| Kebijakan akuntansi signifikan |
Significant accounting policies |
|
|
|
Dasar penyusunan laporan keuangan
konsolidasian adalah biaya historis, kecuali
instrumen keuangan tertentu yang diukur pada
nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan,
yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi di
bawah ini.
Biaya historis umumnya didasarkan pada nilai
wajar dari imbalan yang diberikan dalam
pertukaran barang dan jasa.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima
untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas
dalam suatu transaksi teratur antara pelaku
pasar pada tanggal pengukuran, terlepas dari
apakah harga tersebut dapat diamati secara
langsung atau diestimasi menggunakan teknik
penilaian lain. Dalam mengestimasi nilai wajar
dari suatu aset atau liabilitas, Grup
memperhitungkan karakteristik aset atau
liabilitas jika pelaku pasar akan
memperhitungkan karakteristik tersebut ketika
menentukan harga aset atau liabilitas pada
tanggal pengukuran. Nilai wajar untuk tujuan
pengukuran dan/atau pengungkapan pada
laporan keuangan konsolidasian ditentukan atas
dasar tersebut, kecuali untuk transaksi
pembayaran berbasis saham yang merupakan
ruang lingkup PSAK 102 Pembayaran Berbasis
Saham, transaksi sewa yang merupakan ruang
lingkup PSAK 116, dan pengukuran yang
memiliki kemiripan dengan nilai wajar namun
bukan merupakan nilai wajar, seperti nilai
realisasi bersih dalam PSAK 202 Persediaan atau
nilai pakai dalam PSAK 236 Penurunan Nilai
Aset.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan
menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas -
operasi, investasi dan pendanaan.
Direksi memiliki, pada saat persetujuan laporan
keuangan konsolidasian, suatu ekspektasi yang
memadai bahwa Grup memiliki sumber daya
yang cukup untuk melanjutkan keberadaan
operasinya untuk di masa yang akan datang.
Sehingga, mereka melanjutkan penerapan
dasar akuntansi kelangsungan usaha dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian. |
|
Laporan keuangan konsolidasian
menggabungkan laporan keuangan Perusahaan
dan entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan
dan entitas anak (termasuk entitas terstruktur).
Pengendalian tercapai dimana Perusahaan
memiliki kekuasaan atas investee; eksposur
atau hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan investee; dan
kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya
atas investee untuk mempengaruhi jumlah
imbal hasil investor.
Perusahaan menilai kembali apakah Perusahaan
mengendalikan investee jika fakta dan keadaan
yang mengindikasikan adanya perubahan
terhadap satu atau lebih dari tiga elemen
pengendalian yang disebutkan di atas.
Ketika Perusahaan memiliki hak suara kurang
dari mayoritas di-investee, ia memiliki
kekuasaan atas investee ketika hak suara
investor cukup untuk memberinya kemampuan
praktis untuk mengarahkan aktivitas
relevan secara sepihak. Perusahaan
mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan
yang relevan dalam menilai apakah hak suara
Perusahaan cukup untuk memberikan
Perusahaan kekuasaan, termasuk (i) ukuran
kepemilikan hak suara Perusahaan relatif
terhadap ukuran dan penyebaran kepemilikan
pemilik hak suara lain; (ii) hak suara potensial
yang dimiliki oleh Perusahaan, pemegang suara
lain atau pihak lain; (iii) hak yang timbul dari
pengaturan kontraktual lain; dan (iv) setiap
fakta dan keadaan tambahan apapun
mengindikasikan bahwa Perusahaan memiliki,
atau tidak memiliki, kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas yang relevan pada saat
keputusan perlu dibuat, termasuk pola
pemilikan suara dalam RUPS sebelumnya.
Konsolidasi entitas anak dimulai ketika
Perusahaan memperoleh pengendalian atas
entitas anak dan akan dihentikan ketika
Perusahaan kehilangan pengendalian pada
entitas anak. Secara khusus, pendapatan dan
beban entitas anak diakuisisi atau dijual selama
tahun berjalan termasuk dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dari tanggal diperolehnya
pengendalian Perusahaan sampai tanggal ketika
Perusahaan berhenti mengendalikan entitas
anak.
Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan
terhadap laporan keuangan entitas anak agar
kebijakan akuntansi sesuai dengan kebijakan
akuntansi Grup.
Seluruh aset dan liabilitas dalam intra grup,
ekuitas, pendapatan, beban dan arus kas yang
berkaitan dengan transaksi dalam Grup
dieliminasi secara penuh pada saat konsolidasi.
Kepentingan non-pengendali di entitas anak
diidentifikasi secara terpisah dari ekuitas Grup
yang ada. Kepentingan pemegang saham nonpengendali
yang merupakan kepentingan
kepemilikan yang memberikan pemiliknya hak
terhadap bagian proporsional aset bersih pada
saat likuidasi pada awalnya dapat diukur
sebesar nilai wajar atau bagian proporsional
kepentingan non-pengendali atas nilai wajar
aset bersih teridentifikasi pihak yang diakuisisi.
Pilihan pengukuran dibuat untuk masing-masing
akuisisi. Kepentingan non-pengendali lain
awalnya diukur sebesar nilai wajar. Setelah
akuisisi, jumlah tercatat kepentingan nonpengendali
adalah jumlah kepentingan tersebut
pada pengakuan awal ditambah bagian
kepentingan non-pengendali dari perubahan
selanjutnya di ekuitas. |
|
Untuk tujuan penyajian arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. |
|
Pada tanggal 1 Januari 2025, piutang usaha dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 49.992 juta (setelah dikurangi cadangan kerugian kredit sebesar Rp 140 juta).
Piutang usaha kepada pihak berelasi terutama merupakan piutang atas hasil penjualan dari outlet-outlet Grup di Foodhall, SOGO, SEIBU dan Galaries Lafayette (Catatan 30).
Piutang usaha kepada pihak ketiga terdiri dari piutang penjualan eceran.
Piutang penjualan eceran terutama merupakan piutang dari pihak ketiga lainnya dengan rata-rata jangka waktu kredit 30 hari, dan piutang kepada penerbit kartu kredit dan pemberi jasa teknologi keuangan dengan jangka waktu 2 sampai 7 hari. |
|
Persediaan terdiri dari makanan, minuman dan
barang dagangan yang tersedia untuk dijual
dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau
nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah.
Biaya perolehan ditentukan dengan metode
rata-rata tertimbang. Nilai realisasi bersih
merupakan estimasi harga jual dari persediaan
dikurangi seluruh biaya penyelesaian dan
estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat
penjualan.
Grup menetapkan penyisihan persediaan
barang rusak dan penurunan nilai persediaan
berdasarkan penelaahan terhadap keadaan
masing-masing persediaan pada akhir tahun. |
|
|
|
Aset tetap dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai.
Penyusutan diakui sebagai penghapusan
biaya perolehan aset dikurangi nilai residu
dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis
aset tetap.
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan
metode penyusutan direview setiap akhir tahun
dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi
tersebut berlaku prospektif.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan
pada laba rugi pada saat terjadinya. Biaya-biaya
lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk
menambah, mengganti atau memperbaiki aset
tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika
dan hanya jika besar kemungkinan manfaat
ekonomis di masa depan berkenaan dengan
aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya
perolehan aset dapat diukur secara andal.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat
pelepasan atau ketika tidak ada manfaat
ekonomik masa depan yang diharapkan timbul
dari penggunaan aset secara berkelanjutan.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
pelepasan atau penghentian pengakuan suatu
aset tetap ditentukan sebagai selisih antara
hasil penjualan dan nilai tercatat aset dan diakui
dalam laba rugi.
Aset yang telah disusutkan sepenuhnya yang
masih digunakan tetap termasuk dalam laporan
keuangan konsolidasian.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar
biaya perolehan dan akan dipindahkan ke
masing-masing aset tetap yang bersangkutan
pada saat selesai dan siap digunakan. |
|
|
|
|
|
|
|
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, jumlah terpulihkan dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah terpulihkan atas suatu aset individual, Grup mengestimasi jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas atas aset. Ketika dasar alokasi yang wajar dan konsisten dapat diidentifikasi, aset perusahaan juga dialokasikan ke masing-masing kelompok unit penghasil kas, atau sebaliknya mereka dialokasikan ke kelompok terkecil dari kelompok unit penghasil kas di mana dasar alokasi yang wajar dan konsisten dapat diidentifikasi.
Jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakai. Dalam menilai nilai pakainya, estimasi arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset yang mana estimasi arus kas masa depan belum disesuaikan.
Jika jumlah terpulihkan dari aset
non-keuangan (unit penghasil kas) lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan dan rugi penurunan nilai segera diakui dalam laba rugi. |
|
|
|
Pembelian kepada pemasok memiliki jangka waktu kredit antara 14 sampai 60 hari.
Tidak ada bunga yang dibebankan pada utang usaha. |
|
Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Grup perkirakan menjadi haknya dalam kontrak dengan pelanggan dan tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga. Grup mengakui pendapatan ketika mengalihkan pengendalian barang atau jasa kepada pelanggan. |
|
Laporan keuangan individu masing-masing
entitas Grup diukur dan disajikan dalam mata
uang dari lingkungan ekonomi utama dimana
entitas beroperasi (mata uang fungsional).
Laporan keuangan konsolidasian dari Grup
disajikan dalam mata uang Rupiah yang
merupakan mata uang fungsional Perusahaan
dan mata uang penyajian untuk laporan
keuangan konsolidasian.
Dalam penyusunan laporan keuangan setiap
entitas individual Grup, transaksi dalam mata
uang selain mata uang fungsional entitas (mata
uang asing) diakui pada kurs yang berlaku pada
tanggal transaksi. Pada setiap akhir periode
pelaporan, pos moneter dalam valuta asing
dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada
tanggal tersebut. Pos-pos non moneter yang
diukur pada nilai wajar dalam valuta asing
dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada
tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos nonmoneter
yang diukur dalam biaya historis dalam
valuta asing tidak dijabarkan kembali.
Selisih kurs atas pos moneter diakui dalam laba
rugi pada periode saat terjadinya. |
|
Transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan konsolidasian. |
|
Beban pajak penghasilan merupakan jumlah pajak kini terutang dan pajak tangguhan.
Pajak kini
Pajak kini terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan di laba rugi karena tidak memperhitungkan penghasilan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan pada tahun berbeda dan tidak memperhitungkan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat dikurangkan. Liabilitas Grup untuk pajak kini dihitung berdasarkan tarif pajak yang telah berlaku pada akhir periode pelaporan.
Provisi diakui untuk penentuan pajak yang tidak pasti, tetapi kemungkinan besar akan mengangkibatkan arus keluar dana kepada otoritas pajak. Provisi diukur sebesar estimasi terbaik atas jumlah ekspektasian yang terhutang. Penilaian berdasarkan pada pertimbangan professional pajak dalam Grup yang didukung dengan pengalaman lalu atas aktivitas tersebut dan dalam kasus tertentu berdasarkan saran pakar pajak independen.
Pajak tangguhan
Pajak tangguhan diakui atas perbedaan
temporer antara jumlah tercatat aset dan
liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian
dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan
dalam perhitungan laba kena pajak. Liabilitas
pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh
perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak
tangguhan umumnya diakui untuk seluruh
perbedaan temporer yang dapat dikurangkan
sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena
pajak akan tersedia sehingga perbedaan
temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan
liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika
perbedaan temporer timbul dari pengakuan
awal (selain dari kombinasi bisnis) dari aset dan
liabilitas suatu transaksi yang tidak
mempengaruhi laba kena pajak atau laba
akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan
tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari
pengakuan awal goodwill.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur
dengan menggunakan tarif pajak yang
diharapkan berlaku dalam periode ketika
liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan
berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak)
yang telah berlaku atau secara substantif telah
berlaku pada akhir periode pelaporan.
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan
mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai
dengan cara Grup memperkirakan, pada akhir
periode pelaporan, untuk memulihkan atau
menyelesaikan jumlah tercatat aset dan
liabilitasnya.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah
ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi
jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba
kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang
memadai untuk mengkompensasikan sebagian
atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai
beban atau penghasilan dalam laba rugi, kecuali
untuk pajak penghasilan yang timbul dari
transaksi atau peristiwa yang diakui, diluar laba
rugi (baik dalam penghasilan komprehensif lain
maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal
tersebut pajak juga diakui diluar laba rugi atau
yang timbul dari akuntansi awal kombinasi
bisnis. Dalam kombinasi bisnis, pengaruh pajak
termasuk dalam akuntansi kombinasi bisnis. |
|
|
|
Provisi diakui ketika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Grup diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.
Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomi untuk penyelesaian provisi yang diharapkan dapat dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian bahwa penggantian akan diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara andal. |
|
Imbalan pasca kerja imbalan pasti. Grup memberikan imbalan pasca kerja imbalan
pasti untuk para karyawannya sesuai dengan
Undang-undang Cipta Kerja No. 6/2023 dan
Peraturan Pemerintah No. 35/2021.
Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan
menggunakan metode projected unit credit,
dengan penilaian aktuaria yang dilakukan pada
setiap akhir periode pelaporan tahunan.
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan
dan kerugian aktuarial, yang tercermin langsung
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
yang dibebankan atau dikreditkan dalam
penghasilan komprehensif lain periode
terjadinya. Pengukuran kembali diakui dalam
penghasilan komprehensif lain tercermin
sebagai pos terpisah pada penghasilan
komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi. Biaya jasa lalu diakui
dalam laba rugi pada periode amendemen
program. Beban bunga dihitung dengan
mengalikan tingkat diskonto pada awal periode
imbalan pasti dengan liabilitas imbalan pasti.
Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai
berikut:
Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya
jasa lalu serta keuntungan dan kerugian
kurtailmen dan penyelesaian).
Beban bunga.
Pengukuran kembali.
Grup menyajikan dua komponen pertama dari
biaya imbalan pasti di laba rugi. Keuntungan
dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya
jasa lalu.
Liabilitas imbalan pasca kerja yang diakui pada
laporan posisi keuangan konsolidasian
merupakan defisit aktual dalam program
imbalan pasti Grup.
Imbalan kerja jangka panjang lain
Grup juga memberikan manfaat cuti panjang
untuk para karyawannya yang memenuhi
persyaratan.
Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan
menggunakan metode projected unit credit,
dengan penilaian aktuaria yang dilakukan pada
setiap akhir periode pelaporan tahunan. Biaya
jasa, beban bunga dan keuntungan dan
kerugian aktuarial diakui di laba rugi.
Liabilitas imbalan pasca kerja jangka panjang
yang diakui pada laporan posisi keuangan
konsolidasian. |
|
Rugi per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan. |
|
|
|
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara regular direview oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi. |
|
|
|
Dalam tahun berjalan, Grup telah menerapkan sejumlah amendemen PSAK yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2026. |
|
|
|
|
|
Laporan keuangan individu masing-masing entitas Grup diukur dan disajikan dalam mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan konsolidasian dari Grup disajikan dalam mata uang Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan mata uang penyajian untuk laporan keuangan konsolidasian.
Dalam penyusunan laporan keuangan setiap entitas individual Grup, transaksi dalam mata uang selain mata uang fungsional entitas (mata uang asing) diakui pada kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada setiap akhir periode pelaporan, pos moneter dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Pos-pos non moneter yang diukur pada nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos non-moneter yang diukur dalam biaya historis dalam valuta asing tidak dijabarkan kembali. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Grup menyewa ruang toko dan kantor. Masa sewa berkisar antara 2-10 tahun. Kontrak sewa tersebut memenuhi kriteria dimana kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan, sehingga dicatat sebagai aset hak-guna dan liabilitas sewa |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|