[1610000] Explanation for Significant Accounting Policy - General Industry

Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
2025-12-31
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian Basis of preparation of consolidated financial statements
Prinsip-prinsip konsolidasi Principles of consolidation
Kas dan setara kas Kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan Entitas. Setara kas adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka pendek, dan dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya. Kas di bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya sehubungan dengan persyaratan perjanjian pinjaman atau perjanjian lainnya disajikan sebagai di Bank dan Deposito Berjangka yang Dibatasi Penggunaannya sebagai aset tidak lancar. Kas di bank dan deposito berjangka yang akan digunakan untuk membayar liabilitas yang akan jatuh tempo dalam 1 (satu) tahun, disajikan sebagai bagian dari aset lancar. Cash and cash equivalents
Piutang usaha dan piutang lain-lain Piutang usaha adalah jumlah terutang dari pelanggan atas jasa yang diberikan dalam kegiatan usaha biasa. Piutang non usaha merupakan jumlah terutang yang timbul dari transaksi diluar kegiatan usaha biasa. Pencadangan tidak tertagihnya piutang usaha dibukukan pada akun biaya penghapusan piutang pada laporan laba rugi. Penyisihan atas piutang tak tertagih ditetapkan berdasarkan penelaahan mendalam terhadap kondisi masing-masing debitur pada akhir tahun. Apabila terhadap sejumlah piutang tersebut tak tertagih, jumlah tersebut akan dihapuskan atau dicadangkan. Trade and other receivables
Persediaan Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Biaya yang dikeluarkan untuk setiap produk agar berada pada lokasi dan kondisi siap untuk dijual dicatat sebagai berikut: i. Bahan baku, suku cadang, dan bahan pembantu: harga pembelian; Barang jadi dan persediaan dalam proses: biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung dan bagian proporsional dari beban overhead berdasarkan kapasitas operasi normal namun tidak termasuk biaya pinjaman. Inventories
Tanaman produktif Bearer plants
Aset tetap Entitas menerapkan PSAK No. 216 (Revisi 2011), Tetap termasuk PSAK No. 216 (Penyesuaian 2015), Tetap dan Amandemen 2015 PSAK No.216, Tetap tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi. Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang meliputi harga perolehannya dan setiap biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai intensi manajemen. Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap diperoleh atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk memproduksi persediaan selama periode tersebut. Setelah pengakuan awal, aset tetap kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Aset tetap dinyatakan berdasarkan model biaya yang dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutannya. Aset tetap disusutkan berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap yang bersangkutan dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method). Fixed assets
Tanah belum dikembangkan Undeveloped land
Aset biologis Biological assets
Perkebunan plasma Plasma plantations
Penurunan nilai aset nonkeuangan Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dari aset atau unit penghasil kas () dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Impairment of non-financial assets
Beban tangguhan Deferred charges
Utang usaha dan liabilitas lain-lain Utang usaha adalah kewajiban untuk membayar barang dan jasa yang telah diterima dalam kegiatan usaha normal dari pemasok. Utang usaha diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek apabila pembayarannya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang setelah tanggal pelaporan jika tidak, utang usaha tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka panjang. Trade payables and other liabilities
Pengakuan pendapatan dan beban Grup mengakui pendapatan sesuai dengan ketentuan PSAK 115, Grup bergerak dalam penjualan bahan bangunan lainnya. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan diakui Ketika pengendalian atas barang telah dialihkan kepada pelanggan pada suatu jumlah yang mencerminkan imbalan yang diharapkan Grup sebagai imbalan atas barang tersebut. Secara umum, Grup menyimpulkan bahwa mereka bertindak sebagai prinsipal dalam pengaturan pendapatannya. Revenue and expense recognition
Penjabaran mata uang asing Foreign currency translation
Transaksi dengan pihak berelasi Dalam kegiatan usaha normal, Grup melakukan transaksi usaha dan lainnya dengan pihak-pihak berelasi, yang terafiliasi dengan Grup melalui kepemilikan langsung dan tak langsung, dan/atau dibawah entitas sepengendali. Harga jual atau beli antara pihak-pihak berelasi ditentukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak. Transactions with related parties
Pajak penghasilan Grup menerapkan PSAK 212 (Revisi 2013) Pajak Penghasilan. Selain itu, Grup juga menerapkan ISAK 225 Penghasilan: Perubahan Dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Saham. Income taxes
Pinjaman Borrowings
Provisi Provisions
Imbalan kerja karyawan Tabel berikut menyajikan komponen liabilitas diestimasi atas imbalan kerja yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan beban imbalan kerja karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Employee benefits
Laba per saham Laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk dengan rata-rata tertimbang total saham yang beredar pada tahun bersangkutan. Earnings per share
Dividen Pembagian dividen final diakui sebagai liabilitas ketika dividen tersebut disetujui Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan. Dividends
Pelaporan segmen Grup melaporkan informasi segmen yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana Entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana Entitas beroperasi. Suatu segmen operasi adalah suatu komponen dari Entitas yang : a. terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari Entitas yang sama); hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Grup melakukan segmentasi pelaporan berdasarkan informasi keuangan yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam mengevaluasi kinerja segmen dan menentukan alokasi sumber daya yang dimilikinya. Segmentasi berdasarkan aktivitas dari setiap kegiatan operasi Entitas legal di dalam Grup. Segment reporting
Instrumen keuangan derivatif Derivative financial instruments
Penerapan standar akutansi baru The implementation of new statements of accounting standards
Kombinasi bisnis Business combination
Penentuan nilai wajar Determination of fair value
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Foreign currency transactions and balances
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain Current accounts with Bank Indonesia and other banks
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Placements with Bank Indonesia and other banks
Efek-efek Securities
Investasi jangka pendek Short-term investment
Aset hak guna Right of use assets
Properti investasi Investment properties
Goodwill Goodwill
Investasi pada entitas asosiasi Investment in associates
Aset takberwujud Intangible assets
Beban dibayar dimuka Prepaid expenses
Piutang dan utang asuransi Insurance receivables and payables
Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables
Aset minyak dan gas bumi Oil and gas properties
Aset eksplorasi dan evaluasi Exploration and evaluation assets
Aset konsesi Concession assets
Liabilitas atas kontrak Contract liabilities
Simpanan nasabah dan simpanan dari bank lain Deposits from customers and deposits from other banks
Obligasi subordinasi Subordinated bonds
Efek-efek yang dibeli dengan janji dibeli kembali Securities purchased under resell agreements
Liabilitas pembongkaran aset restorasi area Asset abandoment and site restoration
Saham treasuri Treasury stock
Modal saham Share capital
Pengaturan pembayaran berbasis saham Share-based payment arrangement
Biaya emisi efek ekuitas Stock issuance cost
Instrumen keuangan Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan didefinisikan dan disajikan dalam Total di mana instrumen tersebut dapat dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties), bukanlah dalam penjualan yang dipaksakan akibat kesulitan keuangan atau likuidasi. Untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan, Grup menggunakan hierarki seperti yang dijelaskan di bawah ini. a. Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo dalam satu tahun atau kurang (kas dan bank, piutang usaha dan piutang lain-lain) mendekati nilai tercatatnya karena bersifat jangka pendek. b. Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang Nilai wajar dari aset tidak lancar lain-lain tidak dapat diukur dengan handal karena tidak adanya jangka waktu realisasi yang jelas, sehingga metode penilaian tidak praktis untuk dilakukan. Financial instruments
Aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual Non-current assets classified as held for sale
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Events after reporting period
Penerapan standar akuntansi baru Adoption of new accounting standards
Standar akuntansi yang telah disahkan namun belum berlaku efektif Accounting standards issued but not yet effective
Utang pembiayaan konsumen Consumer financing liabilities