment and site restoration
Saham treasuri Treasury stock
Modal saham Modal saham dinyatakan sebesar nilai nominal. Biaya tambahan yang secara langsung dapat diatribusikan kepada penerbitan saham biasa atau opsi disajikan pada ekuitas sebagai pengurang penerimaan, setelah dikurangi pajak. Share capital
Pengaturan pembayaran berbasis saham Share-based payment arrangement
Biaya emisi efek ekuitas Stock issuance cost
Instrumen keuangan Financial instruments
Aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual Non-current assets classified as held for sale
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan tentang posisi Grup pada periode pelaporan (menyesuaikan peristiwa) tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah periode pelaporan yang tidak menyesuaikan peristiwa, jika ada, diungkapkan ketika material terhadap laporan keuangan konsolidasian. Events after reporting period
Penerapan standar akuntansi baru Adoption of new accounting standards
Standar akuntansi yang telah disahkan namun belum berlaku efektif Accounting standards issued but not yet effective
Utang pembiayaan konsumen Consumer financing liabilities