[2621000] Disclosure of Notes to the financial statements - Trade Receivables - Property Industry

Pengungkapan Disclosure
2026-06-30
Pengungkapan Disclosure
Pengungkapan catatan atas piutang usaha Pada tanggal 1 Januari 2025, piutang usaha dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 117.699 juta (setelah dikurangi cadangan kerugian kredit sebesar Rp 1.646 juta). Seluruh piutang usaha didenominasi dalam mata uang Rupiah. Grup memiliki risiko konsentrasi dari tiga pelanggan dengan jumlah saldo 22,14% dari jumlah piutang usaha pada 30 Juni 2026 (2025: tiga pelanggan dengan jumlah saldo 69,63%). Cadangan kerugian kredit untuk piutang usaha telah diukur sejumlah ECL sepanjang umur. ECL pada piutang usaha diestimasi berdasarkan matriks provisi dengan mengacu pada pengalaman gagal bayar debitur masa lalu dan analisis posisi keuangan debitur saat ini, disesuaikan dengan faktor-faktor yang spesifik dari debitur dan kondisi ekonomi umum industri di mana debitur beroperasi. Tidak ada perubahan dalam teknik estimasi atau asumsi signifikan yang dibuat selama periode pelaporan berjalan. Tabel berikut merinci profil risiko piutang usaha dari kontrak dengan pelanggan berdasarkan matriks provisi Grup. Karena pengalaman historis kerugian kredit Grup tidak menunjukkan pola kerugian yang berbeda signifikan untuk segmen pelanggan yang berbeda, ketentuan untuk cadangan kerugian berdasarkan status masa lalu tidak lagi dipisahkan antara basis pelanggan Grup yang berbeda. Untuk piutang yang timbul dari penjualan tanah dan/atau bangunan, Grup memiliki jaminan atas saldo-saldo piutang usaha tersebut. Untuk piutang yang timbul dari operasi Hotel dan Pusat Perbelanjaan, Grup tidak memiliki jaminan atau peningkatan kredit lainnya atas piutang dan juga tidak memiliki hak hukum yang saling hapus dengan setiap jumlah yang terhutang oleh Grup kepada pihak lawan. Mutasi cadangan kerugian kredit adalah sebagai berikut: Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai untuk menutup kerugian yang timbul dari tidak tertagihnya piutang usaha. Piutang usaha pusat perbelanjaan Mal Metropolitan digunakan sebagai jaminan utang Bank Mandiri pada 30 Juni 2026 dan 2025 (Catatan 19). Disclosure of notes for trade receivables