[1693100] Disclosure of Notes to the financial statements - Short-Term Bank Loans - General Industry

Pengungkapan Disclosure
2026-06-30
Pengungkapan Disclosure
Pengungkapan catatan atas utang bank jangka pendek PT Bank DBS Indonesia Perusahaan Merupakan total fasilitas yang diperoleh Perusahaan dengan perincian sebagai berikut: 1. Uncommitted sales invoice facility dengan jumlah fasilitas tersedia maksimum Rp40.000.000.000 dengan tenor maksimum 3 bulan. Berdasarkan perubahan terakhir atas perjanjian, fasilitas ini akan berakhir tanggal 28 Februari 2027. 2. Uncommitted sales invoice facility 2 dengan jumlah fasilitas tersedia maksimum Rp20.000.000.000 dengan tenor maksimum 90 hari, yang mana limitnya dapat digunakan untuk sub-sub fasilitas perbankan berupa sublimit account payable financing, pembiayaan impor berupa L/C (Usance/Sight/UPAS), jaminan bagi penerbit Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN), fasilitas trust receipt dan pembiayaan piutang. Berdasarkan perubahan terakhir atas perjanjian, fasilitas ini akan berakhir tanggal 28 Februari 2027. 3. Uncommitted pre-shipment export financing facility dengan jumlah fasilitas tersedia maksimum Rp80.000.000.000 dengan tenor maksimum 150 hari. Berdasarkan perubahan terakhir atas perjanjian, fasilitas ini diperbaharui dengan jumlah fasilitas tersedia maksimum Rp53.000.000.000 dengan tenor maksimum 150 hari yang akan berakhir tanggal 28 Februari 2027. 4. Revolving credit facility merupakan fasilitas pembiayaan modal kerja untuk kegiatan operasional MOPU Meleo Producer Paltform, dengan jumlah maksimum AS$ 2.500.000. Fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 28 Februari 2027. 15. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan) PT Bank DBS Indonesia (Lanjutan) Perusahaan (Lanjutan) 5. Fasilitas berupa PCE FX Forward/Spot dengan tujuan utama untuk keperluan hedging valuta asing (FX). Fasilitas ini diberikan dengan limit sebesar AS$ 300.000 dan memiliki jangka waktu maksimal hingga 12 bulan. Fasilitas ini memungkinkan perusahaan untuk mengelola risiko fluktuasi nilai tukar dalam transaksi valas, baik melalui mekanisme forward maupun spot transaction, sesuai kebutuhan lindung nilai terhadap eksposur mata uang asing. Fasilitas 1-5 di atas dikenakan suku bunga sebesar 8,5% per tahun, untuk penarikan dalam mata uang rupiah. Adapun penarikan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dikenakan suku bunga 7,5% per tahun. Fasilitas-fasilitas ini dijaminkan oleh piutang usaha (Catatan 5). Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa batasan tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara lain dalam hal penjualan dan penerbitan opsi, waran, dan hak untuk memperoleh saham anak Perusahan, melakukan penambahan utang baru, melakukan reorganisasi, merger, akuisisi, dan penggabungan, selain reorganisasi yang diizinkan, seperti IPO anak Perusahaan, melakukan penjualan aset dan melakukan perubahan dalam bisnis Perusahaan. Saldo utang dalam Rupiah untuk fasilitas ini per tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah masing-masing sebesar Rp 43.646.182.974 dan Rp 38.339.815.519. Saldo utang dalam Dolar Amerika Serikat untuk fasilitas ini pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah masing-masing sebesar nihil dan AS$ 200.000 (setara dengan Rp 3.356.400.000). PT Bank UOB Indonesia Entitas Anak - PT Supraco Indonesia (SI): Merupakan bagian dari total fasilitas gabungan sebesar Rp 280.000.000.000 untuk keperluan modal kerja dan/atau investasi yang diterima oleh SI pada tanggal 23 Mei 2018, sebagai berikut: 1. Revolving Credit Facility 1 dengan batas penggunaan maksimum Rp 50.000.000.000. Fasilitas ini memiliki jangka waktu 12 bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 27 Januari 2027. 2. Revolving Credit Facility 2 dengan batas penggunaan maksimum Rp 15.000.000.000. Fasilitas ini memiliki jangka waktu 12 bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 27 Januari 2027. 3. Pre-Export Financing (PEF I) dengan batas penggunaan maksimum Rp 50.000.000.000. Fasilitas ini memiliki jangka waktu 12 bulan dan akan jatuh tempo pada tanggal 27 Januari 2027. 4. Fasilitas Import Financing (sublimit Pre-Export Financing) dengan batas penggunaan maksimum Rp 50.000.000.000 dan memiliki jangka waktu 12 bulan, serta akan jatuh tempo pada tanggal 27 Januari 2027. 5. Pre-Export Financing 2 dengan batas penggunaan maksimum Rp 25.000.000.000. Fasilitas ini dikhususkan untuk membiayai proyek-proyek yang berkaitan dengan bidang konstruksi green energy, dan memiliki jangka waktu 12 bulan serta akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2027. 6. Fasilitas Invoice Financing 2 (sublimit Pre-Export Financing 2) dengan batas penggunaan maksimum Rp 25.000.000.000. Fasilitas ini dikhususkan untuk membiayai proyek-proyek yang berkaitan dengan bidang konstruksi green energy dan memiliki jangka waktu 12 bulan serta akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2027. 7. Sublimit fasilitas Sight/Usance Letter of Credit/ SKBDN maksimum sebesar Rp 25.000.000. 8. Sublimit Fasilitas Trust Receipt () dengan penggunaan batas maksimum sebesar Rp 25.000.000.000. 9. Pre-Export Financing 3 dengan batas penggunaan maksimum sebesar Rp 25.000.000.000. Fasilitas ini memiliki jangka waktu 12 bulan serta akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2027. 10. Fasilitas Import Financing 3 (sublimit Pre-Export Financing 3) dengan batas penggunaan maksimum sebesar Rp 25.000.000.000. Fasilitas ini memiliki jangka waktu 12 bulan serta akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2027. 15. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan) PT Bank UOB Indonesia (Lanjutan) Entitas Anak - PT Supraco Indonesia (SI) (Lanjutan) 11. Pre-Export Financing 5 dengan batas penggunaan maksimum sebesar Rp 80.000.000.000. Fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2027 untuk Project dari Sarulla Operations Ltd. 12. Import Financing 5 (Sublimit Pre-Export Financing 5) dengan batas penggunaan maksimum sebesar Rp 80.000.000.000. Fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2027. 13. Pre-Export Financing 6 dengan batas penggunaan maksimum sebesar Rp 35.000.000.000. Fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2027 untuk Project dari Star Energy. 14. Import Financing 6 (Sublimit Pre-Export Financing 6) dengan batas penggunaan maksimum sebesar Rp 35.000.000.000. Fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2027. Seluruh fasilitas pinjaman di atas dikenakan suku bunga berkisar 9,25% per tahun dan di jamin oleh tanah dan bangunan yang dimiliki oleh SI dengan nilai penjaminan tidak kurang dari Rp 200.000.000.000. Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, SI diwajibkan untuk memenuhi beberapa batasan tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara lain dalam hal melakukan merger, akuisisi, dan konsolidasi, melakukan likuidasi, menerima pernyataan pailit dan penundaan pembayaran utang, pengalihan, penjaminan dan penyewaan aset, memberikan utang kepada pihak lain, penjaminan utang pihak lain, mengalihkan utang kepada pihak lain, penyertaan modal dan pengambilalihan saham di perusahaan lain, perubahan struktur kepemilikan, perubahan aktivitas usaha, serta menggadaikan dan menerbitkan saham. Disamping itu SI juga diharuskan memelihara rasio-rasio keuangan tertentu. SI telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut. Saldo utang untuk fasilitas ini per tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp 193.485.267.557 dan Rp 164.860.158.693. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Entitas Anak - PT Supraco Indonesia (SI) : Merupakan fasilitas kredit modal kerja (KMK) dengan suku bunga mengambang dan fasilitas penerbitan bank garansi untuk jaminan tender dan pelaksanaan jasa-jasa pendukung operasi perminyakan dan gas bumi yang diperoleh SI pada tanggal 26 Maret 2007. Berdasarkan perpanjangan terakhir dari Fasilitas pinjaman ini pada tanggal 23 Februari 2018, plafon fasilitas adalah sebesar Rp 38.000.000.000 (KMK) dan Rp 20.000.000.000 (Bank Garansi). Fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 26 Agustus 2026 Seluruh fasilitas pinjaman di atas dikenakan suku bunga berkisar 10,75% per tahun dan diberikan jaminan berupa tanah dan bangunan yang dimiliki oleh SI. Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, SI diwajibkan untuk memenuhi beberapa batasan tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara lain dalam hal melakukan merger, akuisisi, dan konsolidasi, melakukan likuidasi, menerima pernyataan pailit dan penundaan pembayaran utang, pelepasan dan penyewaan asset jaminan, memperoleh pinjaman bank dan institusi keuangan lain, memberikan utang kepada internal grup dan pihak lain, penjaminan utang pihak lain, mengalihkan utang kepada pihak lain, pengambilalihan dan penyertaan saham baru di perusahaan lain, membagikan dan membayarkan dividen kepada pemegang saham, menggunakan dana pinjaman untuk tujuan lain termasuk melunasi utang ke pemegang saham, perubahan anggaran dasar, struktur kepemilikan, perubahan aktivitas usaha, menggadaikan dan menerbitkan saham, serta membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar. 15. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Lanjutan) Entitas Anak - PT Supraco Indonesia (SI) (Lanjutan) Disamping itu SI juga diharuskan memelihara rasio-rasio keuangan berikut : 1. Current Ratio minimal 1,00 kali. 2. Debt Equity Ratio maksimal 2,50 kali 3. Debt Service Coverage minimal 100% SI telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut. Saldo utang untuk fasilitas ini per tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp 37.923.000.000 dan Rp 33.976.000.000. PT Bank Danamon Indonesia, Tbk Perusahaan Berdasarkan perjanjian kredit antara Perusahaan dengan PT Bank Danamon Indonesia, Tbk (BDI) tanggal 17 Maret 2020, BDI setuju untuk memberikan fasilitas kredit ke Perusahaan berupa fasilitas Omnibus Trade Finance (Uncommitted, Revolving) dengan total plafon sebesar AS$ 3.000.000 dalam bentuk L/C dan SKBDN. Fasilitas ini merupakan pengambilalihan dari fasilitas yang sebelumnya diberikan oleh MUFG Bank Ltd. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 9,75% per tahun dan fasilitas ini berakhir pada tanggal 17 Maret 2027. Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa batasan tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara lain dalam hal melakukan perubahan kegiatan usaha. Disamping itu diharuskan memelihara rasio-rasio keuangan tertentu. Perusahaan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut. Saldo utang untuk fasilitas ini per tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar nihil dan Rp 24.318.956.509. PT Bank CTBC Indonesia Perusahaan Berdasarkan perjanjian kredit antara Perusahaan dengan PT Bank CTBC Indonesia (CTBC) tanggal 22 Maret 2022, CTBC setuju untuk memberikan total fasilitas sebesar Rp 100.000.000.000 untuk keperluan modal kerja sebagai berikut: 1. Fasilitas kredit ke Perusahaan berupa fasilitas Omnibus Line (Short Term Loan 1, Short Term 2 dan Surat Kredit) dengan total plafon Rp 50.000.000.000. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 8,75% per tahun dan fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 21 Desember 2026. 2. Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek kepada Perusahaan dengan plafon sebesar Rp 50.000.000.000. Fasilitas ini ditujukan untuk kebutuhan modal kerja dan pembiayaan proyek di bawah perjanjian konsorsium dengan PT Supraco Indonesia. Tenor pinjaman adalah maksimal 4 bulan terhitung dari tanggal pencairan, dengan bunga 8,75% per tahun Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa batasan tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara lain dalam hal melakukan perubahan usaha dan melakukan pengalihan aset utama. Disamping itu diharuskan memelihara rasio-rasio keuangan tertentu. Saldo utang untuk fasilitas ini pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar nihil dan Rp 12.160.721.587. 15. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan) PT Bank CTBC Indonesia (Lanjutan) Entitas Anak PT Supraco Indonesia (SI) Berdasarkan perjanjian kredit antara SI dengan CTBC tanggal 21 Desember 2020, CTBC setuju untuk memberikan fasilitas kredit ke Perusahaan berupa fasilitas Omnibus Line (Short Term Loan 1, Short Term 2, Short Term 3 dan Bank Garansi) dengan total plafon Rp 100.000.000.000 dan fasilitas Transaksi Valuta Asing dengan total plafon sebesar AS$ 500.000. Pinjaman ini dikenakan Tingkat suku bunga sebesar 8,75% per tahun dan fasilitas ini berakhir pada tanggal 21 Desember 2026. Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa batasan tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara lain dalam hal melakukan perubahan usaha dan melakukan pengalihan aset utama. Disamping itu diharuskan memelihara rasio-rasio keuangan tertentu. SI telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut. Saldo utang untuk fasilitas ini per tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp 83.432.406.464 dan Rp 92.594.096.036. PT Bank CIMB Niaga Tbk Perusahaan Pada tanggal 2 Juni 2025 PT Bank CIMB Niaga Tbk telah menyetujui pemberian fasilitas pembiayaan Syariah kepada Perusahaan selaku debitur utama, dengan Co-Borrower terdiri dari PT Supraco Indonesia, PT Supraco Lines, dan PT Supraco Daya Wisesa. Fasilitas pembiayaan yang disepakati ini memiliki total plafon sebesar Rp 165.000.000.000 dan bertujuan utama untuk pembiayaan modal kerja melalui skema Musyarakah dan Hawalah, dengan struktur pembiayaan sebagai berikut: 1. Fasilitas Pembiayaan Rekening Koran iB / Musyarakah dengan nilai plafon sebesar Rp 5.000.000.000 yang digunakan secara eksklusif oleh Perusahaan. Fasilitas ini bersifat uncommitted. 2. Fasilitas Pembiayaan Transaksi Khusus iB Musyarakah (PTK iB) dengan plafon sebesar Rp 160.000.000.000, diberikan kepada Perusahaan dan PT Supraco Indonesia dan PT Supraco Daya Wisesa. Fasilitas ini bersifat revolving dan digunakan khusus untuk membayar gaji tenaga kerja. 3. Sub Fasilitas PTK Trade AP iB senilai Rp 160.000.000.000 yang menggunakan akad Hawalah. Fasilitas ini juga bersifat revolving dan digunakan untuk membayar kewajiban atas dasar invoice dari pemasok terkait pembelian barang dan jasa. Fasilitas diberikan kepada Perusahaan dengan Co-Borrower terdiri dari PT Supraco Indonesia, PT Supraco Lines, dan PT Supraco Daya Wisesa. 4. Sub Fasilitas BG iB atau Bank Guarantee / SBLC iB senilai Rp 160.000.000.000, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan garansi proyek (termasuk Bid Bond, Performance Bond, Maintenance Bond). Akad yang digunakan adalah Kafalah bil Ujrah, dengan tenor maksimal satu tahun atau disesuaikan dengan masa berlaku dokumen kontrak. Fasilitas diberikan kepada Perusahaan dengan Co-Borrower terdiri dari PT Supraco Indonesia, PT Supraco Lines, dan PT Supraco Daya Wisesa. Fasilitas pinjaman atas point 1-4 di atas berjangka waktu 1 tahun dan dikenakan suku bunga sebesar 8,25% per tahun dan seluruh fasilitas ini dijamin dengan piutang sebesar Rp 115.000.000.000 dan aset tetap berupa kapal atas nama PT Supraco Lines. Perusahaan beserta seluruh anak perusahaan dalam hal ini telah memenuhi kewajiban atas Rasio keuangan yang mencakup current ratio, DER, dan DSCR untuk konsolidasi Perusahaan serta Debt/EBITDA untuk PT Supraco Indonesia. Selain itu, pembatasan dalam perjanjian mensyaratkan persetujuan tertulis bank sebelum melakukan merger, akuisisi, perubahan struktur kepemilikan, pengalihan atau penggadaian aset, pembagian dividen lebih dari 10% dari retained earnings untuk anak perusahaan, dan tindakan korporasi lainnya yang berpengaruh signifikan terhadap struktur atau kelangsungan bisnis perusahaan. 15. UTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan) PT Bank CIMB Niaga Tbk (Lanjutan) Perusahaan (Lanjutan) Perusahaan beserta seluruh anak Perusahaan telah memenuhi batasan-batasan yang diwajibkan dalam perjanjian pinjaman tersebut. Saldo utang untuk fasilitas ini per tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing adalah sebesar Rp 5.009.988.727 dan Rp 4.960.261.013. Entitas Anak PT Supraco Indonesia (SI) Merupakan bagian dari fasilitas yang dimiliki Perusahaan, yang total plafon sebesar Rp 160.000.000.000. Fasilitas tersebut di atas dikenakan suku bunga sebesar 8% per tahun dan berakhir pada tanggal 2 Juni 2026. Saldo utang untuk fasilitas ini dalam Rupiah per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, masing-masing sebesar Rp 98.722.775.395 dan Rp 103.736.346.232. Entitas Anak PT Supraco Lines (SPL) Merupakan bagian dari fasilitas yang dimiliki Perusahaan, yang total plafon sebesar Rp 160.000.000.000. Fasilitas tersebut di atas dikenakan suku bunga sebesar 8% per tahun dan berakhir pada tanggal 2 Juni 2026. Saldo utang untuk fasilitas ini dalam Rupiah per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, masing-masing sebesar nihil. Entitas Anak PT Supraco Daya Wisesa (SDW) Merupakan bagian dari fasilitas yang dimiliki Perusahaan, yang total plafon sebesar Rp 160.000.000.000. Fasilitas tersebut di atas dikenakan suku bunga sebesar 8% per tahun dan berakhir pada tanggal 2 Juni 2026. Saldo utang untuk fasilitas ini dalam Rupiah per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, masing-masing sebesar Rp 11.773.146.223 dan Rp 4.987.399.538. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Perusahaan Merupakan fasilitas kredit modal kerja dengan plafon maksimum sebesar Rp 5.000.000.000 dan penerbitan bank garansi dengan plafon sebesar Rp 80.000.000.000. Pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga sebesar 10,50% per tahun dan fasilitas ini akan berakhir pada tanggal 22 Desember 2026. Pinjaman ini dijamin dengan deposito, piutang usaha, dan bangunan (Catatan 4, Catatan 5, dan Catatan 11). Berdasarkan persyaratan dalam perjanjian pinjaman, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa batasan tertentu antara lain, mendapatkan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pihak kreditur, antara lain dalam hal melakukan merger dan akuisisi, mengajukan permohonan pailit dan penundaan pembayaran utang, pelepasan dan pengalihan aset, memperoleh pinjaman baru dari pihak lain kecuali subordinate loan, memberikan pinjaman kepada internal grup dan pihak lain, penjaminan utang pihak lain, pengambilalihan dan penyertaan saham baru di perusahaan lain, membayar bunga dan melunasi utang ke pemegang saham, dan melakukan transaksi dengan harga tidak wajar. Disamping itu Perusahaan juga diharuskan memelihara rasio keuangan tertentu. Saldo utang untuk fasilitas ini per tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar nihil. Disclosure of notes for short-term bank loans