| Kebijakan akuntansi signifikan |
Significant accounting policies |
|
|
|
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) dan Peraturan-Peraturan serta Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan ().
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan basis akrual, menggunakan dasar akuntansi biaya historis, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang disajikan berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian yang disajikan dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah () yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anaknya.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Grup adalah selaras bagi tahun yang dicakup oleh laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk standar akuntasi baru dan revisi seperti diungkapkan pada Catatan 2b dibawah ini.
Grup telah menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa Grup akan mempertahankan kelangsungan usaha. |
|
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Grup. Kendali diperoleh bila Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Dengan demikian, Grup mengendalikan investee jika dan hanya jika Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
i) Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi Grup kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari investee,
ii) Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan
iii) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil.
Bila Grup tidak memiliki hak suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu investee, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam mengevaluasi apakah mereka memiliki kekuasaan atas investee, termasuk:
i) Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee,
ii) Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan
iii) Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.
Grup menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen dari pengendalian. Konsolidasi atas entitas-entitas anak dimulai sejak Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan diberhentikan pada saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, penghasilan, dan beban dari entitas anak yang diakuisisi pada tahun tertentu disertakan dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh kendali sampai tanggal Grup tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut.
Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain () diatribusikan pada pemilik entitas induk dan pada kepentingan nonpengendali (), walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan kebijakan akuntansi Grup.
Seluruh saldo, transaksi, penghasilan dan beban antar perusahaan, serta laba dan rugi yang belum direalisasi dari transaksi intra Grup dan dividen dieliminasi pada saat konsolidasi.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Jika Grup kehilangan pengendalian suatu entitas anak, maka Grup menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas, KNP dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara rugi atau laba yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar. |
|
Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank serta deposito jangka pendek yang jatuh tempo dalam waktu tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak dibatasi penggunaannya. |
|
|
|
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi neto persediaan adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.
Biaya yang dikeluarkan untuk setiap produk agar berada pada lokasi dan kondisi siap untuk dijual dicatat sebagai berikut:
i) Bahan baku dan bahan pembantu: harga pembelian;
ii) Barang jadi: biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung dan bagian proporsional dari beban overhead berdasarkan kapasitas operasi normal namun tidak termasuk biaya pinjaman.
Grup menetapkan penyisihan untuk keusangan dan/atau penurunan nilai persediaan berdasarkan hasil penelaahan berkala atas kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan. |
|
Tanaman produktif adalah tanaman hidup yang digunakan dalam produksi atau pasokan produk agrikultur; diharapkan menghasilkan produk selama lebih dari satu tahun; dan memiliki kemungkinan kecil untuk dijual sebagai produk agrikultur, kecuali untuk penjualan sisa insidental.
Tanaman produktif dikelompokkan menjadi tanaman produktif belum menghasilkan dan tanaman produktif menghasilkan.
Tanaman produktif belum menghasilkan
Tanaman produktif belum menghasilkan diakui sebesar biaya perolehan, yang sebagian besar terdiri dari akumulasi biaya pembukaan lahan, penanaman, pemupukan, perawatan dan pemeliharaan perkebunan, dan alokasi biaya tidak langsung sampai dengan waktu pohon menjadi produktif secara komersial dan tersedia untuk dipanen. Biaya juga mencakup kapitalisasi biaya pinjaman dan biaya lainnya yang timbul sehubungan dengan pembiayaan pengembangan tanaman produktif belum menghasilkan.
Kapitalisasi biaya peminjaman tersebut berhenti ketika pohon-pohon menjadi produktif secara komersial dan tersedia untuk dipanen. Tanaman produktif belum menghasilkan tidak disusutkan. Tanaman produktif belum menghasilkan direklasifikasi ke dalam tanaman produktif yang menghasilkan saat mereka produktif secara komersial dan tersedia untuk dipanen.
Tanaman produktif menghasilkan
Secara umum, tanaman kelapa sawit memerlukan waktu sekitar 4 (empat) tahun sejak penanaman bibit di area perkebunan untuk menjadi tanaman produktif menghasilkan, sementara tanaman produktif karet membutuhkan waktu sekitar 5 (lima) tahun untuk mencapai kematangan. Jangka waktu untuk menjadi tanaman produktif menghasilkan tergantung pada tingkat pertumbuhan tanaman dan penilaian manajemen.
Tanaman produktif menghasilkan dicatat sebesar akumulasi biaya perolehan yang merupakan reklasifikasi dari tanaman produktif belum menghasilkan, dan disusutkan dengan metode garis lurus selama estimasi masa produktif tanaman yang bersangkutan selama 25 tahun.
Jumlah tercatat dari tanaman produktif ditelaah untuk penurunan nilai saat kejadian atau perubahan keadaan mengindikasikan bahwa nilai tercatat tidak dapat dipulihkan sepenuhnya.
Nilai tercatat dari tanaman produktif dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak ada manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) langsung dimasukkan dalam laba rugi ketika aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Masa manfaat aset dan metode penyusutan dievaluasi dan disesuaikan secara prospektif, jika diperlukan.
Biaya perawatan dan pemeliharaan tanaman produktif dicatat dalam laba rugi ketika terjadi. Biaya pemugaran dan penambahan besar termasuk dalam nilai tercatat aset yang terkait apabila besar kemungkinan manfaat ekonomi masa depan yang melebihi standar kinerja aset yang semula dinilai akan mengalir ke Grup, dan disusutkan selama sisa masa manfaat dari aset terkait. |
|
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat terjadinya. Beban pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi kepada jumlah tercatat aset terkait bila besar kemungkinan bagi Grup manfaat ekonomi masa depan menjadi lebih besar dari standar kinerja awal yang ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa manfaat aset terkait.
Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset-aset tersebut sebagai berikut:
Tahun/Years
Bangunan dan infrastruktur 10 - 20
Mesin dan instalasi 4 - 8
Kendaraan dan alat berat 4 - 8
Peralatan dan perabot 4
Penilaian aset tetap dilakukan atas penurunan nilai apabila terdapat kejadian atau perubahan dan perubahan kondisi yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tidak dapat terpulihkan sepenuhnya.
Jumlah tercatat dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat sudah tidak ada lagi manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan maupun pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (ditentukan sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto dan jumlah tercatatnya) dimasukkan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun penghentian pengakuan tersebut dilakukan.
Nilai residu aset, umur manfaat dan metode penyusutan dievaluasi setiap akhir tahun finansial dan disesuaikan secara prospektif jika diperlukan.
Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi beban pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun Tetap yang bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset tetap dalam penyelesaian tidak disusutkan karena belum tersedia untuk digunakan.
Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat diperbarui/diperpanjang pada saat jatuh tempo.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya. Beban pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi kepada jumlah tercatat aset terkait bila besar kemungkinan bagi Grup manfaat ekonomi masa depan menjadi lebih besar dari standar kinerja awal yang ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa manfaat aset terkait.
Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (), Hak Guna Bangunan () dan Hak Pakai () ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun Tetap dan tidak diamortisasi.
Biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU, HGB dan HP ditangguhkan dan diamortisasi yang lebih pendek antara umur hukum hak atas tanah dan umur ekonomi tanah, dan disajikan sebagai bagian dari akun tidak lancar lainnya pada laporan posisi keuangan konsolidasian. |
|
|
|
Aset biologis Grup terdiri dari produk agrikultur dari tanaman produktif, yang terutama terdiri dari tandan buah segar kelapa sawit () yang belum dipanen sampai dengan titik panen. Sedangkan TBS yang sudah dipanen dan siap untuk dijual atau digunakan diklasifikasikan sebagai persediaan.
Aset biologis dicatat pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual. Keuntungan atau kerugian yang timbul pada pengakuan awal atas produk agrikultur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan dari perubahan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset biologis pada setiap tanggal pelaporan dimasukkan dalam laba rugi pada tahun di mana keuntungan atau kerugian tersebut terjadi.
Nilai wajar dari produk agrikultur, termasuk produk yang masih tumbuh dan sudah dipanen dari tanaman produktif kelapa sawit ditentukan pada level 2 dengan menerapkan estimasi volume produksi dengan estimasi harga pasar yang berlaku pada tanggal pelaporan. Biaya untuk menjual adalah biaya inkremental yang diatribusikan secara langsung untuk pelepasan aset, tidak termasuk beban pembiayaan dan pajak penghasilan. |
|
Entitas-entitas anak tertentu dalam Grup (secara bersama-sama disebut sebagai Inti), memiliki komitmen dengan beberapa koperasi yang mewadahi petani plasma untuk mengembangkan perkebunan plasma sebagaimana diwajibkan oleh pemerintah Indonesia.
Pembiayaan atas pengembangan perkebunan plasma ini sebagian besar diperoleh melalui pinjaman dari bank, sedangkan Perusahaan Inti memberikan tambahan pinjaman sementara untuk membantu para petani plasma membayar pokok beserta bunga pinjaman bank sementara perkebunan plasma belum mencapai tahap produktif. Perusahaan Inti memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee) untuk fasilitas pinjaman terkait yang diperoleh dari bank. Piutang plasma yang disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian terdiri atas akumulasi biaya-biaya pengembangan yang untuk sementara ditalangi oleh Perusahaan Inti kepada koperasi atau petani plasma.
Piutang plasma juga termasuk pinjaman talangan kredit untuk menutup bunga dan cicilan pinjaman bank.
Piutang plasma diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi sesuai dengan PSAK 109. Kebijakan akuntansi lebih lanjut atas piutang plasma diungkapkan pada bagian Keuangan dari Catatan ini. |
|
Pada setiap akhir tahun pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset (yaitu aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas, aset takberwujud yang belum dapat digunakan, atau goodwill yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis) diperlukan, maka Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset atau UPK dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya, dan ditentukan untuk aset individual kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset atau UPK lebih besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkannya.
Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.
Grup mendasarkan perhitungan penurunan nilai pada rincian perhitungan anggaran atau prakiraan yang disusun secara terpisah untuk masing-masing UPK Grup atas aset individual yang dialokasikan. Perhitungan anggaran dan prakiraan ini secara umum mencakup periode selama lima atau sepuluh tahun sesuai dengan stabilitas arus kas perkebunan terkait. Setelah periode yang dianggarkan proyeksi arus kas diestimasi dengan melakukan ekstrapolasi proyeksi yang dianggarkan dengan menggunakan tingkat pertumbuhan jangka panjang yang tetap.
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar yang tersedia.
Untuk aset selain goodwill, penilaian dilakukan pada akhir setiap tanggal pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset atau UPK tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui sebagai laba atau rugi. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di tahun mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
Goodwill diuji untuk penurunan nilai setiap akhir tahun dan ketika terdapat indikasi bahwa nilai tercatatnya mungkin mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai bagi goodwill ditetapkan dengan menentukan jumlah tercatat tiap UPK (atau kelompok UPK) terkait dari goodwill tersebut. Jika jumlah terpulihkan UPK kurang dari jumlah tercatatnya, rugi penurunan nilai diakui. Rugi penurunan nilai terkait goodwill tidak dapat dibalik pada tahun berikutnya. |
|
|
|
|
|
Grup adalah produsen dan penjual minyak kelapa sawit (), minyak inti sawit (), inti sawit (), bungkil inti sawit () dan karet. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan diakui ketika pengendalian atas barang dialihkan kepada pelanggan pada suatu jumlah yang mencerminkan imbalan yang diharapkan Grup sebagai imbalan atas barang tersebut. Grup secara umum menyimpulkan bahwa mereka adalah prinsipal dalam pengaturan pendapatannya.
Kontrak-kontrak tertentu dengan pelanggan di dalam masing-masing segmen bisnis menimbulkan berbagai pertimbangan.
Grup mengestimasi berbagai pertimbangan seperti klaim mutu dengan menggunakan jumlah yang paling mungkin terjadi berdasarkan pengalaman historis dengan mempertimbangkan pola pembelian saat ini. Sedangkan pengakuan dilakukan saat kemungkinan besar penyesuaian harga diberikan.
Piutang usaha merupakan hak Grup atas sejumlah imbalan yang tidak bersyarat (yaitu, hanya waktu sampai sebelum pembayaran imbalan jatuh tempo). Lihat kebijakan akuntansi aset keuangan di Catatan 2l, mengenai pengakuan awal dan pengukuran selanjutnya.
Jika pelanggan membayar imbalan sebelum Grup mengalihkan barang kepada pelanggan, liabilitas kontrak diakui pada saat pembayaran dilakukan atau pembayaran jatuh tempo (mana yang lebih awal). Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan pada saat Grup memenuhi pelaksanaan kontrak.
Liabilitas kontrak
Liabilitas kontrak diakui jika pembayaran telah diterima atau pembayaran telah jatuh tempo (mana yang lebih dahulu) dari pelanggan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa terkait. Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan pada saat Grup melaksanakan kontrak (yaitu, mengalihkan kendali atas barang atau jasa terkait kepada pelanggan).
Pendapatan/beban bunga
Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, pendapatan atau biaya bunga dicatat dengan menggunakan metode suku bunga efektif, yaitu suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa yang akan datang selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, selama periode yang lebih singkat, untuk memperoleh nilai tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (asas akrual). |
|
|
|
Grup mempunyai transaksi dengan pihak berelasi, dengan definisi yang diuraikan pada PSAK 224 Pihak Berelasi.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, yang mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
Transaksi dan saldo yang material dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 35.
Kecuali diungkapkan khusus sebagai pihak berelasi, maka pihak-pihak lain yang disebutkan dalam Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan pihak tidak berelasi. |
|
Pajak final
Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat final. Pajak final tetap dikenakan atas nilai bruto transaksi walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.
Pajak final tersebut tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 212 Penghasilan.
Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan.
Tarif pajak dan peraturan pajak yang digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan di negara tempat Grup beroperasi dan menghasilkan pendapatan kena pajak.
Bunga dan denda atas pajak penghasilan disajikan sebagai bagian dari pendapatan atau beban operasi lainnya.
Pajak penghasilan kini terkait dengan pos-pos yang diakui secara langsung di ekuitas diakui dalam ekuitas dan bukan dalam laba rugi. Manajemen secara berkala mengevaluasi posisi yang diambil dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana peraturan perpajakan yang berlaku tunduk pada interpretasi dan menetapkan ketentuan yang sesuai.
Pajak penghasilan Pilar Dua
Sebagai tanggapan terhadap penerapan kerangka Pilar 2 ( 2) Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development atau ), pada tanggal 31 Desember 2024, Pemerintah Indonesia menetapkan aturan kerangka Pilar 2 melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 136/2024 (PMK 136/2024). Peraturan Pilar 2 sesuai PMK 136/2024 akan berlaku untuk tahun fiskal yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025.
Grup telah melakukan penilaian atas potensi eksposur Grup terhadap pajak penghasilan Pilar 2. Penilaian ini didasarkan pada informasi terbaru yang tersedia mengenai kinerja keuangan entitas konstituen dalam Grup. Berdasarkan penilaian tersebut, Grup tidak termasuk dalam lingkup pajak penghasilan Pilar 2 sehingga Grup tidak mengharapkan adanya potensi eksposur terhadap pajak tambahan Pilar 2. |
|
|
|
Provisi diakui jika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif), sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban tersebut dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika besar kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi tidak lagi diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, maka provisi tersebut dibatalkan. |
|
Grup mempunyai program dana pensiun iuran pasti dan program imbalan jangka panjang lainnya untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi syarat.
Grup juga mencatat penyisihan manfaat tambahan selain program dana pensiun tersebut di atas untuk memenuhi dan menutup imbalan minimum yang harus dibayar kepada karyawan-karyawan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Cipta Kerja No. 6/2023 ( Cipta Kerja (UUCK)). Penyisihan tersebut diestimasi dengan menggunakan perhitungan aktuarial metode Unit Credit.
Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial, segera diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian dengan mendebit atau mengkredit saldo laba melalui penghasilan komprehensif lain pada tahun terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada tahun berikutnya.
Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:
i) ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi, dan
ii) ketika Grup mengakui biaya restrukturisasi terkait.
Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas imbalan kerja. Grup mengakui perubahan berikut pada kewajiban obligasi neto pada akun Pokok Penjualan dan Umum dan Administrasi pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian:
i) Biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas penyelesaian (curtailment) tidak rutin, dan
ii) Beban atau penghasilan bunga neto |
|
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan. Rata-rata tertimbang saham yang beredar pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar 19.852.540.000 saham (Catatan 36). |
|
Perusahaan mengakui liabilitas untuk membayar dividen ketika distribusi telah disetujui. Sesuai dengan hukum perusahaan di Indonesia, distribusi diperbolehkan jika disetujui oleh pemegang saham. Jumlah yang sesuai diakui secara langsung dalam ekuitas. |
|
Untuk tujuan manajemen, Grup dibagi menjadi dua segmen operasi berdasarkan produk yang dikelola secara independen oleh masing-masing pengelola segmen yang bertanggung jawab atas kinerja dari masing-masing segmen. Para pengelola segmen melaporkan secara langsung kepada manajemen yang secara teratur mengkaji laba segmen sebagai dasar untuk mengalokasikan sumber daya ke masing-masing segmen dan untuk menilai kinerja segmen. Pengungkapan tambahan pada masing-masing segmen terdapat dalam Catatan 37, termasuk faktor yang digunakan untuk mengidentifikasi segmen yang dilaporkan dan dasar pengukuran informasi segmen. |
|
|
|
|
|
|
|
Grup mengukur aset biologis dengan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, kecuali nilai wajar tidak dapat ditentukan dengan andal. Grup mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan pada nilai wajar, dan aset dan liabilitas yang diakuisisi pada kombinasi bisnis. Grup juga mengukur jumlah terpulihkan dari Unit Penghasil Kas () tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan (Fair Value Less Cost of Disposal atau ).
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:
i) Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
ii) Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Grup.
Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar dari suatu aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomi dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati (observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati (unobservable).
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:
i) Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
ii) Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara langsung atau tidak langsung.
iii) Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik secara langsung atau tidak langsung.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Grup menentukan apakah terdapat perpindahan antara level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang atas penetapan kategori (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir tahun pelaporan. |
|
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun yang bersangkutan.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, nilai tukar yang digunakan adalah sebagai berikut (dalam Rupiah, angka penuh):
30 Juni 2026/ 31 Desember 2025/
June 30, 2026 December 31, 2025
1 Dolar AS/Rupiah 17.856 16.782 1 US Dollar/Rupiah
1 Dolar Singapura/Rupiah 13.806 13.069 1 Singapore Dollar/Rupiah
1 Ringgit Malaysia/Rupiah 4.392 4.144 1 Malaysian Ringgit/Rupiah |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Properti investasi yang merupakan properti yang dimiliki untuk penghasilan sewa jangka panjang dan/atau untuk peningkatan modal, pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan dan selanjutnya dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai. Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasi jumlah yang dapat disusutkan selama estimasi masa manfaat
20 tahun. Nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan dari properti investasi dievaluasi, dan disesuaikan, pada setiap tanggal pelaporan.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau pada saat properti investasi tersebut tidak digunakan secara permanen dan sudah tidak ada lagi manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan atau pelepasan properti investasi diakui ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tahun penghentian pengakuan atau pelepasan tersebut dilakukan. |
|
|
|
Entitas asosiasi adalah suatu entitas dimana Grup memiliki pengaruh signifikan. Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut.
Ventura bersama adalah jenis pengaturan bersama dimana pihak-pihak yang memiliki pengendalian bersama atas pengaturan tersebut memiliki hak atas aset neto ventura bersama tersebut. Pengendalian bersama adalah pembagian pengendalian yang disetujui secara kontrak dari suatu perjanjian, yang hanya ada bila keputusan tentang kegiatan yang relevan memerlukan persetujuan penuh dari pihak-pihak yang memiliki pengendalian bersama.
Pertimbangan yang dibuat dalam menentukan pengaruh signifikan atau pengendalian bersama adalah serupa dengan yang diperlukan untuk menentukan pengendalian atas entitas-entitas anak. Investasi Grup pada entitas asosiasi dan ventura bersama dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.
Dengan metode ekuitas, investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan. Nilai tercatat investasi disesuaikan untuk mengakui perubahan bagian Grup atas aset neto entitas asosiasi atau ventura bersama sejak tanggal akuisisi. Goodwill sehubungan dengan entitas asosiasi atau ventura bersama termasuk dalam nilai tercatat investasi dan tidak diuji untuk penurunan nilai secara terpisah.
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian mencerminkan bagian Grup atas hasil usaha entitas asosiasi atau ventura bersama. Setiap perubahan pendapatan komprehensif lainnya () dari investee tersebut disajikan sebagai bagian dari PKL Grup. Apabila telah terjadi perubahan yang diakui secara langsung dalam ekuitas entitas asosiasi atau ventura bersama tersebut, Grup mengakui bagiannya atas perubahan, jika ada, dalam laporan perubahan ekuitas konsolidasian. Keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi akibat transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi atau ventura bersama tersebut dieliminasi sesuai kepentingan entitas asosiasi atau ventura bersama.
Keseluruhan bagian Grup atas laba rugi entitas asosiasi dan ventura bersama disajikan pada laba rugi di luar laba operasi dan merupakan laba rugi setelah pajak dan kepentingan nonpengendali () pada entitas-entitas anak dari entitas asosiasi atau ventura bersama.
Laporan keuangan entitas asosiasi atau ventura bersama disusun untuk periode pelaporan yang sama dengan Grup. Bila diperlukan, penyesuaian dilakukan untuk menerapkan kebijakan akuntansi sesuai dengan kebijakan Grup.
Setelah penerapan metode ekuitas, Grup menentukan apakah perlu untuk mengakui kerugian penurunan nilai atas investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama mengalami penurunan nilai. Jika terdapat bukti tersebut, Grup menghitung jumlah penurunan nilai sebagai selisih antara jumlah terpulihkan dari entitas asosiasi atau ventura bersama dan nilai tercatatnya, dan kemudian mengakui kerugian tersebut dalam laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Setelah kehilangan pengaruh signifikan atas entitas asosiasi atau pengendalian bersama atas ventura bersama tersebut, Grup mengukur dan mengakui investasi yang tersisa pada nilai wajarnya. Selisih antara jumlah tercatat entitas asosiasi atau ventura bersama dengan kehilangan pengaruh signifikan atau pengendalian bersama dengan nilai wajar dari investasi yang masih dimiliki dan hasil pelepasan diakui dalam laba rugi. |
|
|
|
Biaya dibayar di muka diamortisasi dengan metode garis lurus dan dibebankan pada operasi selama masa manfaatnya. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan bagi satu entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas bagi entitas lain.
Aset keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal untuk selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (), atau nilai wajar melalui laba rugi ().
Pada pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada NWLR. Piutang usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan, dimana Grup telah menerapkan cara praktis, diukur pada harga transaksi yang ditentukan sesuai PSAK 115: Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan, seperti diungkapkan pada Catatan 2u.
Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau NWPKL, aset keuangan harus menghasilkan arus kas yang semata-mata dari pembayaran pokok dan bunga () dari pokok terutang. Penilaian ini disebut sebagai uji SPPB dan dilakukan pada tingkat instrumen.
Model bisnis Grup untuk mengelola aset keuangan mengacu pada bagaimana mereka mengelola aset keuangannya untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari pendapatan arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya.
Pengukuran selanjutnya
Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan diklasifikasikan dalam empat kategori:
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
Aset keuangan pada NWPKL dengan pendauran laba dan rugi kumulatif (instrumen utang),
Aset keuangan pada NWPKL tanpa pendauran laba dan rugi kumulatif setelah penghentian pengakuan (instrumen ekuitas), dan
NWLR.
Pengukuran selanjutnya dari aset keuangan tergantung kepada klasifikasi masing-masing seperti berikut ini:
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
Grup mengukur aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual, dan
Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang merupakan SPPB dari pokok terutang.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif () dan diuji untuk penurunan nilai. Laba dan rugi diakui pada laba rugi pada saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau diturunkan nilainya.
Aset keuangan Grup yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi termasuk kas dan setara kas, piutang usaha dan lain-lain, piutang plasma, deposito berjangka - jangka pendek dan surat berharga - jangka pendek dalam lancar lainnya dan investasi surat berharga berupa obligasi negara Indonesia, piutang jangka panjang lainnya, deposito berjangka - jangka panjang dan uang jaminan dalam tidak lancar lainnya.
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat.
Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, terlepas dari model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui PKL, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi ketidaksesuaian akuntansi.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar neto diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Kategori ini mencakup instrumen derivatif dan investasi ekuitas yang diperdagangkan di bursa efek yang tidak dapat dibatalkan Grup untuk diklasifikasikan pada nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain. Dividen atas investasi ekuitas yang tercatat diakui sebagai pendapatan operasi lainnya dalam laba rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan.
Aset keuangan Grup yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari aset lancar lainnya - surat berharga dan investasi saham yang disajikan sebagai bagian dari aset tidak lancar.
Grup tidak memiliki aset keuangan yang diukur melalui NWPKL.
Penghentian Pengakuan
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak kontraktual untuk menerima arus kas dari aset telah berakhir. Pada penghentian pengakuan aset keuangan secara keseluruhan, selisih antara jumlah tercatat dan jumlah imbalan yang diterima dan setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain diakui dalam laba rugi.
Penurunan Nilai
Grup mengakui penyisihan Kerugian Kredit Ekspektasian () untuk semua instrumen utang yang bukan pada NWLR dan kontrak jaminan keuangan. KKE ditentukan atas perbedaan antara arus kas kontraktual sesuai kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima oleh Grup, didiskonto pada estimasi SBE awal. Arus kas yang diharapkan mencakup setiap arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan kredit lainnya yang merupakan bagian dari ketentuan kontrak.
KKE diakui dalam dua tahap. Bila belum terdapat peningkatan risiko kredit signifikan sejak pengakuan awal, KKE diakui untuk kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam jangka waktu 12 bulan ke depan (KKE 12 bulan). Namun, bila telah terdapat peningkatan signifikan risiko kredit sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diakui untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur aset, terlepas dari jangka waktu gagal bayar (KKE sepanjang umurnya).
Karena piutang usaha dan piutang lain-lainnya tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan KKE. Oleh karena itu, Grup tidak melacak perubahan dalam risiko kredit, namun justru mengakui penyisihan kerugian berdasarkan KKE sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup membentuk matriks pencadangan berdasarkan kerugian kredit masa lalu, disesuaikan dengan faktor-faktor spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi masa depan (forward-looking) yang relevan.
Liabilitas keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada NWLR, utang dan pinjaman atau derivatif ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai pada lindung nilai yang efektif, sesuai dengan kondisinya.
Semua liabilitas keuangan diakui pada nilai wajar saat pengakuan awal dan, bagi liabilitas keuangan dalam bentuk utang dan pinjaman, dicatat pada nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Liabilitas keuangan utama Grup meliputi utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, liabilitas imbalan kerja jangka pendek dan utang bank jangka panjang.
Pengukuran selanjutnya
Pengukuran selanjutnya dari liabilitas keuangan ditentukan oleh klasifikasinya sebagai berikut:
Utang dan pinjaman
i. Utang dan pinjaman jangka panjang yang dikenakan bunga
Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman jangka panjang yang dikenakan bunga diukur dengan biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Pada tanggal pelaporan, biaya bunga yang masih harus dibayar dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi ketika liabilitas dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskonto atau premium atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat sebagai beban keuangan pada laba rugi.
ii. Utang dan Akrual
Liabilitas untuk utang usaha dan utang lain-lain, biaya masih harus dibayar dan liabilitas imbalan kerja jangka pendek dinyatakan sebesar jumlah tercatat (jumlah nosional), yang kurang lebih sebesar nilai wajarnya.
Penghentian pengakuan
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi.
Saling hapus instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian jika Grup memiliki hak berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak saling hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan. |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|