|
Pada bulan September 2023, TCL memperoleh Fasilitas Pinjaman Investasi sebesar Rp135 miliar. Fasilitas yang diberikan selama 6 tahun sejak 2023 dan akan berakhir pada 2029. Suku bunga tetap sebesar 8,00% per tahun selama masa tenggang (1 tahun). Dan untuk 5 tahun berikutnya suku bunga berubah sewaktu-waktu sebesar 7,50%. Berdasarkan adendum perjanjian tanggal 17 September 2024, plafon fasilitas ini turun menjadi Rp125 miliar, dengan kenaikan suku bunga menjadi 7,75%. Per 1 April 2026, suku bunga atas fasilitas ini turun menjadi 7,4%. Pada tanggal 30 Juni 2026, penggunaan atas fasilitas ini adalah sebesar Rp81,2 miliar (2025: Rp93,7 miliar). Selain itu, TCL juga memperoleh Fasilitas Pinjaman Tetap dari PT Bank CIMB Niaga Tbk sebesar Rp10 milliar yang digunakan untuk kebutuhan modal kerja. Fasilitas diberikan selama 1 tahun dan akan berakhir pada September 2024. Suku bunga tetap adalah sebesar 7,00%. Berdasarkan adendum perjanjian tertanggal 17 September 2024, plafon fasilitas ini naik menjadi Rp40 miliar, dengan kenaikan suku bunga menjadi 7,25% dan jangka waktu fasilitas menjadi sampai dengan 7 September 2026. Pada tanggal 17 Maret 2026 suku bunga atas fasilitas ini turun menjadi 7,00%. Fasilitas ini juga berlaku untuk TCT sebagai co-borrower dengan jumlah fasilitas pinjaman gabungan sebesar Rp40 milliar. Pada tanggal 30 Juni 2026 saldo fasilitas modal kerja sebesar Rp8 miliar dan untuk tahun 2025 fasilitas telah digunakan sebesar Rp20,5 miliar. Selain itu, TCL juga memperoleh Fasilitas Pinjaman Tetap dari PT Bank CIMB Niaga Tbk sebesar Rp10 milliar yang digunakan untuk kebutuhan modal kerja. Fasilitas diberikan selama 1 tahun dan akan berakhir pada September 2024. Suku bunga tetap adalah sebesar 7,00%. Berdasarkan adendum perjanjian tertanggal 17 September 2024, plafon fasilitas ini naik menjadi Rp40 miliar, dengan kenaikan suku bunga menjadi 7,25% dan jangka waktu fasilitas menjadi sampai dengan 7 September 2026. Pada tanggal 17 Maret 2026 suku bunga atas fasilitas ini turun menjadi 7,00%. Fasilitas ini juga berlaku untuk TCT sebagai co-borrower dengan jumlah fasilitas pinjaman gabungan sebesar Rp40 milliar. Pada tanggal 30 Juni 2026 saldo fasilitas modal kerja sebesar Rp8 miliar dan untuk tahun 2025 fasilitas telah digunakan sebesar Rp20,5 miliar. |