|
Jumlah biaya perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan adalah sebesar Rp 32.178.788.088 dan Rp 32.109.239.305 masing pada tanggal 30 Juni 2026 dan
31 Desember 2025. Tidak ada aset tetap yang tidak terpakai atau dihentikan dari penggunaan aktif pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. Aset tetap, kecuali tanah, diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 769.000.600.000 dan Rp 768.431.500.000 masing-masing pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko tersebut.
Grup memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Cilegon dengan luas area sebesar 50.000 meter persegi dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT Agristar Grain Industry yang berjangka waktu sampai dengan 28 tahun yang akan jatuh tempo sampai dengan tahun 2039. Tanah ini digunakan untuk area bangunan pabrik dan tanah yang terletak di Gresik dengan luas area 75.906 meter persegi dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT Harvestar Flour Mills yang berjangka waktu sampai dengan 19 tahun yang akan jatuh tempo sampai dengan tahun 2032. Tanah ini digunakan untuk area bangunan pabrik.
Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah saat kadaluarsa karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai. Nilai tanah Grup pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 dinyatakan sebesar nilai revaluasi yang terakhir kali dilakukan oleh penilai independen Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP Susanto Salman dan Rekan) dalam laporannya tanggal 31 Maret 2022. Nilai wajar aset tanah tersebut ditentukan dengan metode pendekatan pasar yang didasarkan pada data pembanding yang disesuaikan dengan faktor seperti lokasi, ukuran, kondisi, dan legalitas dengan objek penilaian. Nilai wajar aset tanah tersebut ditentukan dengan pengukuran nilai wajar Tingkat 2. Menurut penilaian manajemen, tidak akan ada kejadian ataupun perubahan keadaan yang merupakan indikasi penurunan nilai aset tetap masing-masing pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, aset tetap tertentu dijaminkan untuk fasilitas utang bank (Catatan 13). |