| Kebijakan akuntansi signifikan |
Significant accounting policies |
|
|
|
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan peraturan-peraturan serta pedoman penyajian dan pengungkapan laporan keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, adalah dasar akrual. Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha dan dengan pengukuran nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup. |
|
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anaknya sebagaimana dijelaskan dalam catatan 1d atas laporan keuangan konsolidasian, dimana Perusahaan mempunyai pemilikan secara langsung lebih dari 50 persen pemilikan dan/atau mempunyai hak untuk mengatur dan mengendalikan kebijakan manajemen serta operasional Entitas Anak. Pengaruh dari seluruh transaksi dan saldo antara perusahaan-perusahaan di dalam Grup yang material telah dieliminasi dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian. Entitas Anak dikonsolidasi secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal Perusahaan memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal Grup kehilangan pengendalian. Pengendalian dianggap ada ketika Perusahaan memiliki secara langsung atau tidak langsung melalui Entitas Anak, lebih dari setengah kekuasaan suara entitas. Rugi entitas anak yang tidak dimiliki secara penuh diatribusikan pada Kepentingan Non-Pengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan KNP mempunyai saldo defisit. Selisih lebih imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan nonpengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi atas nilai wajar aset bersih teridentifikasi yang diperoleh dicatat sebagai goodwill. Jika jumlah tersebut lebih rendah dari nilai wajar aset bersih teridentifikasi atas bisnis yang diakuisisi dalam kasus pembelian dengan diskon, selisihnya diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian. |
|
Semua rekening bank dan deposito berjangka ditempatkan pada bank pihak ketiga dan tidak dibatasi penggunaannya. |
|
Piutang usaha adalah jumlah tagihan dari pelanggan untuk barang atau jasa yang dijual atau diberikan dalam transaksi bisnis pada umumnya. Jika pembayaran piutang diharapkan selesai dalam satu tahun atau kurang, piutang tersebut dikelompokkan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang tersebut disajikan sebagai aset tidak lancar. Piutang lain-lain merupakan tagihan selain piutang usaha, termasuk pinjaman yang diberikan kepada pihak berelasi. Sesuai peraturan OJK, piutang lain-lain yang berasal dari pihak berelasi, disajikan sebagai aset tidak lancar kecuali jika ada kondisi tertentu pada piutang lain-lain dari pihak berelasi untuk disajikan sebagai aset lancar. Penyisihan penurunan nilai piutang diukur berdasarkan kerugian kredit ekspektasian dengan melakukan reviu atas kolektibilitas saldo secara individual atau kolektif sepanjang umur piutang usaha menggunakan pendekatan yang disederhanakan dengan mempertimbangkan informasi yang bersifat perkiraan masa depan yang dilakukan setiap akhir periode
pelaporan. Piutang dihapus pada saat piutang tersebut tidak akan tertagih. |
|
Persediaan terdiri dari suku cadang untuk mendukung usaha Grup. Persediaan dinyatakan menurut nilai yang terendah antara harga perolehan dan nilai bersih yang
dapat direalisasikan. Harga perolehan ditetapkan berdasarkan metode Masuk Pertama Keluar Pertama (First-In First-Out ) yang meliputi seluruh biaya yang
terjadi untuk memperoleh persediaan tersebut serta membawanya ke lokasi dan kondisinya yang sekarang. Nilai realisasi bersih adalah estimasi nilai jual dikurangi
beban penjualan. Penyisihan persediaan usang dilakukan atas dasar hasil penelaahan secara periodik terhadap kondisi persediaan. |
|
|
|
Perusahaan melakukan reviu setiap akhir tahun buku untuk memastikan nilai residu, umur manfaat dan metode depresiasi diterapkan secara konsisten sesuai dengan ekspektasi pola manfaat ekonomis dari aset tersebut. Ketika suatu aset dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya, biaya perolehan dan akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada, dikeluarkan dari akun tersebut dan laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap akan dimasukkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. |
|
|
|
|
|
|
|
Aset yang memiliki umur manfaat tidak terbatas, misalnya goodwill, tidak diamortisasi namun diuji penurunan nilainya setiap tahun, atau lebih sering jika terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatatnya mungkin tidak dapat dipulihkan. Aset yang memiliki umur manfaat terbatas, diamortisasi atau disusutkan, dan diuji untuk penurunan nilai jika terdapat kejadian atau perubahaan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatatnya mungkin tidak dapat dipulihkan. Penurunan nilai diakui jika nilai tercatat aset melebihi jumlah terpulihkannya. Jumlah terpulihkan merupakan jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai aset. Dalam menentukan penurunan nilai, aset dikelompokkan pada tingkat yang paling rendah dimana terdapat arus kas yang dapat diidentifikasi. Aset non-keuangan selain goodwill yang mengalami penurunan nilai diuji untuk menentukan apakah terdapat kemungkinan pemulihan penurunan nilai, pada setiap tanggal pelaporan. Pembalikan rugi penurunan nilai, untuk aset selain goodwill, diakui jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan dalam menentukan jumlah terpulihkan aset sejak pengujian penurunan nilai terakhir kali. Pembalikan rugi penurunan nilai tersebut diakui segera dalam laba rugi. Pembalikan tersebut tidak boleh mengakibatkan nilai tercatat aset melebihi biaya perolehan disusutkan sebelum adanya pengakuan penurunan nilai pada tanggal pembalikan dilakukan. Rugi penurunan nilai atas goodwill tidak akan dilakukan pembalikan kembali. Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau unit penghasil kas UPK melebihi nilai terpulihkannya, yang lebih besar antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan dengan pelepasan aset. Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Arus kas diproyeksikan untuk sepuluh tahun ke depan dan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi yang belum ada perikatannya atau investasi signifikan di masa depan yang akan meningkatkan kinerja dari UPK yang diuji. Nilai terpulihkan paling sensitif terhadap tingkat diskonto yang digunakan untuk model arus kas yang didiskontokan seperti halnya dengan arus kas masuk masa depan yang diharapkan dan tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi. |
|
|
|
|
|
Pendapatan Grup berasal dari kegiatan niaga gas bumi, jasa transmisi minyak dan gas bumi, penjualan minyak mentah, gas bumi, LPG, LNG, dan jasa lainnya. Pendapatan dari niaga gas bumi dan jasa transportasi gas bumi diakui pada saat gas atau minyak bumi telah didistribusikan kepada pelanggan berdasarkan pencatatan pada angka meteran. Kontrak Grup dapat dinegosiasikan dari waktu ke waktu dan harga diskon khusus dapat diberikan kepada pelanggan setelah Perjanjian Jual Beli Gas terkait yang mengatur harga diskon disepakati antara Grup dan pelanggan. Bergantung pada sifat perubahannya, Grup akan melakukan modifikasi kontrak yang ada berdasarkan komitmen volume yang disetujui sebelum dan sesudah modifikasi kontrak dan perubahan harga yang timbul dari modifikasi tersebut. Pengakuan pendapatan Grup dilakukan berdasarkan lima langkah analisa sebagai berikut, Kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak terkait dalam kontrak, Grup bisa mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu pembayaran dari barang atau jasa yang akan dialihkan, Kontrak memiliki substansi komersial dan Besar kemungkinan Grup akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang dialihkan. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan; Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Grup membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak, Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin, Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan, ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut. Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi Pada suatu titik waktu umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan atau Suatu periode waktu umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan. Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui apabila kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi melebihi pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan. Liabilitas kontrak diakui ketika pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan melebihi kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Liabilitas kontrak akan direalisasi menjadi pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam Piutang usaha dan liabilitas kontrak disajikan dalam Utang usaha, Utang lain-lain dan Uang muka pelanggan. Pendapatan bunga dan beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual menggunakan metode suku bunga efektif. Beban diakui pada saat terjadinya, dengan menggunakan dasar akrual. |
|
|
|
Grup menerapkan PSAK No. 224, pihak-pihak
berelasi. PSAK ini mensyaratkan pengungkapan
hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi,
termasuk komitmen dalam laporan keuangan
konsolidasian interim. Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihakpihak
berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan konsolidasian interim yang relevan. |
|
Pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Pajak tangguhan diakui sebagai aset atau liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang timbul dari perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan. Aset pajak tangguhan diakui dan direviu pada setiap tanggal pelaporan atau diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak tersedia untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak atau peraturan pajak yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika, terdapat hak yang dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama. |
|
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung
dengan perolehan, pembangunan atau pembuatan aset
kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya
perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui
sebagai beban pada saat terjadi. Biaya pinjaman terdiri
dari biaya bunga dan biaya lain yang ditanggung oleh
Grup sehubungan dengan peminjaman dana. Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat aktivitas
yang diperlukan untuk mempersiapkan aset agar dapat
digunakan sesuai dengan maksudnya, dan pengeluaran
untuk aset kualifikasian dan biaya pinjamannya telah
terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat
seluruh aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan
aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan
maksudnya telah selesai secara substansial. |
|
|
|
Imbalan kerja jangka pendek merupakan upah, gaji, dan tunjangan lainnya. Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tak-terdiskonto sebagai liabilitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian setelah dikurangi dengan jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban pada laba rugi konsolidasian periode berjalan. Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan imbalan pasca kerja manfaat pasti yang dibentuk tanpa pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan pada saat pensiun yang dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini liabilitas imbalan pasca kerja ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas keluar masa depan dengan menggunakan tingkat bunga Obligasi Pemerintah dengan pertimbangan saat ini tidak ada pasar aktif untuk Obligasi korporasi berkualitas tinggi dalam mata uang Rupiah, sama dengan mata uang dimana imbalan tersebut akan dibayarkan, dan yang memiliki jangka waktu yang mendekati jangka waktu liabilitas imbalan pensiun yang bersangkutan. |
|
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham beredar pada periode yang bersangkutan. |
|
|
|
Segmen usaha menyajikan informasi produk atau jasa yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen usaha lain. Segmen geografis menyajikan informasi produk atau jasa pada wilayah ekonomi tertentu yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada wilayah ekonomi lain. Pendapatan segmen, laba rugi usaha segmen, laba rugi neto segmen dan aset segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi dalam entitas grup dieliminasi dalam proses konsolidasian. |
|
Aset keuangan Grup mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada model bisnis dan arus kas kontraktual apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Grup memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, aset kontrak, piutang lain-lain dan aset tidak lancar lain-lain. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar. Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Penghentian pengakuan aset keuangan, Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari investasi tersebut telah jatuh tempo atau telah ditransfer dan Grup telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset. Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Grup membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi yang tersedia pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal. Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan penyisihan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya untuk seluruh saldo piutang tanpa komponen pendanaan yang signifikan dan pendekatan umum untuk aset keuangan lainnya. Pendekatan umum termasuk penelahaan perubahan signifikan risiko kredit sejak terjadinya. Penelaahan kerugian kredit ekspektasian termasuk asumsi mengenai risiko gagal bayar dan tingkat kerugian ekspektasian. Untuk piutang usaha, dalam pengkajian juga mempertimbangkan penggunaan peningkatan kredit, misalnya, letter of credit dan garansi bank. Untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian, piutang telah dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko kredit dan jatuh tempo yang serupa. Liabilitas keuangan Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai kategori, liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi, dan liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Biaya perolehan diamortisasi dengan mendiskontokan nilai liabilitas menggunakan suku bunga efektif, kecuali dampak dari pendiskontoan tidak signifikan. Suku bunga efektif adalah tingkat diskonto yang menghasilkan arus kas di masa datang dari nilai tercatat, saat pengakuan awal. Dampak bunga dari penerapan metode suku bunga efektif diakui dalam laba rugi konsolidasian. Liabilitas keuangan yang dimiliki Grup meliputi pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang, utang usaha, utang lain-lain, beban masih harus dibayar, utang pembelian aset tetap dan pinjaman pembiayaan konsumen yang diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Pada saat pengakuan awal, utang usaha, akrual, liabilitas keuangan jangka pendek lainnya dan pinjaman diukur sebesar nilai wajar dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan langsung. Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif. Penghentian pengakuan liabilitas keuangan. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Ketika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial persyaratan dari suatu liabilitas yang saat ini ada, pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Saling hapus dari instrumen keuangan, Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan atau kebangkrutan Grup atau pihak lawan. |
|
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia telah menerbitkan amandemen dan
penyesuaian berikut, yang berlaku efektif untuk tahun
buku yang dimulai pada 1 Januari 2025 yang relevan
namun tidak menyebabkan perubahan signifikan atas
kebijakan akuntansi Grup dan tidak memberikan dampak
yang material terhadap jumlah yang dilaporkan di laporan
keuangan konsolidasian interim periode berjalan. - PSAK 117 Asuransi - Amendemen PSAK 221 Perubahan Kurs
Valuta Asing tentang Kekurangan Ketukaran. |
|
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi, dan jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung dan disertakan dalam beban beban administrasi. Ketika melakukan akuisisi atas sebuah bisnis, Perusahaan mengklasifikasikan dan menentukan aset keuangan yang diperoleh dan liabilitas keuangan yang diambil alih berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomi, dan kondisi terkait lain yang ada pada tanggal akuisisi. Hal ini termasuk pemisahan derivatif melekat dalam kontrak utama oleh pihak yang diakuisisi. Pada tanggal akuisisi, goodwill awalnya diukur pada harga perolehan yang merupakan selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan dan jumlah setiap KNP atas selisih jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih. Jika imbalan tersebut kurang dari nilai wajar aset neto Entitas Anak yang diakuisisi, selisih tersebut diakui dalam laba rugi. Untuk pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dalam kombinasi bisnis dialokasikan pada setiap unit penghasil kas, atau kelompok unit penghasil kas, yang diharapkan dapat memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis tersebut. Setiap unit atau kelompok unit yang memperoleh alokasi goodwill menunjukkan tingkat terendah dalam entitas yang goodwill nya dipantau untuk tujuan internal manajemen. Goodwill dipantau pada level segmen operasi. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Investasi Grup pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Entitas asosiasi adalah entitas dimana Grup mempunyai pengaruh signifikan. Dengan metode ekuitas, biaya perolehan investasi akan ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi bersih Grup dan dividen yang diterima dari investee sejak tanggal perolehan. Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian mencerminkan bagian dari hasil operasi entitas asosiasi. Jika terdapat perubahan yang diakui secara langsung dalam ekuitas entitas asosiasi, Grup mengakui bagiannya atas perubahan tersebut dan mengungkapkan hal ini, jika berlaku, dalam laporan perubahan ekuitas konsolidasian. Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi sebagai hasil dari transaksi antara Grup dan entitas asosiasi dieliminasi sesuai dengan kepentingan Grup dalam entitas asosiasi tersebut. Setelah menerapkan metode ekuitas, Grup menentukan apakah perlu untuk mengakui kerugian penurunan nilai atas investasi Grup pada entitas asosiasi. Grup menentukan pada setiap tanggal pelaporan apakah terdapat bukti objektif bahwa investasi pada entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Jika ini masalahnya, Grup menghitung jumlah penurunan nilai sebagai selisih antara jumlah terpulihkan atas investasi dalam entitas asosiasi dan nilai tercatatnya, dan mengakui jumlah tersebut dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. |
|
Aset takberwujud Grup terdiri dari peranti lunak komputer dan hak konsesi. Aset takberwujud diakui jika Grup kemungkinan besar akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari aset takberwujud tersebut dan biaya aset tersebut dapat diukur dengan andal. |
|
Beban dibayar di muka diamortisasi selama masa
manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan
metode garis lurus. Beban dibayar di muka yang masa
manfaatnya lebih dari 1 (satu) tahun disajikan sebagai
bagian dari tidak lancar pada laporan posisi
konsolidasian interim keuangan (kecuali biaya sewa yang
klasifikasinya masuk dalam kategori PSAK 116: Sewa). |
|
|
|
|
|
Properti minyak dan gas merupakan agregasi aset
eksplorasi dan evaluasi dan pengeluaran pengembangan
yang berhubungan dengan sumur berproduksi yang
tercermin dari nilai participating interest Grup. Nilai
akuisisi participating interest dianggap sebagai biaya
perolehan. Deplesi properti minyak dan gas diakui
dengan menggunakan metode saldo menurun, kecuali
untuk perolehan participating interest , yang dideplesikan
menggunakan metode unit produksi berdasarkan
cadangan terbukti (proved ) dan probable sejak
dimulainya produksi komersialnya dari masing-masing
lapangan. |
|
|
|
Grup menerapkan ISAK 112 Konsesi Jasa
dan ISAK 229, Konsesi Jasa: Pengungkapan. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Grup melakukan pencadangan atas kewajiban
pembongkaran aset sesuai dengan persyaratan dalam
masing-masing perjanjian atau sesuai dengan peraturan
yang berlaku. Estimasi awal biaya pembongkaran diakui
sebagai komponen biaya perolehan aset terkait, yang
disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus. Pada umumnya, aktivitas pembongkaran aset terjadi
pada beberapa tahun di masa yang akan datang. Provisi
atas liabilitas pembongkaran di masa yang akan datang
adalah berupa estimasi terbaik pada tanggal pelaporan
keuangan atas nilai kini dari pengeluaran di masa yang
akan datang untuk melaksanakan liabilitas
pembongkaran aset tersebut, sesuai dengan ketentuan
hukum yang berlaku pada tanggal pelaporan. Perkiraan
liabilitas pembongkaran aset di masa yang akan datang
tersebut melibatkan estimasi manajemen mengenai saat
aktivitas tersebut akan dilakukan, sejauh mana aktivitas
tersebut harus dilakukan, dan juga teknologi yang akan
digunakan di masa depan. Estimasi tersebut diperiksa setiap periode/tahun dan
disesuaikan bila diperlukan. Penyesuaian dicerminkan
dalam nilai kini atas provisi liabilitas pembongkaran aset
dan dilakukan penyesuaian dengan jumlah yang sama
atas nilai buku aset yang bersangkutan. Pembalikan dari
efek diskonto dalam penghitungan provisi diakui sebagai
beban keuangan pada laba rugi. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|